Rabu, 02 April 2014

HMI: JOKOWI CAPRES PDIP LAYAK JADI TERSANGKA


 Proyek "kotor" pengadaan Bus Transjakarta bisa jadi batu sandungan bagi Joko Widodo (Jokowi) jika maju sebagai calon presiden. Jika terpilih, proyek yang disinyalir ada korupsi itu akan jadi senjata lawan politik untuk menyerang Jokowi.

"Kalau nanti proses hukumnnya berjalan tentu akan mengganggu, bukan hanya pencapresan tetapi juga kredibilitasnya," kata Direktur Eksekutif Political Communication Institute (PolcoMM Institute), Heri Budianto, kepada Okezone, Senin (10/3/2014), malam.

Menurut Heri, citra Jokowi yang selama ini positif, bukan tidak mungkin dengan mencuatnya kasus ini akan terpuruk. "Saya pikir siapapun itu tokohnya, bukan hanya Jokowi pasti dapat hukuman dari publik," tandasnya.

Heri menuturkan, kalau memang nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya keterlibatan orang nomor satu di Jakarta itu dalam proyek pengadaan Bus Transjakarta tentu akan sangat mengecewakan pendukungnya.

"Tokoh muda seperti Jokowi harus memberikan contoh, kalau tersandung kasus seperti Anas Urbaningrum, dan Nazaruddin, publik tentu nanti bakal menilai sendiri," tukasnya.

Seperti diketahui, pengadaan 656 Bus TransJakarta yang menelan anggaran Rp848 miliar diduga ada kerugian negara mencapai Rp3,8 miliar. Michael Budi Putranto, bekas tim sukses pemenangan Jokowi diduga terlibat. (trk)


Sementara itu, Kader Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) se-DKI Jakarta kembali berdemo menuntut penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan dan peremejaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Kami meminta kembali kepada Kejaksaan untuk segera menindak lanjuti tuntutan kami untuk memeriksa Jokowi dan kroni-kroninya," ungkap Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, Arif Wicaksana, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Dalam aksinya, masa membawa sekaleng krupuk putih dan 100 daster sebagai simbol desakan agar penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) itu tidak melempem.

Mereka mendesak agar Kejaksaan memeriksa Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang diduga dalang intelektual kasus ini. Apabila tidak masa mengancam akan membawa masa lebih besar dan membagikan baju daster.

"Sampai waktu yang diberikan kejaksaan untuk meriksa Jokowi. Bila tidak, maka kami akan meneyediakan 100 daster untuk dipake jaksa, yang berlambangkan kebancian," tegasnya.

Sebelum aksi berakhir, perwakilan masa memberikan daster dan sekaleng krupuk kepada pihak kejaksaan. Selain itu, para mahasiswa membakar duplikat foto Jokowi.
(ded)

MASSA HMI: JOKOWI KORUPTOR

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan dana Rp848 miliar pengadaan bus TransJakarta.

Dalam orasi yang dilakukan menggunakan alat pengeras suara, demonstran mendesak pengusutan secara tuntas dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta. "Jokowi bukan dewa, Jokowi bukan utusan Tuhan. Tapi Jokowi telah membuat kehilangan uang negara Rp848 miliar dalam pengadaan bus TransJakarta. Jokowi koruptor," teriak seorang orator dari atas mobil bak terbuka, Selasa (1/4/2014).

Unjuk rasa berlangsung panas. Bahkan ada satu orang mahasiswa yang masuk ke dalam halaman gedung Balai Kota melewati penjagaan yang dilakukan polisi. Tak hanya itu, aksi saling dorong pun tak terhindarkan terjadi antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Bahkan aparat keamanan sempat mengambil spanduk yang dibawa oleh massa pendemo.

"Kita datang kemari, untuk melawan satu orang adalah Jokowi. Yang kita lawan adalah hanya Jokowi. Tidak ada yang lain. Jokowi hanya bersembunyi di balik gedung Balaikota," ucap orator.



Selain itu, Puluhan warga Jakarta yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Jakarta Baru berunjuk rasa di depan Balaikota, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan penyesalan atas keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden, Selasa (25/3/2014). Mereka mengaanggap Jokowi belum bisa mencalonkan diri sebagai presiden karena baru memimpin Jakarta selama 1,5 tahun atau belum menuntaskan lima tahun masa jabatan. Kelompoknya menginginkan Jokowi mengurungkan niatnya untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2014. 

Warta Kota/angga bhagya nugraha

PARAH.., ANIS MATTA PAKAI "JET PRIBADI" KAMPANYE DI KALIMANTAN

BANJARMASIN (2/4/2014) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengunjungi Kalimantan dalam rangkain kegiatan kampanye PKS.

Sebelum memulai rangkain acara kampanye, Anis Matta menyempatkan untuk mengunjungi museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, Museum Wasaka, yang terletak di Banjarmasin.

Museum Wasaka adalah sebuah museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Wasaka singkatan dari "Waja Sampai Kaputing" yang merupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan.

Museum bertempat pada rumah Banjar Bubungan Tinggi yang telah dialih fungsikan dari hunian menjadi museum sebagai upaya konservasi bangunan tradisional.

"Dalam setiap kunjungan ke daerah, saya selalu menyempatkan berkunjung ke situs-situs sejarah..," ujar Anis Matta via akun twitternya.

Yang istimewa dari kunjungan Presiden PKS ke Museum Wasaka ini adalah rute dan kendaraan yang digunakan.

Bersama pengurus PKS setempat, Anis Matta dan rombongan naik "Jet Pribadi" yang mengapung membelah sungai Kalimantan; orang sini menyebutnya "Keloto".


Bersama tokoh-tokoh Kalimantan yang juga pimpinan PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi dan Habib Nabiel Al-Musawa, tampak Presiden PKS ini sangat menikmati perjalanan dengan "Jet Pribadi" ini.... hehehe



:: PKS PIYUNGAN