Sabtu, 25 Oktober 2014

Benar Kata Ruhut, "Jokowi Hanya Jadi RI-4"

Semua orang tahu tanpa Megawati, Jokowi gak bakalan bisa jadi Presiden. Jangankan jadi Presiden, jadi calon presiden pun tak mungkin tanpa restu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.

Maka tak heran, Megawati lah penentu calon menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk 5 tahun kedepan. Hal ini di dukung dengan pernyataan Mega yang hanya menjadikan Jokowi “cuma” petugas partai saja.

“Saya pesan ke Pak Jokowi, sampeyan tak (saya) jadikan capres, tapi jangan lupa ingat capres-nya saja, Anda adalah petugas partai yang harus melaksanakan apa yang ditugaskan partai,” ucap Mega dalam pidatonya saat deklarasi koalisi PDIP, Partai NasDem, dan PKB di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta saat itu.

Walaupun Jokowi punya Hak Prerogatif sebagai presiden dan tambahan Hak Veto (hehehe) namun kenyataan tanpa izin Mega, maka calon menteri itu batal. Nah, disitulah timbul masalah dan blunder. Bocor ke publik bahwa Megawati mengusulkan sejumlah menteri, namun calon menteri yang diusulkan Mega malah mendapat stabilo merah dari KPK. Akhirnya pengumuman kabinet pun gagal.

Seperti dilansir dari laman Inilah.com, Jum’at (24/10/2014), bahwa sumber yang berasal dari petinggi PDIP di Parlemen menginformasikan, urungnya pengumuman disebakan sejumlah kandidat menteri yang direstui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendapat tanda merah dari KPK. “Nama yang direkomendaiskan Ibu justru masuk catatan merah KPK. Ini blunder,” sebut sumber tersebut.

Jadi benar apa yang dulu disampaikan Ruhut Sitompul saat Pilpres, kalau Jokowi jadi Presiden maka Jokowi hanya akan jadi RI-4. (Baca: Kalau Menang, Prabowo RI-1 Jokowi RI-4)

Ruhut menyatakan jika Jokowi terpilih hanya akan menjadi orang nomor empat di Indonesia. Tidak benar-benar menjadi presiden (RI1) karena akan diatur oleh Mega.

Belum lagi dengan pasangan Jokowi sebagai cawapres yakni Jusuf Kalla (JK). Dia melihat JK sering bermanuver seolah menjadi presiden, padahal hanya wakil presiden. (Baca: JK : Siapa yang Suruh Bikin Acara di Priok?)

"Kalau Prabowo enggak usah kulonuwun (dia RI1 -ed), kalau Jokowi presiden nanti enggak RI1, tapi RI4. Kenapa? Hati-hati JK kadang-kadang malah jadi real presiden," tegas Ruhut.

Lalu siapa RI1-nya?

"Bisa ibu Mega bisa pak JK."

Sementara untuk RI3 dia yakin adalah putri bungsu Mega yakni Puan Maharani.

Sebagai warga negara demi berlangsungnya pemerintahan yang efektif mari kita dukung Jokowi untuk menggunakan Hak Veto nya agar benar-benar jadi RI-1 :)

Baru Sehari Jadi Presiden, Jokowi Sudah Lakukan Pelanggaran Hukum

Ahli Hukum Pidana, Chairul Huda menyatakan Presiden Jokowi telah melakukan pelanggaran hukum karena meminta rekomendasi nama-nama calon menteri di kabinet oleh KPK.
Pasalnya, di dalam perundang-undangan tidak ada satu pun kewenangan KPK dalam memberikan rekomendasi tersebut.
"Ini seperti mempertuhankan KPK karena nggak ada dasarnya lembaga itu memberikan rekomendasi," jelas Chairul di Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2014.
Chairul menegaskan, ini menunjukan Jokowi tak memahami hukum.
"Kalau Presiden Jokowi meminta rekomendasi ini berarti ini Pak Jokowi nggak mengerti. Dan ini pelanggaran hukum pertama oleh Jokowi. Karena, meminta kepada lembaga yang tidak berwenang," ungkapnya.
Seperti diketahui, Jokowi telah meminta pendapat KPK dalam hal nama-nama calon menteri di kabinetnya. Padahal, berdasarkan hukum ketatanegaraan posisi KPK tak sejajar dengan Presiden.[piyunganonline/islamedia]

Ditindas Umat Buddhis, 8.000 Muslim Rohingya Lari dari Myanmar

Putus asa akibat derita tak kunjung usai akibat penindasan mayoritas Buddhis, sekitar 8.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari kamp-kamp pengungsi di negara bagian Rakhine dalam dua pekan terakhir.

Chris Lewa, direktur Arakan Project dalam laman berita Inilahcom, mengatakan rata-rata 900 orang per hari menaiki kapal kargo yang tertambat di lepas pantai negara bagian Rakhine. Situasi ini berlangsung sejak 15 Oktober, dan diperkirakan akan terus berlanjut pada hari-hari berikut.

Tidak jelas ke mana mereka akan pergi. Mereka tidak mungkin ke Bangladesh, negara nenek moyang mereka, karena negara itu akan menghalau mereka kembali ke laut. Yang paling realistis adalah ke negara-negara Asia Tenggara dan Australia, meski mereka tahu hanya akan menghuni kamp pengungsi jika tertangkap.


Lewa mengatakan eksodus super nekad dipicu oleh serangan-serangan masyarakat Buddhis dalam beberapa hari terakhir. Diprovokasi para biksu, Rakhine Buddhis membakar kamp-kamp pengungsi Muslim Rohingya dan membunuh penghuninya.

Ratusan dari 140 ribu pengungsi kamp menemui ajal, tapi luput dari pemberitaan media. Kampanye agresif yang dilakukan otoritas negara bagian Rakhine membuat semua kebiadaban itu tak terungkap.

Orang Rakhine Buddhis menyebut mereka Bengali. Sebagai Bengali, Muslim Rohingya tidak memiliki hak hidup di sudut mana pun di Myanmar. Muslim Rohingya adalah penduduk ilegal, namun membunuh atau mengusirnya adalah legal.

Menurut Lewa, tujuan pelarian Muslim Rohingya saat ini adalah Thailand. Padahal, masih menurut aktivis hak asasi manusia itu, nasib mereka tidak akan lebih baik ketika tiba di Thailand.

"Di Thailand, mereka menghadapi kemungkin dideportasi atau menjadi korban perdagangan manusia," ujar Lewa. "Negara lain yang menjadi tujuan pelarian adalah Nepal dan India."

Salah satu Muslim Rohingya yang dihubungi ASSOCIATED Press mengatakan ribuan lainnya bersembunyi di desa-desa selama berminggu-minggu, untuk menghindari verifikasi paksa. Yang tak beruntung, dan diseret dari persembunyian, habis dipukul dan disiksa.

Khin Maung Win, dari Rohingya Solidarity Organization, mengatakan pemerintah Myanmar juga menangkap puluhan orang dengan tuduhan kepemilikan senjata dan anggota organisasi radikal Muslim.

"Penangkapan terjadi di kot Maungdaw. Satu orang tewas dan lainnya luka saat diinterogasi," ujarnya.

Win Myaing, juru bicara negara bagian Rakhine, menyangkal adanya penangkapan dan penyiksaan.

PBB menyebut Muslim Rohingya sebagai minoritas paling teraniaya di dunia. Namun, tidak pernah ada upaya komprehensif untuk mengakhiri penderitaan mereka.

Lewa memperkirakan sekitar 86 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar dalam dua tahun terakhir, atau sejak kekerasan komunal melanda negara bagian Rakhine. Ribuan lainnya tewas akibat kelaparan, dan yang bertahan hidup dalam kemiskinan total. [gie/islamedia]

Selasa, 23 September 2014

Profesor Ahli Antariksa MEMBELA GURU: 4 x 6 Berbeda dengan 6 x 4

Urusan pekerjaan rumah (PR) seorang siswa menjadi perdebatan menarik di media sosial belakangan ini, satu sisi hanya mengkritik kinerja guru tanpa memahami konteks pembelajaran dan hakikat ilmu. Padahal imu pengetahuan itu tidaklah semata berorientasi hasil, misalnya 4+4+4+4+4+4, bila dinyatakan dalam perkalian, 6 x 4 atau 4 x 6?

Banyak yang berpendapat bahwa mengekspresikan 4+4+4+4+4+4 dalam perkalian menjadi 6 x 4 atau 4 x 6 sama saja. Toh hasilnya sama, begitu logikanya. Sebagian menganggapnya sebagai kebebasan bernalar.

Namun, profesor astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan, antara 4 x 6 dan 6 x 4 memang berbeda.

“Samakah 4 x 6 dan 6 x 4? Hasilnya sama, 24, tetapi logikanya berbeda. Itu adalah model matematis yang kasusnya berbeda. Konsekuensinya bisa berbeda juga,” urai Thomas dalam akun Facebook-nya, Senin (22/9/2014).

Thomas menerangkan perbedaan 6 x 4 dengan 4 x 6 lewat sebuah soal cerita.

“Ahmad dan Ali harus memindahkan bata yang jumlahnya sama, 24. Karena Ahmad lebih kuat, ia membawa 6 bata sebanyak 4 kali, secara matematis ditulis 4 x 6. Tetapi, Ali yang badannya lebih kecil, hanya mampu membawa 4 bata sebanyak 6 kali, model matematisnya 6 x 4. Jadi, 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 6 x 4, berbeda konsepnya dengan 6 + 6 + 6 + 6 = 4 x 6, walau hasilnya sama 24,” terang Thomas.

Lewat kasus ini, Thomas mengajak semua kalangan untuk memahami Matematika dengan logika, bukan menjadi generasi “kalkulator” yang sekadar tahu hasil.

“Dengan kemampuan berlogika, suatu kasus bisa dimodelkan dengan rumusan matematis sehingga mudah dipecahkan,” ungkap Thomas. [kompas/fimadani/islamedia]

MUI MINTA TAYANGAN TV LECEHKAN ISLAM SEPERTI JODHA AKBAR DIHENTIKAN

Majelis Ulama Indonesia menilai tanyangan yang mendiskreditkan satu agama tidak layak ditayangkan. Lebih dari itu, penayangan tersebut dapat memicu ketegangan antara umat beragama.

“Harus dikoreksi, kalau perlu dihentikan penanyangannya,” ujar Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia, Welya Safitri, Selasa (23/9).

Dia mengakatakan akan meneliti lebih jauh keresahan sebagian masyarakat mengenai penayangan yang menyudutkan agama. Dia berjanji, MUI akan membuat sebuah tim kecil untuk melakukan kajian dan penelitian mengenai kasus tayangan yang mendiskreditkan agama.

Jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pembuatan skenario dan penayangan film demikian, dia berjani akan memanggil penanggung jawab film yang bersangkutan.

“Bisa jadi akan melayangkan teguran produser, dan saluran televisi tersebut,” ujar dia dikutip dari ROL.

Dia sekaligus mengimbau umat Islam untuk menghindari tayangan yang merusak citra Islam. Dia menekankan kepada umat agar memilih channel yang banyak mengandung unsur pendidikan. Dia mengatakan agar warga indonesia lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan saluran televisi.

Pasalnya tayangan yang menyudutkan agama dapat memperburuk persaudaraan antara umat beragama di Indonesia. Dia menjelaskan, agama Islam merupakan agama yang diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam.


“Islam itu rahmatan lil alamin. Ada tatacara berhubungan dengan Allah atau hablum minallah, hubungan dengan manusia lain hablum minannas dan kepada semesta alam hablum minannas,” jelas dia.

Sebelumnya, penayangan film bergenre kolosal Jodha Akbar menampilkan sosok kerajaan Islam sebagai sosok antagonis yang angkuh, bengis dan berhati jahat. Film yang ditayangkan di salah satu stasiun TV nasional ini dianggap memutar balikkan fakta dan menebarkan keresahan.[ROL/Islamedia/YL]

Penulis sekira sebulan setelah penayang perdana kolosal Jodha Akbar pernah memberikan keberatan ke KPI melalui nomor pengaduan 0812-1307-0000, namun hanya menghasilkan diawal tayangan hanya memuat bahwa siaran kolosal tersebut bukanlah sejarah sesungguhnya (alias buang badan). Ayo rame-rame sms ke KPI agar menghentikan tayangan tersebut. Mengingat tayangan tersebut memiliki banyak kepalsuan terhadap dinasti besar Islam di India.

Selasa, 09 September 2014

NORMAN KAMARU, PAK POLISI YANG JADI TUKANG BUBUR, Ini Tanggapan Bang Jonru

Norman Kamaru. Dulu ia hanya seorang polisi berpangkat Briptu. Lantas, sebuah video lipsync membuat namanya terkenal ke seluruh penjuru Indonesia. Mumpung lagi populer, ia pun meniti karir di bidang hiburan, dan rela dipecat dari kepolisian.

Ternyata, Norman gagal di dunia hiburan. Namun kembali berdinas di kepolisian pun sudah tak mungkin baginya. Akhirnya, ia "terpaksa" menjadi penjual bubur di Jakarta, untuk menghidupi keluarganya.

Tentu, setiap orang bisa punya persepsi yang berbeda-beda mengenai peristiwa ini. Baik persepsi yang positif maupun negatif.

Walau hidup saya tidak "stragis" Norman, namun semua pengalaman hidup selama ini membuat saya berusaha lebih bijak dalam melihat perjalanan hidup pria asal Gorontalo ini.

Ia gagal di dunia hiburan, tak mungkin lagi masuk kepolisian. Apakah ini pertanda kegagalan?

Menurut saya, BELUM TENTU. Saya pun beberapa kali mencoba berbagai macam bisnis. Banyak yang gagal, banyak yang ambruk duluan sebelum mencoba.

Dan kini, saya merasa bahagia dan bersyukur, karena akhirnya bisa ketemu bisnis yang benar-benar sesuai dengan passion dan panggilan jiwa saya yang sebenarnya.

Orang lain boleh mengatakan Norman telah gagal. Namun bagi saya, dia hanya belum menemukan jalan sukses terbesar dalam hidupnya.

Di dalam perjuangan untuk menemukan jalan sukses terbesar tersebut, kita memang seringkali gagal, tersesat, mengalami peristiwa pahit, dan seterusnya.

Jadi, saya kira tak perlu "meledek" profesi Norman saat ini. Justru, keputusannya untuk berjualan bubur merupakan sebuah pilihan tepat, menurut saya. Ia kini menjadi entrepreneur. Siapa tahu, suatu saat nanti dia bisa kaya raya dari berjualan bubur.

Begitulah kira-kira, renungan saya di saat membaca berita terbaru mengenai Norman Kamaru, hari ini.

========================

Selasa, 09/09/2014 14:35 WIB
Norman Kamaru 'Caiya-caiya' Kini Jadi Tukang Bubur untuk Sambung Hidup

http://news.detik.com/read/2014/09/09/142407/2685333/10/1/norman-kamaru-caiya-caiya-kini-jadi-tukang-bubur-untuk-sambung-hidup

Jakarta - Masih ingat dengan Norman Kamaru, mantan anggota Brimob Gorontalo yang mendadak terkenal karena video menirukan joged dan lagu India berjudul Caiya-caiya? Norman yang memilih mundur dari kepolisian kerena ingin jadi artis itu kini banting setir menjadi tukang bubur. Kenapa?

Kisah Norman ditayangkan oleh Selebrita Pagi Trans7 dan diunggah ke YouTube pada 7 September 2014. Video berdurasi 3 menit 38 detik itu memperlihatkan Norman yang mengenakan kaos bergaris hijau sedang sibuk meracik bubur dagangannya. Bersama istrinya, Chichi, Norman memilih usaha untuk berjualan bubur Manado di kawasan Jakarta.

Norman terlihat lebih kurus dan wajahnya kusam, namun senyuman tetap tersungging di bibirnya saat memperkenalkan warung bubur miliknya. Sesekali tangannya merapikan meja, kursi, dan mangkuk untuk pelanggan.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi Norman, 3 tahun silam. Kala itu tahun 2011 nama Norman mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Gara-gara aksinya menirukan lagu India dengan memakai seragam Brimob dan diunggah ke YouTube, Norman menjadi bintang mendadak.

Norman lugu dari Gorontalo lantas mendapat tawaran datang ke Jakarta untuk mengisi acara atau sekadar menjadi bintang tamu. Wajahnya menghiasi hampir semua stasiun televisi kala itu. Seluruh teman, orang tua, warga Gorontalo dan pimpinannya di Satuan Kepolisian Gorontalo bangga dengan Norman.

Namun sayang, ketenaran ini membuat Norman terlena, dia yang besar karena Kepolisian itu memilih untuk mengundurkan diri sebagai anggota Brimob dan memilih untuk menjadi artis. Mabes Polri sempat kecewa dengan ulah Norman dan di akhir tahun 2011 silam, Norman Kamaru dipecat dari Kesatuannya sebagai anggota Brimob melalui sidang kode etik di Polda Gorontalo.

Usai dipecat, karier Norman mulai redup. Kini tawaran manggung atau bintang tamu sudah jarang menghampirinya. Norman kini hidup sederhana dengan berjualan bubur.

Norman mengaku menyesal atas tindakannya memilih mundur dari Kepolisiaan yang telah membesarkan namanya itu. "Menyesal sih menyesal, soalnya yang bikin saya menyesal itu waduh susah juga buat diomongin. Yang jadi pertanyaan saya itu kenapa bisa jadi kayak gitu, ya keluar dari Kepolsian," kata Norman dalam video tersebut.

Namun, nasi sudah menjadi bubur, hidup harus tetap dijalani. Norman kini terus berjuang bersama sang istri agar seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

"Bisa makan dan untuk kebutuhan hari-hari, itu saja," tutupnya.


By: jonru.page

PBNU Tak Setuju Pernikahan Beda Agama

Katib Aam Syuriah PBNU, KH Malik Madani, mengatakan Undang-undang No.1 tahun 1974 mengenai perkawinan dinilainya sudah cukup baik. Menurutnya, semua umat beragama dilindung oleh pasal dalam undang-undang tersebut.

Ia mengatakan, PBNU juga tidak menyetujui dengan pernikahan beda agama tersebut. Pada dasarnya, ujar dia, semua agama menghendaki pernikahan antara dua insan yang memiliki keyakinan yang sama.

Hal itu agar stabilitas kehidupan rumah tangga terjamin. Pernikahan menurutnya, bukan sekedar hubungan fisik.

Namun juga ikatan sakral menyangkut peraturan dalam agama. Karenanya, pernikahan yang merupakan ikatan lahir batin memerlukan adanya kecocokan termasuk dalam hal keyakinan agama. Dan itu tidak hanya dalam Islam, menurutnya semua agama menghendaki pernikahan dengan yang satu keyakinan.

Dalam Islam, memang ada ketentuan yang memperbolehkan laki-lakiMuslim menikahi perempuan non-Muslim. Namun perempuan tersebut adalah dari kalangan ahli kitab Yahudi dan Nasrani.

Akan tetapi, sebaliknya perempuan Muslim tidak boleh menikah dengan laki-laki non-Muslim.

Namun demikian, sebagian ulama mempersyaratkan bahwa perempuan ahli kitab boleh dinikahi, jika nanti dalam hal pendidikan anak suami bisa lebih dominan.

"Jika peran suami lemah dan istri dominan, maka tidak boleh menikah", ujar nya seperti dikutip dari ROL, Selasa (9/9/2014).[ROL/Islamedia/YL]

Tiga Alasan Pilkada HARUS Lewat DPRD

Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada masih menimbulkan polemik, apakah pilkada kembali ke DPRD (perwakilan rakyat) atau tetap dipilih secara langsung oleh rakyat seperti sekarang ini.

RUU ini rencananya akan disahkan pada September 2014 ini, dalam Paripurna DPR.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Mora Harahap mengatakan, ada tiga alasan kenapa pilkada harus dikembalikan ke DPRD.

Alasan pertama adalah masalah dana. Dia mencontohkan satu pilkada menghabiskan Rp20 miliar.

"Jika ada 500 kabupaten/kota yang melakukan pilkada akan menelan biaya sebesar Rp10 triliun, belum lagi biaya yang dikeluarkan jika terjadi pilkada dua putaran," kata Mora, Jakarta, Senin (8/9/2014), seperti diberitakan INILAH.COM.

Menurut dia, angka sebesar itu juga tidak menjamin melahirkan kepala daerah yang baik. "Justru selama ini banyak kepala daerah yang bermasalah," kata Ketua Umum Pemuda Pertahanan Nasional (PAPERNAS) ini.

Kedua, Pilkada langsung rawan akan konflik. Kata Mora, konflik antara yang menang dan kalah sering mewarnai pemilihan kepala daerah selama ini. "Tentu ini merusakan tatanan keamanan masyarakat," kata mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Alasan ketiga, jelas Mora, pilkada langsung menimbulkan money politic yang cukup besar. Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam setiap pilkada sering dirusak oleh perilaku money politic.

"Selain itu kasus-kasus korupsi yang besar seperti yang menjerat mantan ketua MK juga karena suap sengketa pilkada," katanya.

Bagi dia, sudah saatnya pilkada langsung dievaluasi. Menurutnya, tidak salah juga diganti dengan pilkada tidak langsung.

Jelas dia, demokrasi yang dibangun selama ini hanya demokrasi prosedural yang banyak kekuruangan. Karena tingkat pendidikan masayarakat masih rendah.

"Saat inilah DPR merubahnya demi tatananan demokrasi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Dalam pembahasan RUU Pilkada ini, ada tiga tawaran yang diajukan. Pertama, tetap pada posisi sekarang ini, semuanya dipilih langsung.

Kedua, gubernur saja yang dipilih DPRD. Untuk bupati dan wali kota, dipilih langsung. Ketiga, semuanya baik gubernur, bupati/wali kota, dipilih oleh DPRD. 

By: piyungan

Hanya Ada Di PKS, Dulu Supir Anggota Dewan, Sekarang Jadi Anggota Dewan

Sudah tidak asing lagi bila masyarakat Lebak Bantenmendengar nama Yayan Ridwan. Pria kelahiran lebak pada tanggal 18 mei 1997 ini merupakan angota DPRD kabupaten Lebak periode 2014-2019.

Siapa sangka dulunya adalah supir seorang anggota dewan, sekarang malah menjadi anggota dewan. Memang dunia selalu berputar, tapi bukan berarti perputaran kehidupan ikut sejalan dengan rotasi bumi. Hal initergantung dari kesungguhan pribadi. Ini yang menjadi landasan yayan. Baginya selama terus berbuat baik dan selalu mendekatkan diri kepada Allah, maka tidak perlu ragu akan balasan Allah yang Maha Kuasa.

Masyarakat sebelumnya lebih mengenal sosok yayan sebagai kepala desa bendungan di tempat ia tinggal sekarang. Sosok yang harmonis dan bersahaja ini telah memberikan banyak perubahan bagi masyarakat di desanya. Kecerdasannya dalam mengelola desa didapat dari interaksi yang sering dilakukan dengan berbagai elemen. Selain itu, kepekaan terhadap kondisi desa yang cukup memperihatinkan membuatnya begitu serius mengurusi masalah masyarakat. Baginya bekerja untuk kemaslahatan adalah bagian dari ibadah yang sudah seharusnya dilakukan setiap manusia yang bermasyarakat.

Yayan tidak merasa malu bekerja sebagai supir. Sekalipun ia telah menyelesaikan kuliahnya di IAIN Bandung (red-UIN Bandung). Pada dasarnya semua pekerjaan sama, yang membedakan adalah sejauh mana kita bisa menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridho dari ALLAH. Hidup bersama keluarga yang sederhana, tidak lantas mengubah hidupnya ketika menjadi seorang pejabat. Karena ia selalu berpandangan bahwa jabatan bukanlah ladang untuk mengumpulkan kekayan, melainkan pengabdian yang mesti dituntaskan demi sebuah kepercayaan dan kemajuan.

Wajar bila periode ini, ia terpilih sebagai anggota dewan. Masyarakat sudah sangat tahu betul kemampuannya dalam membangun daerah, terutama di tempat yang ia tinggali. Sebuah kepercayaan ini tentu harus dibayar dengan mahal. Bukan dalam hal materi, tapi waktu yang ia punya akan berkurang dalam kebersamaan bersama keluarga. “Sudah biasa, istri dan anak ditinggal. Terpenting adalah saling mendo’a untuk keselamatan semua” ujarnya.


By: piyungan

Kamis, 21 Agustus 2014

DUA PENDETA GILA SEKS, PERKOSA PEMBANTU DAN DUA ANAKNYA

Dua pendeta di Jakarta ini benar-benar bejat. Sebagai pemuka agama, bukannya memberi panutan yang baik kepada jemaat. Mereka tidak bisa mengendalikan nafsu syaitan, malah mengumbar perilaku gila seks terhadap kaum yang lemah.

Korban kebiadaban seksual kedua pendetaini adalah ibu malang berinisial MR, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan pelakunya, DP dan PY adalah pendeta yang notabene adalah sang majikan. Di dunia pelayanan kristiani, kedua pendeta ini menjabat pengurus Yayasan PB yang membawahi panti YKOT di Jakarta Selatan.

Tragisnya, dua anak gadis MR yang tidak berdosa pun jadi sasaran kejahatan seksual kedua pendeta itu.

Petaka satu keluarga ini bermula ketika MR melamar kerja sebagai pengurus rumah tangga di kediaman DP dan PY. MR pun diterima, bahkan anak-anaknya diperbolehkan tinggal di panti tersebut.

Rikwanto mengatakan, MR terbelit dengan kemiskinan sehingga dia bekerja kepada dua pelaku tersebut. MR juga meminta izin untuk mengajak lima anaknya. Di sana MR menjadi pembantu rumah tangga.

“Mengingat status ekonomi yang kurang beruntung, MR meminta izin agar 5 anaknya boleh ikut tinggal di yayasan tersebut dan permintaan itu dikabulkan,” ungkap Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto , Jumat (19/4/2013).

Suatu hari, sekitar bulan Januari dan Februari, Ibu MR dipaksa untuk melayani hasrat seksual kedua pendeta tersebut dengan ancaman yang sangat kejam. Jika MR takut tak mau melayani, maka pendeta DP dan PY mengancam akan melampiaskan kepada dua anak gadisnya.

“Menurut pengakuan pelapor, kejadian itu berlangsung sekitar Januari dan Februari,” tambah Rikwanto.

Korban sebenarnya sempat menolak, namun kedua tersebut mengancam, jika korban tidak mau maka anaknya akan menjadi pelampiasan. MR langsung memikirkan nasib anak-anak perempuannya, yakni D dan W yang berusia 13 hingga 16 tahun. “Akhirnya MR mau melayani permintaan DP dan PY,” jelas Rikwanto

Rikwanto mengungkapkan, meskipun Ibu MR telah melayani hasrat seksual DP dan PY, tapi aksi kedua pendeta itu terus berlanjut. Ternyata dua anak gadisnya juga jadi korban kejahatan seksual pendeta. D dan W sempat disuruh DP dan PY memegang-megang alat kelaminnya dan melakukan oral seks.

Setelah mengetahui bahwa kedua anaknya juga jadi korban kebejatan orang yang selama ini dihormati, MR akhirnya memilih untuk keluar dari pekerjaan. Takut aibnya terbongkar, dua pengurus yayasan ini malah mengancam jika MR ke luar, maka ia wajib mengembalikan uang ganti rugi sebesar Rp 30 juta.

Lantas, MR mengadukan kasus pelecehan seksual yang dialami keluarganya kepada Tony Foo, salah satu pengurus yayasan yang penyandang dana di panti asuhan tersebut. Tony Foo menyarankan agar MR mengadukan pendeta DP dan PY ke polisi. Tony meyakinkan MR harus melapor karena dirinya juga pernah mendengar keluhan serupa dari beberapa anak perempuan panti yang berusia belasan tahun. MR hanya korban kesekian dari tindakan bejat dua pendeta tersebut.

Rupanya bukan hanya Tak MR dan dua anak gadisnya, ada korban lain penghuni panti yang nasibnya lebih tragis. Gadis belasan tahun berinisial CR ini pernah diperkosa oleh pendeta DP dan PY.

Akhirnya pada tanggal 19 April 2013 MR melapor ke Renakta Polda Metro Jaya.

“Saat ini visum terhadap korban sudah dilakukan. Tinggal mencari bukti-bukti seperti keterangan dua orang saksi. Petugas juga akan memanggil Tony segera karena pria ini pernah bercerita ada saksi korban lain,” tandas Rikwanto. [taz/rpb, nov]

By: kristenisasi.wordpress.com

MEREKA ADALAH Nenek Moyang ISIS

Dialog Abdullah bin Abbas dengan Khawarij

Di antara sekte atau aliran yang menyimpang yang pertama kali muncul dalam Islam adalah pemikiran Khawarij, sebuah sekte yang berbicara tentang status keislaman seseorang, apakah seseorang tersebut telah keluar dari Islam (kafir), atau masih berada dalam lingkaran keislaman.

Pemikiran ini pertama kali muncul di zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dan sekarang pemikiran ini kembali menyerebak di tengah-tengah umat Islam yang popular dengan istilah terorisme. Banyak orang-orang yang sibuk membicarakan status keislaman orang lain, terutama status keislaman para pemimpin yang berhukum dengan undang-undang buatan manusia.

Mereka adalah sebagian pemuda yang memiliki semangat keislaman, namun mereka tergesa-gesa menghukumi tanpa melakukan pengkajian yang mendalam. Pemikiran ekstrim ini direspon dengan berbagai tindakan, dan salah satu tindakan yang dilakukan untuk memerangi pemikiran teroris ini adalah dengan cara berdialog. Cara ini termasuk cara yang paling efektif untuk memeranginya, karena sebuah pemikiran idealnya dihadapi juga dengan pemikiran.

Berikut ini, kami cuplikkan sebuah kisah tentang ketergesa-gesaan orang-orang Khawarij dalam memvonis hukum kafir dan kedangakalan mereka dalam memahami ayat-ayat Alquran, mudah-mudahan para pemuda yang memiliki semangat dalam berislam bisa mengambil pelajaran dari kisah ini dan terhindar dari pemikiran terorisme yang bermudah-mudahan dalam memvonis kafir seseorang.

Ali bin Abi Thalib mengirim Abdullah bin Abbas kepada orang-orang Khawarij untuk berdialog bersama mereka. Kisah dialog Ibnu Abbas ini dicatat oleh Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitabnya Talbis Iblis sebagai berikut:

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Orang-orang Khawarij memisahkan diri dari Ali radhiallahu ‘anhu, berkumpul di satu daerah untuk memberontak kepada khalifah. Ketika itu, jumlah mereka enam ribu orang.

Semenjak Khawarij berkumpul, setiap orang yang mengunjungi Ali radhiallahu ‘anhu berkata –mengingatkannya–, “Wahai Amirul Mukminin, orang-orang Khawarij telah berkumpul untuk memerangimu.”

Ali menjawab, “Biarkan saja, aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku, dan pasti mereka akan melakukannya.”

Hingga di suatu hari yang terik, saat masuk waktu zuhur aku menjumpai Ali radhiallahu ‘anhu. Aku (Ibnu Abbas) berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tunggulah cuaca dingin untuk shalat zuhur, sepertinya aku akan mendatangi mereka (Khawarij) berdialog.”


Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata, “Wahai Ibnu Abbas, sungguh aku mengkhawatirkanmu!”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, janganlah kau khawatirkan diriku. Aku bukanlah orang yang berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.” Maka Ali pun mengizinkanku.

“Jubah terbaik dari Yaman segera kupakai, kurapikan rambutku, dan kulangkahkan kaki ini hingga masuk di barisan mereka di tengah siang.”

Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma berkata, “Aku benar-benar berada di tengah suatu kaum yang belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh luka bekas sujud, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta (kapalan). Wajah-wajah mereka pucat pasi karena tidak tidur, menghabiskan malam untuk beribadah.”

Kuucapkan salam pada mereka. Serempak mereka menyambutku, “Selamat datang, wahai Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Apa gerangan yang membawamu kemari?”

Aku berkata, “Aku datang pada kalian sebagai perwakilan dari sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, dan juga dari sisi menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (yakni Ali bin Abi Thalib), kepada para sahabat-lah Alquran diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Alquran daripada kalian.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengingatkan tentang kedudukan sahabat Muhajirin dan Anshar dan bagaimana seharusnya prinsip seorang muslim dalam memahami Alquran dan sunnah yaitu mengembalikan kepada pemahaman sahabat yang kepada merekalah Alquran diturunkan, dan merekalah orang yang paling mengerti Alquran dan sunnah. Ibnu Abbas juga menegaskan besarnya kedudukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu di sisi Allah, yaitu menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Begitu mendengar ucapan Ibnu Abbas yang penuh makna dan merupakan prinsip hidup –yang tentunya tidak mereka sukai karena menyelisihi prinsip sesat mereka–,sebagian Khawarij memberi peringatan, “Jangan sekali-kali kalian berdebat dengan seorang Quraisy (yakni Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, pen.). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58)

Ibnul Jauzi kembali melanjutkan kisah ini: Dua atau tiga orang dari mereka berkata, “Biarlah kami yang akan mendebatnya!”.

Ibnu Abbas berkata, “Wahai kaum, beri aku alasan, mengapa kalian membenci menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat Muhajirin dan Anshar, padahal Alquran diturunkan kepada mereka, dan tidak ada seorang sahabat pun yang bersama kalian. Ali adalah orang yang paling mengerti tentang penafsiran Alquran.”

Mereka berkata, “Kami punya tiga alasan.”
Ibnu Abbas mengatakan, “Sebutkan (tiga alasan kalian).”

“Pertama, sungguh Ali telah menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara) dalam urusan Allah, padahal Allah berfirman,
“…Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah …” (Yusuf: 40)

Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan firman Allah Ta’ala. Kata mereka.

Ibnu Abbas menanggapi, “Ini alasan kalian yang pertama. Lalu apa lagi?”

Mereka melanjutkan, “Kedua, sesungguhnya Ali telah berperang dan membunuh, tapi mengapa tidak mau menawan dan mengambil ghanimah? Kalau mereka (orang-orang yang berperang melawan Ali) itu mukmin tentu tidak halal bagi kita memerangi dan membunuh mereka. Tidak halal pula tawanan-tawanannya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bertanya lagi, “Lalu apa alasan kalian yang ketiga?”

Kata mereka, “Ketiga, dia telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya. Kalau dia bukan amirul mukminin (karena menghapus sebutan itu) berarti dia adalah amirul kafirin (pemimpin orang-orang kafir).”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ada alasan selain ini?” Mereka berkata, “Cukup sudah bagi kami tiga perkara ini!”

Bantahan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma atas dangkalnya pemahaman Khawarij

Lihatlah, bagaimana Khawarij mudah memvonis kafir, dan memberontak sekalipun kepada khalifah ar-Rasyid yang penuh keutamaan dan kemuliaan. Alasan-alasan mereka adalah kerancuan yang sangat lemah dan menunjukkan kedangkalan mereka dalam memahami Alquran dan sunnah.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mulai menanggapi, “Ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah menjadikan manusia untuk memutuskan perkara (untuk mendamaikan persengketaan antara kaum muslimin -pen), sebagai jawabannya akan kubacakan ayat yang membatalkan kerancuan kalian. Jika ucapan kalian terbantah, maukah kalian kembali (kepada jalan yang benar)?”

Mereka menjawab, “Ya, tentu kami akan kembali.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyerahkan sebagian hukum-Nya kepada keputusan manusia, seperti dalam menentukan harga kelinci (sebagai tebusan atas kelinci yang dibunuh saat ihram) Allah Subhanahu wa Ta’alal berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan (hukum) dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS. Al-Maidah: 95)

Demikian pula dalam perkara perempuan dan suaminya yang bersengketa, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyerahkan hukumnya kepada hukum (keputusan) manusia untuk mendamaikan antara keduanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.” (QS. An-Nisa: 35)

Demi Allah, jawablah, apakah diutusnya seorang manusia untuk mendamaikan hubungan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara mereka lebih pantas untuk dilakukan, atau hukum manusia perihal darah seekor kelinci dan urusan pernikahan wanita? Menurut kalian manakah yang lebih pantas?”

Mereka katakanlah, “Inilah (yakni mengutus manusia untuk mendamaikan manusia dari pertumpahan darah) yang lebih pantas.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah pertama?” Mereka berkata, “Ya.”

Ibnu Abbas melanjutkan, “Adapun ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah berperang tapi tidak mau mengambil ghanimah dari yang diperangi dan tidak menjadikan mereka sebagai tawanan, sungguh (dalam alasan kedua ini) kalian telah mencerca ibu kalian (yakni Aisyah).

Demi Allah! Kalau kalian katakan bahwa Aisyah bukan ibu kita, kalian telah keluar dari Islam (karena mengingkari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala). Demikian pula kalau kalian menjadikan Aisyah sebagai tawanan perang dan menganggapnya halal sebagaimana tawanan lainnya (sebagaimana layaknya orang-orang kafir), maka kalian pun keluar dari Islam. Sesungguhnya kalian berada di antara dua kesesatan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah ini?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata lagi, “Adapun ucapan kalian bahwasanya Ali telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya, maka (sebagai jawabannya) aku akan kisahkan kepada kalian tentang seorang yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketahuilah, bahwasanya beliau di hari Hudaibiyah (6 H) melakukan shulh (perjanjian damai) dengan orang-orang musyrikin, Abu Sufyan dan Suhail bin Amr. Tahukah kalian apa yang terjadi?

Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ali, “Wahai Ali, tulislah perjanjian untuk mereka.” Ali menulis, “Inilah perjanjian antara Muhammad Rasulullah…”

Orang-orang musyrik berkata, “Demi Allah! Kami tidak tahu kalau engkau rasul Allah. Kalau kami mengakui engkau sebagai utusan Allah tentu kami tidak akan memerangimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah , sungguh engkau mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah. Wahai Ali, tulislah ‘Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdilah…’.” (Rasulullah memerintahkan Ali untukmenghapus sebutan Rasulullah dalam perjanjian, pen.)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia dari Ali, meskipun demikian beliau menghapuskan sebutan rasulullah dalam perjanjian Hudaibiyah…” (Apakah dengan perintah Rasul menghapuskan kata rasulullah dalam perjanjian kemudian kalian mengingkari kerasulan beliau? Sebagaimana kalian ingkari keislaman Ali karena menghapus sebutan Amirul Mukminin?)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Maka kembalilah dua ribu orang dari mereka, sementara lainnya tetap memberontak (dan berada di atas kesesatan), hingga mereka diperangi dalam sebuah peperangan besar (yakni perang Nahrawan).”

Demikian tiga kerancuan pola pikir Khawarij yang mereka jadikan sebagai alasan memberontak dan memerangi Ali radhiallahu ‘anhu. Semua kerancuan tersebut terbantah dalam dialog mereka dengan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Maka selamatlah mereka yang mau mendengar sahabat dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memahami Alquran dan sunnah.

Kemudian dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, Imam Ibnu Katsir melanjutkan kisah ini.

Abdullah bin Abbas membawa mereka ke hadapan Ali bin Abi Thalib di Kufah.

Setelah itu, Ali mengirim utusan kepada orang-orang Khawarij yang tersisa, ia berkata, “Sesungguhnya kalian telah menyaksikan apa yang telah dialami olehku dan orang-orang secara umum. Berbuatlah semau kalian hingga umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersatu. Di antara kita ada sebuah perjanjian, tidak boleh menumpahkan darah yang haram dibunuh, tidak boleh menyabotase jalan dan tidak boleh menzalimi ahli zhimmah. Jika kalian melanggarnya, maka kami akan membalasnya dengan pembalasan yang setimpal. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al-Anfal: 58)

Tidak lama setelah itu, mereka menyabotase jalan, membunuh orang-orang yang tak bersalah, menghalalkan darah ahli zhimmah hingga mereka dikalahkan dalam Perang Nahrawan. Setelah itu mereka membalas dendam dan yang mengakibatkan tewasnya Khalifah ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

(Muhammad Faisal)

Sabtu, 02 Agustus 2014

BEBERKAN PRESTASI, TIFFATUL SEMBIRING DI BULLY "Batak Sinting"

Di akhir-akhir masa jabatan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika RepublikIndonesia periode 2009-2014, Tifatul Sembiring menyampaikan beberapa hal tentang 'jabatan sebagai menteri' dan pencapaian Kemenkominfo yang dipimpinnya.

"Jadi seorang menteri, bagi saya pribadi, bukanlah sebuah kehormatan, melainkan sebuah beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan...," ujarnya lewat akun @tifsembiring, Jumat (1/8/2014)

Soal masa depannya sebagai menteri di periode presiden mendatang, mantan Presiden PKS ini menyatakan tidak akan mengajukan diri.

- Saya tidak akan mengajukan diri jadi menteri. Saya ditugaskan partai dalam KIB ke-2 ini. Saya tidak akan mengemis untuk urusan ini.

- Saya ucapkan Alhamdulillah, jika dibebaskan dari tugas ini. Dan saya ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, saat diberi amanah ini.

- Jadi seorang menteri, bagi saya pribadi, bukanlah sebuah kehormatan, melainkan sebuah beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan...

- Membangun negeri ini tidak harus jadi menteri atau pejabat, banyak hal di luar sana bisa dilakukan untuk negeri tercinta ini.

- Soal nanti ada menteri dari parpol, itu sah2 saja, ini berlaku diseluruh dunia. Tidak ada yang aneh. Ini demokrasi. Tanya Presiden...

- Kami PKS tergabung dalam koalisi Prabowo-Hatta, soal kelanjutannya, tunggu saja. Kalau menang tidak jumawa, kalau kalah mesti diakui.

Menanggapi berbagai kritik (dan hujatan) atas kinerjanya sebagai Menkominfo, berikut jawaban Pak Tif:

- Ttg yang tidak puas dg kinerja saya sebagai Menkominfo, saya ucapkan terimakasih atas segala masuklannya. Saya sendiri juga belum puas..

- Ada kritik yg membangun dan dan bernada menjatuhkan. Saya mengamati ini. Ada yg kebelet sekali jadi menteri. Silakan, bungkus.

- Profesionalitas itu bukan ngaku2, tapi ada prestasi yg bermanfaat, diakui orang lain. Terserah Presiden, sampeyan dipilih atau tidak.

- Menilai keberhasilan seorang menteri bukan oleh orang2 ambisi begini, evaluasi jalanan, semua itu ada ukurannya, tercatat dan terukur.

- Seluruh program2 kementerian itu dalam rangka menjalankan RPJMN, janji-janji kampanye Presiden, program 100 hari, Instruksi2 Presiden..

- ..keputusan2 Presiden, arahan2 Presiden dan Menko2, kerjasama antar kementerian, dan disepakati anggaran dan program kerjanya oleh DPR.

- Bukan asal dikerjakan, ada yang mengawasi dan mengukurnya seperti UKP4, secara administrasi ada pengawasan berjenjang...

- Ada Kementerian PAN dan RB, ada audit BPK, konsultasi dg BPKP, ada penilaian oleh KPK, ada aparat penegak hukum yg mengawasi, ada DPR...

- Jadi bukan asal kerja, ada perencanaan, ada visi misi, kalau ingin mengevaluasi silakan. Bukan keinginan orang perorang, ini negara...

- Banyak yang sudah dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono, banyak yang mensyukuri dan menghargai termasuk lembaga2 dari luar negeri.

- Bahkan Indonesia sekarang masuk dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia, versiWorld Bank. Puas? Tentu belum, masih banyak masalah....

- Untuk Kemenkominfo, sesuai RPJMN, bdg infrastruktur, Alhamdulillah: Hampir seluruh desa di Indonesia sudah masuk telefon(lk 72.000 desa)

- Seluruh kecamatan sudah masuk internet baik 5748 PLIK maupun 1970 MPLIK. Hampir seluruh kota dan kabupaten sudah ada sarana wifi gratis.

- Jaringan fiber optic Palapa Ring, hampir 90% selesai, wilayah coverage hp mencapai 95%, stasiun TVRI dibangun sebanyak 31 stasiun.

- Migrasi sistem televisi dr analog ke digital, PNBP Kemenkominfo naik jadi rp 13,6 Trilyun/thn, anggaran yg dipakai rp 3 trilyun/thn.

- Ajang INAICTA (Indonesia ICT Award) tiap tahun, tlh melahirkan inovator2 baru ICT. Proyek e-learning yg menyambungkan 500 SD, SMP di DIY

- Pembangunan e-health di Sumbar, dimulainya teknologi baru LTE. Open source wajib dipakai di PLIK dan MPLIK, Indonesia OpenSource Award

- ICT pura, Cyber Jawara, ICT Training center UIN, Pusat training TIK Cikarang, ST MMTC di Yogyakarta. Bea siswa S2, S3 IT dan komunikasi.

- Kampanye internet sehat dan aman, kominfo goes to mall, Kartini Next Generation kreatifitas para wanita, PEGI peringkat e-gov Indonesia.

- Soal open BTS, jangan ngaku2 produk sendiri. Ilmuwan itu harus jujur dan ilmiah, ini kreatifitas Harvind Samra dan David Burgess...

- Saya tidak menolak open BTS, tapi karena menggunakan frekuensi, mk harus ada izin spektrum. Ini berlaku bagi semua pihak tanpa kecuali.

- Soal blokir konten, tentu ada mekanismenya. Ada Tim trust positif di bawah Ditjen Aptika, ada aturannya dalam UU dan PP dll.

- Selama ini hal tsb diatur dlm peraturan Dirjen Aptika, lalu dinaikkan jadi PM. Ada aduan masyarakat melalui pengaduan konten negatif.

- Ada lembaga2 yang berwenang meminta pemblokiran, seperti OJK mis?: situs forex yang di black list, LPOM mengenai makanan dan obat2an...

- Dari Kepolisian, dari BNN, ttg hal2 yg membahayakan keamanan negara. Ada mekanismenya, tidak asal blokir, ada sistem yang bekerja.

- Mereka tim trust positif ini mengawasi terus, dan tidak perlu izin menteri untuk memblokir sesuatu yang memang jelas konten negatif.

- Soal situs vimeo memang mengandung banyak konten porno, kita minta kesediaan mrk untuk memblok yg porno2 saja. Belum ada jawaban jelas.

- Soal komik manga, xhamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2...

- Kalau ada yang membuka kembali konten2 internet yg dilarang oleh UU, tentu akan berhadapan dg bagian masyarakat yg anti pornografi.

Di akhir penjelasannya, Pak Tif menghimbau untuk menggunakan social media(socmed) secara positif.

- Terakhir, saya menghimbau seluruh pengguna socmed agar berbicara sopan dan menggunakan sarana ini untuk hal2 yang lebih produktif.

- Banyak manfaat positif spt: untuk penelitian, bisnis, pertemanan, pengumpulan data, promosi daerah dsb. Terimakasih atas atensinya.

Namun sayang, himbauan positif Pak Menteri dari PKS ini langsung dibully dengan kata-kata yang tidak sopan dari akun @radjapea.

"@tifsembiring ni orang menteri PKS atau menteri indonesia sih..batak sinting” tulis akun @radjapea.

"Dihimbau sopan malah begini...," balas Pak Tif.

Astaghfirullah... semoga Pak Tif selalu diberi kesabaran dan pahala yang melimpah atas kinerja dan baktinya untuk negeri tercinta ini.

*by admin @pkspiyungan

BACA JUGA: Patriotisme Tifatul Sembiring Dibalik Satelit BRI

Pantun Tifatul untuk Yang Protes Pemblokiran Situs Porno


Suasana Idul Fitri 1435 H yang penuh kekeluargaan dimanfaatkan Tifatul Sembiring untuk menyapa netizen (pengguna internet) di social media.

Jumat sore kemarin (1/8), Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesiaperiode 2009-2014 ini pun berbagi cerita tentang berbagai hal seputar kinerja kemenkominfo dan hal-hal aktual. Salah satunya yang sering disorot adalah pemblokiran situs-situs porno yang memang sangat gencar dilakukan kemenkominfo era Tifatul Sembiring.

Bagi yang masih protes atas upaya pemblokiran situs porno sebagai upaya menjaga moralitas anak bangsa, bapak 7 anak kelahiran Bukittinggi ini menghadiahi pantun:

Berfoto di tepi kuala kapuas
Bergaya mirip si putri raja
Porno diblokir merasa tak puas
Sila pergi ke laut sahaja...:D

Terkait atas sorotan atas kinerjanya memimpin Kementerian Komunikasi dan Informatika, berikut twit mantan Presiden PKS ini:

- Ttg yang tidak puas dg kinerja saya sebagai Menkominfo, saya ucapkan terimakasih atas segala masuklannya. Saya sendiri juga belum puas..

- Ada kritik yg membangun dan dan bernada menjatuhkan. Saya mengamati ini. Ada yg kebelet sekali jadi menteri. Silakan, bungkus.

- Profesionalitas itu bukan ngaku2, tapi ada prestasi yg bermanfaat, diakui orang lain. Terserah Presiden, sampeyan dipilih atau tidak.

- Menilai keberhasilan seorang menteri bukan oleh orang2 ambisi begini, evaluasi jalanan, semua itu ada ukurannya, tercatat dan terukur.

- Seluruh program2 kementerian itu dalam rangka menjalankan RPJMN, janji-janji kampanye Presiden, program 100 hari, Instruksi2 Presiden..

- ..keputusan2 Presiden, arahan2 Presiden dan Menko2, kerjasama antar kementerian, dan disepakati anggaran dan program kerjanya oleh DPR.

- Bukan asal dikerjakan, ada yang mengawasi dan mengukurnya seperti UKP4, secara administrasi ada pengawasan berjenjang...

- Ada Kementerian PAN dan RB, ada audit BPK, konsultasi dg BPKP, ada penilaian oleh KPK, ada aparat penegak hukum yg mengawasi, ada DPR...

- Jadi bukan asal kerja, ada perencanaan, ada visi misi, kalau ingin mengevaluasi silakan. Bukan keinginan orang perorang, ini negara...

- Banyak yang sudah dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono, banyak yang mensyukuri dan menghargai termasuk lembaga2 dari luar negeri.

- Bahkan Indonesia sekarang masuk dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia, versiWorld Bank. Puas? Tentu belum, masih banyak masalah....

- Untuk Kemenkominfo, sesuai RPJMN, bdg infrastruktur, Alhamdulillah: Hampir seluruh desa di Indonesia sudah masuk telefon(lk 72.000 desa)

- Seluruh kecamatan sudah masuk internet baik 5748 PLIK maupun 1970 MPLIK. Hampir seluruh kota dan kabupaten sudah ada sarana wifi gratis.

- Jaringan fiber optic Palapa Ring, hampir 90% selesai, wilayah coverage hp mencapai 95%, stasiun TVRI dibangun sebanyak 31 stasiun.

- Migrasi sistem televisi dr analog ke digital, PNBP Kemenkominfo naik jadi rp 13,6 Trilyun/thn, anggaran yg dipakai rp 3 trilyun/thn.

- Ajang INAICTA (Indonesia ICT Award) tiap tahun, tlh melahirkan inovator2 baru ICT. Proyek e-learning yg menyambungkan 500 SD, SMP di DIY

- Pembangunan e-health di Sumbar, dimulainya teknologi baru LTE. Open source wajib dipakai di PLIK dan MPLIK, Indonesia OpenSource Award

- ICT pura, Cyber Jawara, ICT Training center UIN, Pusat training TIK Cikarang, ST MMTC di Yogyakarta. Bea siswa S2, S3 IT dan komunikasi.

- Kampanye internet sehat dan aman, kominfo goes to mall, Kartini Next Generation kreatifitas para wanita, PEGI peringkat e-gov Indonesia.

- Soal open BTS, jangan ngaku2 produk sendiri. Ilmuwan itu harus jujur dan ilmiah, ini kreatifitas Harvind Samra dan David Burgess...

- Saya tidak menolak open BTS, tapi karena menggunakan frekuensi, mk harus ada izin spektrum. Ini berlaku bagi semua pihak tanpa kecuali.

- Soal blokir konten, tentu ada mekanismenya. Ada Tim trust positif di bawah Ditjen Aptika, ada aturannya dalam UU dan PP dll.

- Selama ini hal tsb diatur dlm peraturan Dirjen Aptika, lalu dinaikkan jadi PM. Ada aduan masyarakat melalui pengaduan konten negatif.

- Ada lembaga2 yang berwenang meminta pemblokiran, seperti OJK mis?: situs forexyang di black list, LPOM mengenai makanan dan obat2an...

- Dari Kepolisian, dari BNN, ttg hal2 yg membahayakan keamanan negara. Ada mekanismenya, tidak asal blokir, ada sistem yang bekerja.

- Mereka tim trust positif ini mengawasi terus, dan tidak perlu izin menteri untuk memblokir sesuatu yang memang jelas konten negatif.

- Soal situs vimeo memang mengandung banyak konten porno, kita minta kesediaan mrk untuk memblok yg porno2 saja. Belum ada jawaban jelas.

- Soal komik manga, xhamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2...

- Kalau ada yang membuka kembali konten2 internet yg dilarang oleh UU, tentu akan berhadapan dg bagian masyarakat yg anti pornografi.

by: Piyungan

Senin, 28 Juli 2014

Lokalisasi Dolly: Mafia Narkoba, Perdagangan Miras dan Human Trafficking

Menteri Sosial Dr. Salim Segaf Al-Jufrie
Lokalisi prostitusi Dolly di Surabaya, Jawa Timur akhirnya ditutup. Penutupan tempat maksiat yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara itu merupakan kerja keras dari berbagai pihak. Diantaranya, mulai dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Pemda Jawa Timur, Kepolisian dan Kementrian Sosial.

Penutupan tempat prostitusi yang sudah ada sejak 100 tahun lalu ini diharapkan menjadi penggerak bagi propinsi lain untuk mengikuti hal yang sama, yakni menutup lokalisasi.

Awal Juni lalu wartawan hidayatullah.com, Niesky Hafur Permana diterima Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di kantornya, di Gedung Kementrian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Pria berusia 60 tahun ini bicara panjang lebar soal penutupan Dolly. Dari masalah edukasi ke wanita tuna susila sampai program yang dimiliki Kementrian Sosial bagi pembinaannya. Berikut petikan wawancara lengkapnya.

Bagaimana perjalanan lokasi prostitusi Dolly di Surabaya berhasil ditutup?

Awalnya pertengahan Juni 2012 Kementrian Sosial membuat loka karya mengenai Dolly dan tempat prostitusi di Jawa Timur. Pemerintah Daerah Jawa Timur sangat serius sekali untuk menutup lokalisasi yang ada di Jawa Timur dan itu yang membuat kita senang dan semangat.

Kita tahu, Jawa Timur punya pesantren yang banyak, umat islam disana juga banyak. Daerah ini terkenal dengan ulama dan santrinya. Karena itu Dolly harus ditutup

Siapa saja yang bersemangat untuk menutup Dolly?

Gubernur, wali kota, bupati semua serius. Kalau daerah yang tidak semangat, kita juga lamban. Kita ingin tau keseriusan mereka maka kita buat workshop. Saat itu saya yang membuka,saya yang menjadi keynote spekaer. Yang hadir banyak, LSM akademisi, MUI,dan yang konsern masalah anak dan yang peduli terhadap wanita

Apa yang dirundingkan saat itu?

Setiap yang keluar dari sini tau apa yang harus dilakukan dan punya tanggung jawab, Tugas kita bagi. Kepala daerah harus tahu. Selain itu harus tau kapan ditutupnya, harus ada yang menantang. Kalau rencana ditutup dalam 20 tahun lagi itu tidak menantang namanya

Waktu itu saya katakan, kalau diakhir 2013 Dolly dan Jarak bisa ditutup itu bagus sekali atau awal 2014. Itu jelas kan endingnya.

Selain Dolly, di Jawa Timur apakah ada lokalisasi yang ditutup juga?

Setelah workshop 2012 itu, di daerah Jawa Timur ada yang menutup tempat prostitusi juga,jadi bukan dalam hitungan tahun, tapi dalam waktu 4-5 bulan. Seperti lokalisasi di Banyuwangi, Tulungagung, Malang dan Surabaya juga mulai bertahap, karena Surabaya itu ada enam tempat.

Bagaimana masalah edukasi ke masyarakat?

Waktu itu saya katakan, untuk menutup Jarak dan Dolly harus secara persuasif. Perlu perencanaan yang matang, alhamdulilah berjalan lancar. Masyarakat sekitar dan wanita tuna susila setelah ditutup harus mandiri. Harapan kita mereka bisa menjadi wanita yang baik,solehah, kita tidak merendahkan. Jelas, mereka melakukan itu karena tuntutan ekonomi.

Apakah dampak-dampak dari tempat prostusi yang ada?

Ketika kita pelajari, di lapangan mereka itu dililit hutang dan tidak bisa keluar. Oleh mucikari, mafia dan kelompok tertentu. Kalau kita lihat, di sana itu juga mengarah pada human trafficking atau perdagangan manusia. Yang membahayakan juga adalah tumbuh kembang anak-anak.

Selain itu, lokasi prostitusi ini kan ada di pemukiman masyarakat, kita lihat di video-video yang diberikan LSM, anak usia 8-9 tahun itu melakukan prilaku orang dewasa. Mau jadi apa itu anak-anak. Tapi, ada juga anak-anak yang terkondisikan dengan bagus dan itu berkat kerja teman-temen di LSM dan mahasiswa. Mereka itu yang sudah terkondisikan cemas kalau mendekati lebaran, karena ‘mereka’ datang lagi dan mereka stress. Karena suara bising,pakaian tdk senonoh dan dipajang di etalase.

Apa yang dilakukan Kementrian Sosial menghadapi masalah ini?

Tupoksinya adalah pendampingan, memberikan modal usaha supaya mandiri dan jaminan hidup juga. Karena, kalau usaha itu kan tidak langsung menghasilkan. Maka dari itu kita berikan jaminan hidup, memang tidak besar, Rp1,8 juta. Selain itu diberikan juga modal usaha Rp3 juta dan transport Rp250 ribu. Kita juga adakan pekerja sosial. Dalam waktu dekat ini Kemensos kerjasama dengan BEM di Jawa Timur. Kita juga libatkan LSM. ormas islam, para dai untuk maslaah ruhani, semua dilibatkan.

Apa harapan Anda setelah ditutup?

Pendampingan pemberadayaan ekonomi dan itu penting. Ekonomi mereka kedepan harus sejahtera. Kita juga berharap daerah yang sudah punya otonomi daerah , mereka harus menangani masalah ksehjateraan hidup sosial mereka. Kita ingatkan mereka. Tujuan Negara ini kan bkn hanya pembangunan jalan dan sebagainya, tapi juga masalah kemiskinan, ini sesuai UUD 45. Jika ini sudah terwujud maka kita harus lakukan perubahan,apalagi penyebab ini kemiskinan.

Ada penghuni yang menolak Dolly ditutup, karena nanti dia akan menyebar di daerah masing-masing, bagaimana tanggapan Anda?

Alasan itu memang sering mereka katakan. Kalau kampung halaman mereka iya, tapi kalau di jalanan tidak mungkin, karena memang di belakang mereka ini ada mafia narkoba, perdagangan miras, human trafficking, kalau sampai kececeran menurut saya itu kegagalan yang fatal dan kita pasti tidak setuju dengan cara itu. Kita angkat martabat wanita dan ingatkan, jangan karena kemiskinan sampai jual diri, dimana kehadiran negara kalau sampai kejadian itu? Kita harus bergandengan tangan menangani ini.

Kemsos sendiri telah menyiapkan, ketika lokalisasi ditutup jangn sampai mereka kembali miskin. Tapi mengembalikan mereka pada kehidupan yang sehat.

Bagaimana dengan masyarakat yang menolak?

Yang menentang itu pasti ada dan itu yang mempunyai kepentingan. Ada penjual minuman yang ketakutan siapa yang membeli dagangannya ketika tutup, dan itu dimanfaatkan kelompok yang punya kepentingan tersebut. Yang demo kemarin juga banyak dari luar.

Selanjutnya daerah mana lagi yang kan ditutup lokasi prostitusi?

Sudah banyak daerah yang minta kepada kita, agar lokasi prostitusi di daerahnya ditutup. Jatim sendiri masih ada 23 tempat, nah yang 23 ini sudah tinggal tutup aja karena ini kecil. Kita akan bantu, kita cari solusi.

Di propinsilain ada, tapi tidak sebesar di Jawa Timur. Daerah yang punya otonomi daerah harus serius untuk menutup. Di Indonesia ada titik-titik prostitusi,kita khawatir kalau WTS situ tidak dibina dengan baik mereka akan kembali lagi.


Salah satu gang di kawasan Dolly


Apakah harus ada regulasi khusus yang berkaitan dengan masalah tempat prostitusi ini?

Itu yang kita harapkan dari wakil rakyat, membuat UU terkait itu. Mereka harus aktif, jangan malah mendukung. Semua agama melarang hal itu, apalagi kita mayoritas muslim. Apa kita nunggu di azab dulu baru kita sadar. Nah, sebelum azab turun sadarlah. Ketemu orang wajah mereka ditutup, nggak mau ketahuan anak-anak.Bahkan mereka ada yang punya suami. Apakah hasil dari kemerdekaan ini?

Apakah benar, Dolly ini selama ini dipertahankan karena merupakan pemasukan bagi negara?

Negara apa yangg mengambil pajak dari tempat prostitusi, saya tidak yakin negara mengambil pajak dari situ.Mungkin alasan lain adalah, daripada berada dimana-mana lebih baik ditampung. Atau penanganan HIV Aids, tapi ini kan melanggar sila pertama Pancasila. Kalaupun ada income yang masuk ke negara, ini tidak sesuai dengan kehancuran moral anak-anak di sana.

Banyak WTS yang khawatir tidak bisa bekerja jika dolly ditutup, bagaimana tanggapan Anda?

Saya pernah tanya, mereka mengaku penghasilan dari 4 juta-8 juta perbulan. Saya katakan, kalau begitu kenapa jadi WTS sampai 5 tahun, nggak satu tahun saja lalu pulang kampung punya modal dan usaha. Koq masih disitu saja. Mending satu juta perbulan tetapi berkah, hidup bareng anak, bersama suami.

Apakah ini Pekerjaan Rumah untuk presiden selanjutnya?

Iya. Tugas negara adalah menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran moral.*


Rep: Niesky Abdullah

Editor: Cholis Akbar

Bukti Video: PPS Coblosi Surat Suara Untuk Jokowi di Papua, Pantas Saja Menang!


Beredar video amatir yang menunjukkan tindakan kecurangan di salah satu TPS di Kabupaten Sarmi, Papua. Dalam video tersebut terlihat semua petugas TPS sedang membuka semua kertas suara dan melakukan pencoblosan terhadap calon di sebelah kanan atau calon nomor 2, Joko-Kalla. Sementara masyarakat tidak bisa mencoblos karena surat suara sudah dicoblos oleh petugas TPS.

Video yang berdurasi selama 1:13 menit itu, diunggah ke Youtube pada hari Rabu (23/7) oleh akun Safatah Purwanoto. Video ini sendiri diketahui diambil oleh seorang masyarakat yang tidak bisa mencoblos karena tingkah laku petugas TPS.

Berbagai komentar muncul menanggapi munculnya video tersebut. Seperti Rais Utomo yang mengatakan "Jelas Terencana". Atau akun Dwi Pratiwi yang mengatakan "ahhh.. ini pasti fitnah.. *begitulah kata mereka".

Akun Kusuma Nanda bahkan mengatakan: "Pemilu yang cacat, menghasilkan presiden dan wapres yang cacat... kalo diterusin akan bikin negara cacat. Dukung prabowo dan SBY untuk menegakkan keadilan, menang atau kalah yang penting tidak dia menutup mata."

Sebelumnya diberitakan, berbagai kecurangan yang massif dan sistematis diduga terjadi di Papua. Bahkan ada Kabupaten yang tidak melaksanakan pencoblosan namun rekapitulasi KPUD menyatakan Joko-Kalla menang.

Video amatir tersebut dapat anda saksikan di sini:


atau;

*sumber: intriknews

POLITISASI AGAMA, ISTRI JOKOWI LEPAS JILBAB SETELAH PILPRES


Ibu Iriana Jokowi tanpa jilbab tertawa disamping suami saat mudik lebaran (foto: antaranews)

Apa komentar rakyat Indonesia melihat Iriana Jokowi melepas jilbab atau hijab? Bagi Anda yang ingin tahu aneka komentar dan kritik kepada Iriana akibat ulahnya yang menanggalkan jilbab, maka Anda bisa baca di bawah ini.

Komentar di dapat dari sumber rmol.co yang semuanya rata-rata pengguna akun Facebook. Menurut pengamatan silontong, banyak rakyat Indonesia yang kecewa dengan Iriana membuka Jilbabnya. Namun tidak sedikit juga yang sudah menduga hal itu sejak awal Iriana mengenakan jilbab dalam beberapa acara yang lalu. Politisi Marrisa Haque juga sudah menduga bahwa istri Jokowi pakai jilbab untuk pencitraan saja.

Akhirnya betul apa yang diduga oleh Marrisa Haque. Hal yang sama juga sempat di publikasikan oleh silontong, (Baca lengkap disini).

Nah, baiklah berikut ini adalah beberapa komentar kepada Iriana yang sudah membuka jilbabnya untuk waktu yang belum tahu sampai kapan.

Idrus Shahab Shahab
“Itu namanya Jilbab bohong-bohongan. Belum apa-apa sudah bohongi rakyat Indonesia, khususnya ummat Islam, gimana itu? “

Bram Yud
“Parah…gk sudi gw atau yg lainnya punya presiden ky Lo,Wi!!”

Henry Nugroho
“Ya itukan taktik sebuah faham. Utk mengelabuhi umat muslim.”

بو بشرا الجاوي · University of Indonesia
“Pikirannya pendek. Sependek hatinya.”

Agus Widiarto · Program Director at Center for Indonesian Reform (CIR)
“Mereka bilang, Tim Prabowo Hatta bawa2 agama, tp yg ini namanya apa ya? Jualan agama ya?”

Muhammad Yamin · Works at Self-Employed
“itulah tanda tanda orang munafik”

Akbar Shidieq · Top Commenter · Taman Siswa
“Hehehe baru tau ya,…..jilbabnya hanya alat untuk kampanye,..salah satu..sarana paling mujarab untuk ngebohongin umat islam,……gitu aja kok repot,…hehehehe”

Non Lily Kareem
“Ku pikir dlu pake jilbab karena allah (khusnudzon) ternyata eh ternyata utk menarik simpati rakyat indonesia yg mayoritas islam supaya suami si manusia setengah dewa joko widodo menang pilpres, karena haus jabatan. Contoh pemimpin2 akhir jaman!”

Amy ·
“Blom apa2 Allah sdh memperlihatkan tabiat yg sebenarx! Suami istri sm! Cm mo pencitraan! Ga ada niat karena Allah”

Januar Pempri
“Pencitraaan la….”

Bagaimana dengan komentar Anda?

(sumber: silontong.com)

Dari rangkaian peristiwa ini sangat nyata dan terang benderang bahwa istri jokowi hanya menjadikan jilbab sebagai tameng untuk merebut hati umat Islam, alias politisasi agama, setelah gini yaaa.... dicampakkan. Dan memang tidak heran, karena selama ini PDIP sebagai parpol pengusung juga terkenal tidak mengakomodasi kepentingan umat Islam.


Hacker Beberkan "Kecurangan" Sistem IT KPU Menangkan Capres Tertentu



Security Audit Sistem IT KPU Pilpres 2014
Perkenalkan. Nama saya A. Tanpa nama belakang.

Saya lahir di Indonesia. Sebagai CEH, profesi saya konsultan keamanan jaringan komputer.

Baru tahun ini saya mengikuti berita-berita dan ikut memilih di Pemilu Presiden Indonesia.

Hari ini 23 Juli 2014. Saya membaca berbagai tulisan orang. Banyak yang bertanya: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya mungkin punya jawabannya. Mungkin. Tulisan saya mungkin menjawab pertanyaan. Mungkin juga malah membuka banyak pertanyaan baru.

Namun sebelumnya mohon maaf. Saya bukan penulis. Mohon maaf jika bahasa saya kurang baik. Saya coba sampaikan dengan singkat dan efektif.

Tulisan ini saya tujukan untuk anda-anda yang penasaran.

Juga untuk calon presiden terpilih, pak Jokowi. Agar nanti sistem IT Pemilu 2019 bisa lebih baik dari sekarang. Agar tidak ada lagi yang teriak curang.

Juga untuk calon presiden tidak terpilih, pak Prabowo. Karena anda pasti penasaran. Juga untuk presiden sekarang, pak SBY. Siapa tahu, bapak juga penasaran.

Juga untuk para perancang dan admin sistem IT Pemilu 2014: Raden Santoso, Nanang Indra, Utian Ayuba, Andy Nugroho, Yoga Dahirsa, Muhammad Hafidz dkk.

Tentunya juga untuk pada anggota KPU: Husni Kamil Malik, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Sugit Pamungkas dkk.

Anggap saja ini sumbangan saya. Untuk bahan pelajaran bersama. Agar Indonesia lebih aman. Indonesia hebat. Indonesia bangkit.


7 April 2014
Di 7 April 2014. Saya mengamati ada fenomena menarik.

Hacker dan cracker juga punya hak pilih. Punya hak berpolitik. Juga punya hak berkampanye mendukung nomor satu atau nomor dua.

Begitu besar semangat para hacker dan cracker dalam Pemilu Presiden 2014 ini. Sebagian besar dukung nomor dua. Walau juga ada yang dukung nomor satu.

Ini kesimpulan saya setelah melihat begitu banyak iklan capres di Google dan YouTube. Iklan yang baik-baik saja. Juga iklan yang tidak baik-baik saja.

Padahal tidak boleh ada iklan capres di kedua situs ini. Google melarang iklan politik di Indonesia. Dalam bentuk apapun. Namun...

Mereka pasti menyadari kemampuan Google dalam menyaring dan memblokir iklan terbatas. Celah ini yang diekploitasi.

Ada juga yang begitu bersemangat, banyak situs orang diretas, diubah jadi halaman untuk promosi atau menjelekkan yang tidak didukungnya.

Mereka berusaha untuk mempengaruhi persepsi. Persepsi mempengaruhi hasil.

Usaha mereka membuat saya bertanya. Selain menyebarkan informasi untuk mempengaruhi presepsi, apa lagi yang bisa mereka lakukan?

Dapatkan hacker dan cracker simpatisan capres meretas sistem IT KPU? Dan mempengaruhi hasil secara langsung? Saya mencobanya.


Celah Keamanan # 1: Email Anggota KPU
Untuk memahami bagaimana cara kerja sistem IT KPU saya perlu informasi dari dalam. Saya mulai dari mencari alamat email anggota-anggota KPU.




Saya menemukan dokumen ini semua alamat email komisioner KPU yang aktif digunakan ada di dokumen ini. Enam dari tujuh menggunakan email gratisan.

Saya jadi bertanya. Mengatur pemilu bukan pekerjaan main-main. Kenapa gunakan email gratisan yang mudah diretas? Apa mungkin disengaja?

Ferry Kurnia sepertinya adalah yang paling muda dari tujuh anggota KPU. Biasanya yang paling muda adalah yang paling terlibat untuk urusan IT.

Saya kirimkan satu email phishing ke Ferry. Tidak sampai dua jam, saya sudah bisa akses dan membaca semua email yang pernah diterima dan dikirimkan.

Apa yang saya temukan membuat saya bingung. Saya yakin para anggota KPU, dan para perancang sistem IT KPU bukan orang sembarangan.

Namun mereka seperti membuat semuanya begitu mudah untuk seorang yang punya niat seperti saya untuk masuk ke sistem IT KPU.


Celah Keamanan # 2: Berkirim Username dan Password di Email
Hal pertama yang saya lakukan ketika membuka boks email salah satu anggota KPU adalah mencari kata "password". Saya sungguh terkejut.

Saya langsung dapat password ke SILOG. Sistem Logistik.




Saya juga dapat password ke Dropbox yang dipakai untuk simpan copy data pemilih seluruh Indonesia.




Dapat juga password ke sistem real count KPU. Ya. Ternyata KPU memiliki sistem real count yang entah mengapa tidak ditampilkan di websitenya sehingga publik harus menghitung sendiri seperti di website kawalpemilu.org.




Dapat juga password untuk mengelola website KPU. Dapat juga password untuk SIDALIH, sistem data pemilih. Dapat juga password untuk banyak sistem lainnya.

Ini juga membuat saya bingung. Berbagai password dikirimkan begitu saja oleh admin melalui email. Apakah ingin memudahkan hacker untuk masuk sistem?

Catatan: Banyak password di screenshot ini masih digunakan... Jadinya saya hidden ya... Maaf kalau jadi penasaran.


Celah Keamanan # 3: Ada Google Docs Daftar Username dan Password
Betapa terkejutnya saya. Email ini benar-benar di luar logika dan cara berpikir saya. Saya temukan satu email yang dikirimkan oleh admin sistem IT KPU kepada semua anggota KPU. Isinya GOOGLE DOCS dengan daftar semua password sistem IT KPU.

Saya jadi benar-benar curiga, para admin dan anggota KPU memang ingin memudahkan hacker dan cracker untuk masuk ke sistem IT KPU.

Apalagi...


Celah Keamanan # 4: Pola Password Mudah Ditebak
Sebagai contoh, ini password SSH ke website KPU yang pernah digunakan: 4dm1n80njol@w1w1k. Username: kpuadmin.

Password root shell/MySQL: m3rd3k41945!

Banyak password sistem IT KPU menggunakan pola yang sama. Apakah agar mudah diingat... Atau agar mudah diretas. Maaf jika saya berpikir yang tidak-tidak, karena saya dilatih untuk mencermati pola.


Celah Keamanan # 5: Semua Anggota KPU Bisa Edit Daftar Pemilih Sesuka Hati
Ini adalah Sistem Data Pemilih (SIDALIH) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur nama-nama yang masuk ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).





Penambahan atau pengurangan nama-nama pemilih dapat dilakukan dari sistem ini. Ini krusial karena di Indonesia pemilih dapat memilih cukup berbekal undangan tanpa perlu KTP.



Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit DPT sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Keputusan hak edit ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah pemilih. Mengurangi atau menambahkan.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya... Bisa saja menambahkan pemilih baru... atau mengurangi pemilih di daerah-daerah tertentu.

Mereka yang belum bisa memilih, bisa diberikan hak untuk memilih. Mereka yang diketahui akan memilih calon tertentu, bisa dicabut hak memilihnya... Dengan mudah. Sangat mudah.

Apalagi untuk setiap entri... Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Celah yang membahagiakan... Bagi siapapun yang punya niat tidak baik.


Celah Keamanan # 6: Semua Anggota KPU Bisa Edit Jumlah Pengiriman Kertas Suara Sesuka Hati
Sistem Logistik (SILOG) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur distribusi surat suara ke semua daerah / TPS. Penambahan atau pengurangan pengiriman kertas suara dapat dilakukan dari sistem ini.





Pertanyaan saya mengenai SILOG ini sama dengan SIDALIH.

Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit logistik pemilu seperti kertas suara sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Maaf kalau ini seperti mengulang. Keputusan ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah kertas suara.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya... Bisa saja mengirimkan kertas suara lebih ke daerah-daerah tertentu. Sangat mudah.

Apalagi seperti di SIDALIH... Untuk setiap entri... Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Apresiasi: Sistem Scan Formulir C1



Dalam membuat tulisan ini, saya merasa saya harus adil. Jika ada celah keamanan, saya sampaikan. Jika ada best practice yang dilakukan, saya apresiasi.

Sistem scan formulir C1 yang dibuat oleh tim KPU menurut saya sangat bagus. Antarmuka aplikasi didesain sederhana, tidak banyak isian. Ini pastinya membantu meningkatkan penggunaan sistem.

Presentasi C1 di web pilpres2014.kpu.go.id juga bagus. Sederhana dan mudah digunakan oleh siapapun.

Pengelolaan C1 ini membuat persepsi kalau pemilu berlangsung dengan jujur dan adil. Hampir tidak mungkin mempengaruhi hasil pemilu jika scan C1 sudah terkumpul semua di server KPU.

Namun saya punya pertanyaan. Pertanyaan cukup besar. Admin membuat aplikasi real count, khusus untuk pada anggota KPU di alamat http://103.21.228.33/internal - kenapa data ini tidak dibuka ke publik?

Kenapa memaksa publik untuk melakukan gotong royong entri data dari ratusan ribu formulir C1? Padahal real count nya sudah ada...

Sekedar pertanyaan selewat saja. Mungkin ada penilaian sendiri...


Kesimpulan
Kembali ke pertanyaan awal: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya tidak tahu. Terlalu banyak daerah, terlalu banyak TPS, terlalu banyak nama pemilih untuk dapat mengetahui permainan dengan SILOG atau SIDALIH.

Namun dua hal yang pasti:

Pertama: Siapapun yang bisa punya akses ke SILOG dan SIDALIH dan punya niat untuk memenangkan calon nomor satu atau nomor dua, terutama sebelum bulan Mei 2014, dan punya kemampuan koordinasi dengan tim sukses di lapangan (TPS TPS, desa-desa mana saja yang perlu dilebihkan kertas suara... Nama-nama apa saja yang perlu ditambahkan atau dikurangi dari sistem) dapat sangat mempengaruhi hasil Pemilu Presiden 2014.

Kedua: Sama sekali tidak sulit untuk mengakses semua sistem IT KPU. Malah saya curiga... Seperti dibuat begitu mudah bagi hacker dan cracker yang ingin masuk. Ada apa?

Semoga bukan kenapa-kenapa. Semoga celah-celah keamanan yang saya tulis disini... Adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Karena siapa yang punya akses ke sistem IT KPU... Bisa mempengaruhi siapa yang terpilih jadi presiden.

Presiden yang punya kuasa akan negara 250 juta penduduk. Anggaran 2.000 triliun. 600.000 tentara. Perputaran uang hampir 10.000 triliun.

Karena kalau memang disengaja...

Sangat mudah... Bisa ada ratusan... Ribuan... Mungkin jutaan pemilih "baru". Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SIDALIH.

Bisa juga ada ratusan... Ribuan... Mungkin jutaan kertas suara yang "kebetulan lebih". Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SILOG.

Maaf jika tulisan ini jadi menimbulkan pertanyaan baru.

Demikian tulisan saya. Semoga ini bermanfaat.

A.

*Catatan kaki: Saya seorang hacker. Bukan cracker. Saya melakukan audit ini karena penasaran. Bukan karena ada niat tidak baik.

Namun undang-undang Indonesia tidak membedakan. Untuk menghindari kemungkinan pidana... I wish to remain anonymous.

(sumber: http://audit-kpu.blogspot.com/2014/07/security-audit-sistem-it-kpu-pilpres.html)

Jumat, 11 Juli 2014

LEMBAGA SURVEY YANG MENANGKAN JOKOWI-JK DIISI OLEH TIMSES SENDIRI ..?

Jokowi didaulat menjadi pemenang Pilpres oleh beberapa lembaga survei. Mengaku kredibel, beberapa lembaga survei ini meyakini quick count (QC) mereka tak akan beda jauh dengan hitungan KPU, 22 Juli nanti. Tapi, riwayat dan hal lain terkait lembaga ini menghalangi kita untuk mempercayai klaim besar lembaga-lembaga ini.

1. SMRC : tokohnya Saiful Mudjani. Doktor lulusan universitas Ohio ini pendukung berat Jokowi. dukungannya tak tanggung-tanggung, ia mengakui bagi2 uang utk Jokowi di Banten
http://nasional.kompas.com/read/2014/06/11/2016450/Saiful.Mujani.Benarkan.Bagi-bagi.Uang.Usai.Kampanye.untuk.Jokowi

2. Indikator: tokohnya Burhanuddin Muhtadi. Burhan adalah anak buah Saiful Mujani di Lembaga Survei Indonesia. Diduga, SMRC dan Indikator, adalah dua nama yang berisi orang-orang yang sama.
3. Lingkaran Survey Indonesia : tokohnya Denny JA. Denny adalah tim sukses Jokowi
Bukti:
http://m.antaranews.com/berita/434407/denny-ja-dukung-jokowi-karena-ideologi

4. CSIS : Bukan lembaga survey yang diakui oleh KPU utk melakukan quick count dan lembaga ini adalah lembaga yang mendukung Jokowi.

5. Cyrus : lembaga quick count yang tdk pernah teruji dalam quick count2
Patron: Hasan Batupahat, yang tak lain Tim sukses Jokowi (Koordinator “Komunitas Kopi”)

http://politik.rmol.co/read/2014/06/27/161339/Agus-Gumiwang-Hadiri-Deklarasi-Laskar-Biji-Kopi-Dukung-Jokowi-JK-

6. Litbang Kompas: lembaga survei Gramedia Grup milik Jacob Oetama ini adalah pendukung Jokowi-JK yg konsisten. Kebijakan redaksi media di bawah Gramedia Grup terus mengangkat pencitraan Jokowi dan mendowngrade citra Prabowo-Hatta lewat isu HAM yg tdk pernah disoal Kompas saat Prabowo maju sebagai cawapres Mega di 2009.

7. Sekarang ada ribut-ribut tentang perlunya mengaudit lembaga survei. Nama lembaganya asosiasi surveyi Persepi. Tapi, ketua Persepi sendiri adalahAndrinof Chaniago yang tak lain timses Jokowi; bagaimana bisa mengaudit, jika ketuanya sendiri bukan orang netral.

Pangkal masalah QC yang dibuat lembaga survei (yang katanya kredibel) memenangkan Jokowi-JK
· LSI Deny JA, Konsultan Politik Merangkap Tim Sukses Jokowi-JK.
· SMRC Siful Mujani, Konsultan Politik Merangkap Tim Sukses Jokowi-JK
· Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, lembaga survey merangkap Tim Sukses Jokowi-JK.
· CSIS Soyan Wanandi, Konsultan Politik Merangkap Tim Sukses Jokowi-JK
· Litbang Kompas, Konsultan Politik Merangkap Tim Sukses Jokowi-JK
· POLMARK Eep Saifullah Fatah, Konsultan Politik Merangkap Tim Sukses Jokowi-JK.

Dengan data di atas, tak heran jika lembaga dan orang-orang yang katanya kredibel itu mengunggulkan Jokowi. Hasil survei yang mereka rilis meragukan, sebab mereka menjadi bagian dari objek yang mereka teliti. Kita sama mengetahui kalau data kuantitatif ini bisa saja dikotak-katik sewaktu-waktu.
Bukti hal ini sudah banyak kita ketahui, seperti data kemiskinan, data kesehatan, bahkan data kependudukan juga selalu bermasalah.
Sekian.

Sumber: politik.kompasiana.com, dll

Kamis, 10 Juli 2014

Tanpa Embel Revolusi Mental, Koalisi Merah Putih Galang Solidaritas untuk Palestina


Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq mengimbau warga negara Indonesia tidak larut dalam situasi saling klaim kemenangan calon presiden versi hasil perhitungan cepat lembaga survei.

Masyarakat, kata dia, sebaiknya menggalang solidaritas untuk masyarakat Palestina.

"Kita sebaiknya tidak terus larut pada urusan domestik dalam negeri saja terkait Pilres ini. Tetapi juga perlu membangun solidaritas untuk saudara kita di Palestina, Gaza yang kini tengah menghadapi agresi militer Israel secara brutal," ujar Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 10 Juli 2014.

Menurutnya, Indonesia telah mendukung kemerdekaan Palestina dan penghapusan penjajahan di muka bumi. Hal ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Atas dasar itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, tujuh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih akan memberikan bantuan kemanusiaan, peran diplomatik, dan dukungan moril untuk warga Palestina.

"Sehingga pembentukan Koalisi Merah Putih ini tidak semata terkait politik domestik semata, tetapi juga memiliki misi jauh ke depan untuk hal-hal nyata dalam bidang kemanusiaan," jelasnya. 

(adi/viva/islamedia)

Prabowo-Hatta Menang di Kandang Banteng Majalengka Data 100% TPS


Kabupaten Majalengka merupakan basis utama PDIP di Jawa Barat. Pemilihan bupati dimenangkan oleh PDIP, begitu pula pemilu legislatif 2014 kemarin PDIP menang telak. Tak heran kalau beberapa survei Pilpres menyebutkan Majalengka akan dimenangkan pasangan Jokowi-JK.

Namun ternyata di hasil Pilpres 2014 menunjukan pasangan Prabowo-Hatta mampu menaklukkan kandang banteng.

Berdasar data real count 100% TPS yang telah dihitung Tim Tabulasi DPD PKS Majalengka, dari 724680 suara sah, Prabowo-Hatta memperoleh 385960 suara (atau 53,26%), sedang Jokowi-JK harus puas dengan perolehan 338720 suara (46,74%).

Hasil ini cukup mengagetkan dan diluar prediksi.

Rabu, 09 Juli 2014

Real count PKS: Prabowo-Hatta 52,3%, Jokowi-JK 47,7%


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditunjuk sebagai pihak yang mengamankan suara di TPS seluruh Indonesia bagi pasangan Prabowo-Hatta. Hasil realcount sementara, pihaknya ungguli Jokowi-JK. Ini tidak luput dari pengalaman PKS dalam mengamankan suaranya sejak pemilu 2004 lalu, Saksi-saksi PKS yang terkenal militan dan memiliki data lengkap merupakan saksi yang paling diperhitungkan dalam perpolitikan Nasional, bahkan kerap menyelamatkan suara calon-calon diluar partainya sendiri.

Wasekjen Partai Demokrat Syofwatillah Mohzaib mengatakan, informasi terkini dari penghitungan manual di 270 ribu TPS, Prabowo-Hatta unggul. Dia tak percaya dengan hitung cepat lembaga survei yang menyatakan Jokowi-JK sebagai pemenang. Syofwatillah pun mengutip data dari PKS.

"Menurut Pusat Tabulasi Data Tim Saksi (PKS) Prabowo-Hatta data hasil perhitungan oleh saksi (C1)yang bertugas di 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia Pasangan nomor 1 (52,3 persen) pasangan nomor 2 (47,7 persen)," kata Syofwatillah dalam pesan singkat, Rabu (9/7).

Dengan hasil demikian, ia mengimbau agar para relawan dan simpatisan tetap mengawal proses distribusi dan penghitungan surat suara hingga ke KPU. KPU sendiri dijadwalkan akan mengumumkan hasil realcount pada 22 Juli nanti.

"Realcount Prabowo-Hatta menang. Mohon pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta terus mengawal dan memantau kotak suara diseluruh daerah, sampai final perhitungan nasional," tegas Anggota Komisi VIII DPR ini.

www.merdeka.com