Kamis, 13 Maret 2014

TEST DNA, KALAU BENAR BANYAK KONDOM BEKAS TOILET DI DPR RI...!

Merebaknya isu banyaknya terdapat bekas kondom di tempat sampah pada toilet DPR RI, ada banyak versi cerita, diantaranya adalah seperti berikut ini:


KONDOM BEKAS PAKAI BERSERAKAN DI GEDUNG DPR RI
Wajah para sekretaris anggota DPR RI yang cantik-cantik dan seksi itu boleh memerah karena skandal seks antara anggota dewan dengan para sekretarisnya yang dilakukan secara kilat di toilet-toilet gedung DPR RI mulai tercium khalayak luas. Kebobrokan moral anggota dewan dan sekretarisnya dilakukan tanpa lagi malu-malu. Setelah lampiaskan napsu, seenaknya mereka buang begitu saja bekas bungkus pelindung (kondom) di tempat sampah toilet.

Bagi anggota dewan dan sekretarisnya, skandal seks di toilet DPR kelihatannya jauh lebih aman dan nyaman dibanding diluar sana yang resiko gegernya lebih besar. Bagaimana tidak akan menjadi geger. Kamera wartawan ada dimana-mana, sementara sebagai wakil rakyat, wajah mereka begitu mudah dikenali. Salah langkah sedikit saja bisa jadi konsumsi berita publik yang berakibat dipecat karena pelanggaran etika. Maka seks kilat di area gedung DPR menjadi pilihan paling aman.

Beberapa lokasi di area gedung DPR RI situasinya memang sepi, termasuk toilet-toilet dan ruang-ruang yang banyak kosong tidak terpakai. Situasi ini semakin mendukung aksi skandal mereka. Ketua DPR RI, Marzuki Ali, tidak menampik skandal ini. Tapi ia tak dapat berbuat banyak kecuali hanya meminta supaya tidak ada lagi kondom-kondom yang ditemukan di tempat sampah.

Sebuah media ibukota melansir pernyataan pengamat politik, Karel Susetyo, bahwa gedung DPR yang luas memang rawan asmara seks dan perselingkuhan, banyak ruang kosong yang sepi dan jarang terpantau orang.

“Gedung luas dan tempat sepi ini yang menjadi rawan. Ini kan masalah moral. Tentu harus dikembalikan ke parpol, biar parpol yang bertanggung jawab, kenapa bisa memilih caleg tidak bermoral”, tandas Susetyo.

Media itu juga melansir data dari Badan Kehormatan DPR yang banyak menampung laporan dan aduan perselingkuhan antar anggota dewan ataupun dengan sekretarisnya. Aduan itu dilaporkan mulai dari suami atau istri para anggota dewan. Bahkan ada juga yang datang dari pihak luar yang mengetahui skandal seks di area gedung DPR.

Skandal seks di lingkungan gedung DPR RI sudah bukan rahasia lagi. Petugas cleaning service yang bertugas di sana sudah bosan dengan penemuan kondom yang berserakan hampir di setiap sudut gedung. Bahkan seorang petugas cleaning service mengaku tidak sengaja pernah memergoki pasangan mesum di dalam toilet. Tapi, lima lembar uang seratus ribuan pun masuk ke sakunya, katanya sebagai uang tutup mulut.
================================================================

INI BISA JADI HANYA FITNAH (untuk melemahkan kewibawaan DPR dan merupakan bagian black campaign. 
Dan KALAU MEMANG BENAR, Mengapa tidak di ambil saja untuk di # CEK_DNA nya ????

Rabu, 12 Maret 2014

TIM SUKSES JOKOWI TERLIBAT PROYEK TRANS JAKARTA KARATAN


Ketahuan... Ternyata Tim Sukses Jokowi Terlibat Proyek Transjakarta Karatan! Apa Ini Proyek Timbal Balik?: Mantan tim sukses Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Michael Bimo Putranto disebut-sebut terlibat dalam pengadaan Transjakarta karatan yang bikin heboh baru-baru ini. Pria asal Solo itu diduga menjual nama sang gubernur untuk mempengaruhi hasil lelang Transjakarta.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Jokowi mengakui bahwa dirinya mengenal Michael Bimo.

"Ya kenal lah," ujar Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/3).

Michael Bimo adalah bagian dari tim sukses Jokowi ketika maju sebagai calon Wali Kota Surakarta dulu. Ketika Jokowi hijrah ke Jakarta, Michael turut serta dan kembali ikut dalam tim pemenangan.

Namun, Jokowi mengaku tidak tahu menahu tentang keterlibatan mantan anggota DPRD Surakarta itu dalam proyek pengadaan Transjakarta.

"Saya enggak mengerti juga. Ikut lelang, bawa PT atau hanya makelar. Saya enggak ngerti. Masa saya kenal kamu, tapi urus kegiatan kamu juga?" kata Jokowi lagi.

Ditemui terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengaku sudah mendengar soal keterlibatan Michael Bimo. Ia bahkan telah mengkonfirmasi langsung kepada Jokowi.

"Aku sudah tanya Pak Jokowi. Dia (Michael Bimo) itu memang dari di Solo, suka begitu kalau ada proyek ngaku-ngaku dekat Pak Jokowi. Manfaatin, dia klaim," jelas Ahok yang juga ditemui di Balai Kota.

Sebelumnya juga ditemukan data bahwa Ahok Center mengelola dana CSR Pemprov Jakarta. Yang disinyalir terdapat peluang penyimpangan dalam pengelolaan dana CSR yang dilakukan oleh Ahok Center.

Bisa jadi memang ada proyek imbal balik dari tim sukses Jokowi-Ahok, setelah mereka mengeluarkan dana besar-besaran mendukung Jokowi-Ahok. Mereka menagih janji imbal-balik yang bisa diberikan untuk mereka.

Proyek imbal balik ini termasuk permainan politik yang dilakukan oleh berbagai politisi yang hanya ingin meraih kekuasaan dengan dukungan dana yang besar dari masing-masing tim suksesnya. Namun sebenarnya setelah kekuasaan itu direbutnya, mereka tidak lagi memikirkan persoalan masyarakat. Akan tetapi mereka memimpin dengan berfikir cara imbal-balik yang bisa diberikan pada para pengusaha saat menjadi tim sukses seorang politisi.

Semakin terkuaknya, bahwa kemungkinan besar memang terjadi proyek imbal balik antara Jokowi-Ahok dengan para pengusaha nakal yang menjadi tim sukses mereka.

Logikanya, bagaimana bisa Jokowi-Ahok tidak mengetahui siapa orang dibalik pengadaan Transjakarta karatan tersebut. Kecuali Jokowi-Ahok memang berusaha lepas tangan setelah proyek imbal-balik yang mereka berikan ternyata menjadi senjata makan tuan. Beginilah jika seorang pemimpin yang hanya dibesarkan dari pencitraan, mereka harus melunasi “hutang” mereka saat para pengusaha itu menjadi tim suksesnya.
Wajar kiranya masyarakat curiga dan menduga, orang nomor 1 di DKI ini terkesan sangat bernafsu menjadi capres di 2014 meski dengan gaya malu-malu kucing, tapi tidak bisa disembunyikan. Mengingat tim suksesnya telah lama disiapkan dan terus bergerak di sosial media (misalnya Jasmev yang dulu kabarnya berjumlah 200 an orang), BaraJP terus bergerak dimasyarakat membuka posko pemenangan untuk Jokowi, dan tim sukses lainnya bergerilya memprovokasi parpol papan menengah agar mencalonkan Jokowi sebagai capres, sebagai perahu alternatif bila PDIP tidak mencalonkannya. Semua aktivitas itukan butuh dana besar dan tidak bisa gratis alias dibayar dengan doktrin akan munculnya "Ratu Adil" sang Penyelamat. Belum lagi kalau mau diaudit, biaya pilgub 2 puataran pada 2012 lalu juga wajar kalau menuntut pengembalikan modal.


Cara-cara mark up dalam mengembalikan dan mencari modal suksesi merupakan hal biasa di negeri ini, dari pemerintah pusat hingga daerah. Kasus BLBI, Bank Century, Simulator SIM, hingga HAmbalang dan Wisma Atlet sangat terkesan sebagai upaya pihak berkuasa mengumpulkan modal suksesi kepemimpinan.

Namun sepertinya KPK bergeming untuk kasus-kasus dilingkaran Jokowi ini, padahal seharusnya KPK tidak boleh jangan tebang pilih, hal ini semestinya membuat masyarakat Indonesia ragu dengan integritas KPK yang hanya 'menciduk' kelompok kelompok tertentu saja.



Sumber: 

jpnn/suaranews http://dlvr.it/56L7xw
http://www.solopos.com/2014/03/10/kasus-transjakarta-bimo-putranto-kesandung-masalah-pak-kumis-berkilah-495177
http://wartakota.tribunnews.com/2014/03/10/ahok-ungkapkan-jokowi-kaget-bimo-putranto-terlibat-kasus-transjakarta
http://nasional.teraspos.com/read/2014/03/10/83276/bus-cacat-jokowi-akui-kenal-michael-bimo-putranto
http://kanjengpresiden.blogspot.com/2014/03/cari-modal-capres-atau-kembalikan-modal.html

Selasa, 11 Maret 2014

ANDI ARIEF dari KPK: GOLKAR, PDIP, DEMOKRAT..... JUARA KORUPSI

Partai manakah yang kadernya paling banyak tersangkut kasus korupsi?
Berdasarkan data yang ditelusuri Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief dari KPK, jawabannya ternyata Partai Golkar. Sebanyak 40 kader partai berlambang beringin itu tersangkut kasus tersebut.
Urutan kedua atau runner-up, diduduki PDI Perjuangan, dimana 27 orang kadernya harus berurusan dengan hukum akibat kejahatan kerah putih itu. Partai Demokrat menjadi juara tiga, dengan 17 orang.
"Lalu diikuti oleh PAN (8 orang), 
PPP (8 orang), 
PKB (2 orang)," ujar Andi dalam pesan singkat yang diterima redaksi (Senin, 10/3).

Tak hanya itu, sambung Andi, partai-partai lainnya juga ada kadernya yang terjerat kasus korupsi. Yang cukup mengagetkan ternyata kader Partai Gerindra juga sudah ada tersangkut korupsi (2 orang), PBR (2 orang), PBB (1 orang), PKPI (1 orang), PNBKI (1 orang), dan PKS (1 orang).

"Ini baru data yang didapat dari KPK. Tim kami sedang mendata korupsi yang ditangani Kepolisian dan Kejaksaan," sambung Arief.
Andi punya alasan kenapa merilis partai apa yang kadernya paling banyak melakukan tindak pidana korupsi. "Ini harus diketahui rakyat. (Ini) Harus diumumkan agar (rakyat) memahami inilah kondisi sesungguhnya korupsi yang terjadi menghinggapi partai-partai," demikian Andi Arief. [zul]


TERNYATA.... KAMPANYE PUN MELIBATKAN SPG, TERLALU


Thia Livia (24), memakai kaus ketat berwarna putih. Ada gambar karikatur seorang mantan menteri yang mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat di kaus ketatnya.

Kaus ketat Thia dilapisi kemeja yang sengaja tak dikancing. Ada tulisan nama mantan menteri itu di kantung kemeja sempitnya.

Thia membiarkan seluruh kancing bajunya terbuka. Kemudian dua sisi bagian bawah kemeja itu diikatnya. Lalu dia mengenakan hot pants berbahan jins. Sepatu hak hitam menambah tinggi Thia yang sebenarnya sudah 169 cm.

Rambut panjang Thia berwarna kemerahan dibiarkan tergerai ke depan sampai se-dada. Penampilan Thia dan empat rekannya ini jadi pusat perhatian saat Konvensi Capres Partai Demokrat di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, 5 Februari lalu. Thia dan rekan-rekannya berjalan mondar-mandir di ruangan. Sesekali ada anggota partai yang mengajak keempatnya berfoto.

Di Jakarta, sebagian calon anggota legislatif (caleg) menyosialisasikan juga dirinya meng­guna­kan jasa SPG. Salah seorang caleg dari sebuah partai menggunakan jasa relawan dengan konsep sales promotion girl (SPG). Para perempuan cantik ini didandani dengan seksi kemudian disebar ke kompleks-kompleks perumahan untuk melakukan door to door menemui warga.

Warga yang ditemui di warung, di jalan, atau di rumah diberi alat peraga kampanye seperti kartu nama dan poster caleg oleh para SPG itu. Menariknya lagi, caleg itu memberikan imbalan ke setiap SPG sebesar Rp 500.000/hari.

"Kami dikontrak selama empat bulan hanya untuk membagi-bagikan alat peraga kampanye. Setiap hari kami mendapatkan honor Rp 500.000," ucap Nova, salah seorang SPG ketika ditemui Warta Kota saat membagi-bagikan alat peraga kampanye di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Jika caleg atau parpol ingin memanfaatkan model untuk mensosialisasikan diri, tarifnya lebih mahal yakni Rp 3 juta per hari. (Warta Kota Cetak)