Jumat, 07 Februari 2014

KETIKA MONYET JADI PELACUR, Astaghfirullahal Adziim

                                                                                     Pony, Orang utan yang di jadikan PSK

CATATAN JURNALIS - Sebuah berita lama terangkat kembali lantaran ramai di jejaring sosial Twitter. Orangutan asal wilayah Kerengpangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah dijadikan pelacur melayani nafsu bejat banyak lelaki di tempat itu.

Situs vice.com melaporkan peristiwa ini terjadi lima tahun lalu (2007). Pony nama orangutan itu hidup di tengah-tengah lokalisasi di Kerengpangi. Dia dipelihara oleh seorang gundik tidak disebutkan namanya. Sekitar umur lima tahun Pony mulai diajarkan melayani para pencari kenikmatan.

Berdasarkan wawancara vice.com dengan direktur Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo Michelle Desilets, keadaan Pony sangat mengenaskan saat diselamatkan dari tempat prostitusi itu. Dia dirantai, tiduran di atas matras, dan semua bulunya dicukur.

Pony seolah telah dilatih menjadi pelacur. Jika ada lelaki berjalan mendekatinya dia langsung bergaya seperti menjajakan diri. Gundiknya mengatakan Pony menjadi bintang di rumah bordilnya. Pendapatan gundik itu jadi berlipat-lipat dan dia pun dianggap sebagai keberuntungan sebab si gundik selalu menang judi togel jika ada Pony.

Para tamu pun menyukai Pony. Mereka bisa saja memilih pelacur manusia namun banyak juga bercinta dengan orangutan itu. Agar nyaman seluruh bulu Pony digunduli. Pony jadi sering digigit nyamuk dan kulitnya iritasi bahkan berjerawat.

Butuh tahunan menyelamatkan Pony dari tempat itu. warga lokal tidak menyerahkan Pony begitu saja pada Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo. Mereka menghadang dengan senjata, dan pisau beracun.

Saat Pony direbut dari gundiknya, sang gundik histeris dan menyebut para pegiat sebagai binatang tidak berperikemanusiaan sebab telah memisahkan seolah ibu dan anak. "Paling membuat saya miris, tidak ada hukum di Indonesia mengatur hal ini. Mereka masih bebas berkeliaran tanpa dihukum atas apa yang mereka lakukan," ujar Desilets.

Meski berita lama namun penggemar Twitter banyak baru mengetahuinya. Banyak orang mengatakan manusia memang sudah sakit di segala tingkatan. (cj.mdk)

http://cjurnalis.blogspot.com/2013/09/kisah-pelacur-orangutan-di-rimba-borneo.html

Kamis, 06 Februari 2014

Empat Kader PKS Memimpin 62 Juta Penduduk Indonesia

Dengan terpilihnya H. Abdul Ghani Kasuba sebagai Gubernur Maluku Utara, kini 4 kader PKS hadir memimpin negeri. Mereka memimpin dan mengayomi 2 dari 10 provinsi di pulau Sumatera, 1 dari 6 provinsi di pulau Jawa, dan 1 dari 2 provinsi di pulau Maluku. Ini artinya PKS memimpin 4 dari 34 provinsi  di Indonesia. Berikut nama-nama Gubernur kader PKS:
H. Ahmad Heryawan, Lc. (Gubernur Jawa Barat)


Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi., M.Sc. (Gubernur Sumatera Barat)


H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si. (Gubernur Sumatera Utara)


H. Abdul Ghani Kasuba (Gubernur Maluku Utara)

Dilihat dari aspek jumlah polpulasi, total populasi dari keempat propvinsi di atas adalah 61.920.932 jiwa dari total populasi negara Republik Indonesia 237.556.363jiwa berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010. Ini artinya PKS memimpin dan mengayomi 26,07% penduduk di nusantara.

Dilihat dari aspek agama, keempat provinsi di atas berpenduduk mayoritas umat muslim, yakni: Jawa Barat 97% dari 43.053.732 jiwa, Sumatera Barat 97,4% dari 4.846.909 jiwa, Sumatera Utara 66,09% dari 12.982.204 jiwa, dan Maluku Utara 76,1% dari 1.038.087 jiwa. Ini artinya saat ini PKS sebagai partai Islam mendapat dukungan dari provinsi yang warganya mayoritas beragama Islam.

Dilihat dari aspek kesukuan, penduduk Jawa Barat terdiri dari suku: Sunda, Betawi, Cirebon, Batak, Minangkabau, dan Tionghoa. Penduduk Sumatera Barat terdiri dari suku: Minangkabau, Batak, Jawa, dan Mentawai. Penduduk Sumatera Utara terdiri dari suku: Batak, Jawa, Nias, Melayu, Tionghoa, Minangkabau, Banjar, dan lain-lain. Sedangkan penduduk Maluku Utara terdiri dari suku: Module, Pagu, Ternate, Makian Barat, Kao, Tidore, Buli, Patani, Maba, Sawai, Weda, Gne, Makian Timur, Kayoa, Bacan, Sula, Ange, Siboyo, Kadai, Galela, Tobelo, Lodoa, Tobaru, Sahu, Arab, dan Eropa. Ini artinya PKS memimpin dan mengayomi lebih dari 37 suku bangsa bersar di nusantara.

Melihat data di atas walaupun PKS baru berhasil memimpin pada 4 dari 34 provinsi di negara Republik Indonesia, namun keempat provinsi tersebut adalah provinsi besar pada masing-masing pulau di nusantara. Jawa Barat adalah provinsi dengan populasi terbesar di pulau Jawa bahkan terbesar di Indonesia, Sumatera Utara adalah provinsi dengan populasi terbesar di pulau Sumatera ditambah lagi Sumatera Barat, begitu juga Maluku Utara adalah separuh dari populasi pulau Maluku. Ini artinya PKS tidak bisa dianggap enteng.

Apabila PKS berhasil mengelola dan memajukan keempat provinsi besar tersebut di atas, sigap menyolidkan kader-kadernya di berbagai lapisan, pandai mengoptimalkan mesin politik yang sudah teruji relatif handal, dan cerdas memaparkan ide-ide brilian untuk masa depan Indonesia gemilang ke hadapan masyarakat, bukanlah hal yangabsurd target 3 besar yang dicanangkan akan tercapai.
Akankah PKS berhasil meraih peringkat 3 besar di pemilu 9 April 2014 mendatang?Waktulah yang akan menjawab, yuk kita tunggu beberapa hari ke depan…

Salam Persaudaraan
http://politik.kompasiana.com/2014/01/29/empat-kader-pks-memimpin-62-juta-penduduk-indonesia-629759.html

Kader PKS Jadi Gubernur di Maluku Utara, Bukti Koalisi Partai Besar Tak Berpengaruh

Kader PKS Jadi Gubernur di Maluku Utara, Bukti Koalisi Partai Besar Tak Berpengaruh: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempatkan lagi satu kadernya sebagai gubernur setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara menetapkan pasangan Abdul Gani Kasuba - M. Nashir Thaib (AGK-Manthab) sebagai pemenang Pilkada Gubernur Maluku Utara. Pasangan yang diusung PKS, PKPI, dan sejumlah partai kecil tersebut memenangi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang hasilnya ditetapkan, Selasa (4/2).

AGK-Manthab memperoleh suara sebanyak 26.629 atau unggul 4.521 suara dibandingkan Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-Doa) yang memperoleh 22.108 suara.

“Dengan demikian rakyat Maluku Utara telah memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih yakni KH Abdul Gani Kasuba dan M. Natsir Thaib,” ungkap Syaiful Ahmad, Kepala Tim Pemenangan AGK-Manthab.

Koalisi Kemenangan Rakyat

Kemenangan AGK-Manthab ini disebut-sebut sebagai kemenangan rakyat karena pasangan yang diusung PKS, PKB, PKPI, dan sejumlah partai kecil ini berhasil mengalahkan AHM-DOA yang diusung koalisi partai besar seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, PDIP, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Kemenangan AGK-Manthab ini juga turut menambah daftar gubernur asal PKS menyusul Ahmad Heryawan (Jabar), Irwan Prayitno (Sumbar), dan Gatot Pujo Nugroho (Sumut).

AGK-Manthab ditetapkan sebagai pemenang dalam pleno KPU pasca Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang digelar di delapan Kecamatan yaitu Kecamatan Mangoli Selatan, Taliabu Selatan, Taliabu Utara, Taliabu Barat, Taliabu Barat Laut, Lede, Tabona, dan empat TPS di Kecamatan Sulabesi Barat.

PSU ini digelar berdasarakan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (16/12/2013) tahun lalu yang mengabulkan gugatan pasangan AGK-Manthab lantaran adanya kecurangan dalam pemilihan sebelumnya. Salah satu bentuk kecurangan adalah adanya tipe-ex atau pengubahan pada surat suara.

Selain memerintahkan untuk melakukan pemungutan suara ulang, MK juga meminta KPU mengganti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di delapan kecamatan tersebut.













Sumber: tajuk http://dlvr.it/4sTZd9

Depok Dan Bogor Tak Hujan, Jakarta Tetap Banjir! Nah Loe... Jokowi-Ahok Mau Salahkan Siapa Lagi?:

Depok Dan Bogor Tak Hujan, Jakarta Tetap Banjir! Nah Loe... Jokowi-Ahok Mau Salahkan Siapa Lagi?: 

Jika Jakarta banjir, seringkali pikiran langsung tertuju pada hujan di Bogor. Tapi hari ini, Depok dan Bogor cerah, sedangkan Jakarta hujan deras dan banjir. 

Di Bogor dan Depok, matahari bersinar terang, Rabu (5/2/2014) pagi. Memang masih ada mendung tipis, tapi langit cukup bersih. Suasana terasa hangat. Bahkan cenderung panas. 

Genangan di jalanan sisa-sisa hujan hari-hari sebelumnya, telah mengering. Pengguna jalan lebih leluasa memacu kendaraan. Pengguna transportasi massal seperti bus dan kereta yang hendak bekerja ke Jakarta juga antusias mengawali hari.

Namun warga Depok/Bogor cukup kaget melihat cuaca sangat berbeda di pinggiran Jakarta Selatan seperti Lenteng Agung dan Tanjung Barat. Matahari tertutup mendung. Kian ke utara atau arah Jakarta Pusat dan Utara, suasana kian gelap. Hujan deras mengguyur.

Jalan-jalan pun tergenang akibat hujan lokal. Pembaca detikcom mengirimkan foto-foto banjir di Jakarta. Salah satunya terjadi di jalan di depan Istana. Beruntung air tidak masuk ke kompleks Istana.

Genangan juga terjadi di titik-titik lainnya. Seperti di Stasiun Jakarta Kota dan Kampung Bandan terendam yang mengakibatkan perjalanan KRL Bogor-Jakarta terganggu. Kereta hanya sampai Manggarai. Ratusan penumpang terpaksa turun di Pasar Minggu dan beralih moda transportasi.

Mengapa cuaca Jakarta, Depok, dan Bogor tidak seragam? Padahal biasanya tiga kota ini satu suara soal cuaca. Kejadian biasa atau telah terjadi anomali?




Sumber: detik http://dlvr.it/4sTZhw

Rabu, 05 Februari 2014

Siswi SMP Hilang Usai Berkenalan dengan Pria di Facebook

Hilda hilang sejak Minggu lalu, diduga diajak seorang Lelaki


Facebook Kasus Anak Baru Gede (ABG) yang hilang usai berkenalan dengan seorang pria melalui situs jejaring sosialfacebook kembali terjadi di Depok. Kali ini, korbannya adalah seorang siswi SMPN 7 yang bernama Hilda Safira (16).

Ditemui di Mapolresta Depok, Agustini orangtua korban mengaku, sang anak hilang sejak Minggu lalu. Kuat dugaan, ia diajak seorang pria yang baru dikenalnya lewat facebook.

"Kami yakin dia dibawa orang itu. Soalnya sudah kami lacak facebook-nya," kata Agustini pada VIVAnews, Selasa 4 Februari 2014.

Kejadian berawal ketika Hilda pamit dari rumahnya di Jalan Samiaji, Sukmajaya Depok dengan alasan ingin belajar kelompok di rumah salah seorang temannya. 

Namun nyatanya, hingga hari ini, Hilda tak kunjung pulang. Sejumlah teman di sekolah sudah dimintai keterangan terkait hal ini.

"Teman-temannya sudah kami tanya enggak ada yang tahu. Saya takut anak saya kenapa-kenapa," kata Agustini.

Korban memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, berbadan gemuk, berambut panjang dan terakhir terlihat mengenakan kaos warna merah. "Fotonya ada, tapi sudah saya kasih ke polisi," ujar dia.

Sementara itu, polisi Unit Jatanras Mapolresta Depok yang menangani kasus ini enggan memberikan komentar. Mereka memlih bungkam atas kasus tersebut. 

Polisi juga tidak bersedia memperlihatkan foto korban pada awak media. "Sudah enggak usahlah," kata salah seorang petugas sambil berlalu. (eh)

http://metro.news.viva.co.id/news/read/478658-siswi-smp-hilang-usai-berkenalan-dengan-pria-di-facebook?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Senin, 03 Februari 2014

LUMPUR LAPINDO BENCANA YANG MENJADI ANUGERAH, ANALISIS FRAMING MEDIA BUAT ABU RIZAL BAKRIE

Menurut Sobur (2006: 164) analisis framing adalah suatu pendekatan analisis untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh media, realitas yang disajikan secara menonjol atau menarik mempunyai peluang besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami realitas. Karena itu dalam praktiknya, framing dijalankan oleh media dengan menyeleksi isu tertentu dan mengabaikan isu lain, serta menonjolkan aspek isu tertentu dengan menggunakan berbagai strategi wacana.
Gamson dan Modiglani (dalam Pawito, 2009: 52-56) mendefinisikan media framing sebagai suatu pokok pengorganisasian gagasan atau pemberitaan yang memberikan makna terhadap serangkaian peristiwa. Framing berkaitan dengan memberikan isyarat kepada khalayak mengenai kontroversi apa yang ada serta apa yang menjadi pokok dari isu yang diberitakan.
Media framing pada dasarnya adalah framing berita yang mencerminkan produk media sekaligus produk dari para wartawannya ketika harus mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan kemudian menyampaikan informasi dan opini kepada khalayak. Denga kata lain, media framing pada hakikatnya merupakan konstruksi atau pendefinisian oleh media mengenai realitas atau peristiwa – peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, media framing mempengaruhi secara sistematik bagaimana khalayak memahami peristiwa-peristiwa, atau untuk lebih meluaskannya sebuah realitas.
 
Contoh Kasus dan Analisa
1.    Kasus Lapindo Untuk Kepentingan Politik Abu Rizal Bakrie (ARB)
Abu Rizal Bakrie (ARB) Melalui Group Viva yang membawahi ANTv, TV One dan Portal Berita Viva News, pemberitaan tentang Kasus Lapindo diarahkan ke hal-hal yang menguntungkan Aburizal Bakrie dan meminimalisir dampak negatifnya.ada kecenderungan Media digunakan sebagai alat propaganda untuk tujuan politik menuju pemilihan presiden 2014. Dalam kasus pemberitaan Lapindo, media-media milik Aburizal Bakrie dengan cara yang sistematis mencoba mengubah persepsi publik tentang kasus lumpur Lapindo. Ada upaya mengalihkan isu bahwa Lumpur Lapindo bukanlah kesalahan pengeboran, tetapi akibat dari gempa bumi Jogja. Dalam upaya “cuci tangan” media milik Bakrie tidak mau menggunakan istilah Lumpur Lapindo tetapi Lumpur Sidoharjo.
Sementara di sisi lain, serangan terhadap Aburizal Bakrie juga dilakukan oleh media massa. Media yang paling getol memberitakan kasus Lapindo adalah Media Group yang membawahi Media Indonesia dan Metro Tv. Media ini adalah milik Surya Paloh yang merupakan rival Aburizal Bakrie ketika memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar tahun 2009 lalu.
Pertarungan kepentingan politik dalam kasus Lapindo dengan memanfaatkan media ini sangat nampak. Terlebih, Aburizal Bakrie adalah tokoh politik yang mempunyai kans besar untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden pada pemilu 2014. Banyak pihak yang tidak suka terhadap Abu Rizal Bakrie menyerang dengan Kasus Lumpur Lapindo. Abu Rizal Bakrie yang memiliki media berusaha mengcounter dan memoles citranya agar terlihat baik dalam kasus Lapindo.
2.    Pencitraan ARB menuju RI-1
TV One dan ANTV merupakan televisi swasta nasional yang paling banyak melakukan pencitraan terhadap ARB. Beberapa bentuk pencitraan untuk ARB ini antara lain seperti pengulangan dan framing yang terlalu intens terhadap kegiatan/acara sosial ARB, termasuk pemberian Bakrie Award terhadap tokoh-tokoh baru di Indonesia. Selain itu, iklan-iklan terkait pencapresan ARB, kegiatan jalan –jalan/blusukan ARB ke daerah,  juga sangat mendominasi di TVone.
 

Melalui Group Viva yang menguasai berbagai media televisi seperti ANTV dan TVOne, Bakrie dapat mengarahkan agar dilakukan pengontrolan terhadap framing pemberitaan di kedua media tersebut. Apalagi Bakrie juga merupakan politisi partai Golkar yang akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2014. Maka, berita – berita yang dikeluarkan oleh media – media yang dikuasainya cenderung positif sebagai media pencitraan dirinya.


INGKAR JANJI DENGAN WARGA KAMPUNG PULO, AHOK DIDESAK MUNDUR

Aneh bin ajaib sikap wakil gubernur DKI Jakarta ini, umumnya rakyatlah yang putus asa, karena rakyat selalu tak berdaya. Herannya malah pemimpin DKI sendiri yang putus asa, masyarakat jadi bingung juga menilainya. Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan  bahwa wilayah Kampung Pulo tidak akan terbebas dari banjir dianggap mencederai hati warga Kampung Pulo. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana dan menganjurkan agar Ahok  mundur  saja jika tidak mampu mengatasi masalah banjir.
Ahok dan H. Lulung
“Ahok bilang sampai kiamat banjir di Kampung Pulo, tidak akan pernah bisa diatasi. Jelas ini pernyataan pesimis. Kalau pemimpinya sudah pesimis seperti ini, lantas rakyat Jakarta minta pertolongan siapa lagi? Kalau pesimis begini, mundur saja,” ujar Lulung,  Minggu (2/2/2014).

Anjuran mundur tersebut diungkapkan Lulung, sebab sebelum jdi wagub, Ahok pernah membuat janji semasa kampanye akan menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta.
“Dalam kampanyenya, Ahok berkoar bahwa dia, kalau terpilih jadi wagub, dia berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta. Tapi kenapa melihat banjir yang terjadi di Kampung Pulo, dia bilang banjir disana sampai kiamat tidak akan pernah teratasi,” kata Lulung.
Komentar Ahok tersebut disampaikannya ketika melihat  keberadaan warga di bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Pulo,  dan menurutnya jika warga bersikeras tinggal di kawasan terlarang tersebut, maka banjir di wilayah itu tak akan terselesaikan.
“Kalau tidak punya duit, jangan maksa tinggal di pinggir kali. Sampai kiamat pasti banjir,” kata Ahok, Selasa (21/1/2014).
http://cahayareformasi.com/berita/2014/bilang-sampai-kiamat-banjir-kampung-pulo-tidak-akan-bisa-diatasi-lulung-nyuruh-ahok-mundur/
PEMIMPIN yang tidak bertanggung jawab, tidak menepati janji, JANGAN DIPILIH LAGI. Berharaplah pada TuhanMu, jangan pasa Jokowi-Ahok yang banyak cerita, banyak mengancam, banyak sesumbar, TAPI hasil tak jelas....