Selasa, 28 April 2015

KUPAS TUNTAS LAGU SESAT SYI'AH "YAA THAYYBAH"



Rupanya nasyid Ya Thayybah yang selama ini didendangkan oleh umat Islam di Malaysia & Indonesia sebenarnya lagu nasyid yang diambil dari nasyid syiah !
Mulai Hari ini dan Seterusnya...

Jangan lagi Umat Islam ikut menyanyikan Nasyid ini..!
Selain Musik itu di larang, Lirik Lagu ini adalah Lagu Syi'ah !
Pujian 'Ghuluw' (berlebih-lebihan) kepada Manusia (Ali).
Kaum Syi'ah sangat meng-Agungkan dan meng-Kultuskan Ali.

Dibalik lagu "Yaa Thaybah" ini ada kultus dan penuhanan kepada 'Ali bin Abi thalib, dan berlebih-lebihan dalam memuji hasan dan husain maka lagu ini sangat jarang ditemukan terjemahannya, bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sering diputar maknanya, padahal jika difahami dalam kaidah 'arabnya bermakna pemujaan kepada 'Ali, Hasan, dan Husain.

Inilah liriknya, dalam versi 'arab, latin, dan terjemahannya :

يَا طَيْبَة يَا طَيْبَة يَا دَوَالْعيَا نَا
اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَدَانَا، وَالْهَوَى نَدَانَا

يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
عِنْدُكُمْ اَفضَلُل الغِلمَاَنَ اَفضَلُل الغِلمَاَ نَ

اَسْيَادِي الْحَسَنْ وَالحُسيْنِ
اِلَى النَّبِيِ قُرَّ ةْ عَيْنِ
يَا شَبَا بَ الجَنَّتَيْنِ
جَدُّكُمْ صَا حِبُ القُرْ آنَ صَا حِبُ القُرْ آنَ

yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa dawal'ayanaa
isytaqnaa lika wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

yaa 'aliy yaa ibna abi thalib
minkum mashdarul mawahib
yaa tura hal ura liy haajib
'indakum afdhalul ghilmana, afdhalul ghilmana

asyadiy alhasan wal husaini
ila annabiy qurrata 'aini
yaa syababal jannataini
jaddukum shahibul qurana, shahibul qurana

Artinya :

Wahai sang penawar, wahai sang penawar, wahai penyejuk mata kami
kami merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
darimulah sumber keutamaan
wahai engkau yang dilihat (maksudnya 'Ali) apakah tirai menjadi pengghalang bagiku (dari melihatmu)
sedang disisimu memiliki dua orang sebaik-baik anak, dua orang sebaik-baik anak

sayyidku Al-Hasan dan Al-Husain
sebagai Cahaya mata nabi
Wahai dua pemuda surga
kakekmu ahli quran,, ahli quran

dimana letak penuhanannya ?
ada pada 3 kalimat berikut :
pertama :

يَا دَوَالْعيَا نَا
اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَادَانَا، وَالْهَوَى نَادَانَا
yaa dawal'ayanaa
wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

artinya :
wahai penyejuk mata kami
kami telah merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

kedua pada kalimat ini

يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
yaa 'aliy yaa ibna abi thalib
minkum mashdarul mawahib

artinya :
Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
darimulah sumber keutamaan

dan ketiga pada kalimat ini

يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
yaa tura hal ura liy haajib

artinya :
wahai engkau yang dilihat (maksudnya 'Ali) apakah tirai menjadi penghalang bagiku (dari melihatmu).

_______________

Sungguh jika dilihat pada tiga kalimat diatas nyatalah mereka kufur kepada Allah, tidak ada kerinduan mereka kepada Allah, mereka tidak ingat kepada Allah ketika mengucapkan kalimat-kalimat itu. Seakan-akan semua hidup dan mati hanya dipersembahkan untuk keluarga 'Ali dengan melupakan Allah.

Bagaimanapun, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Di dalam nyanyian itu sampai disanjung sebegitu, dianggap, dari Ali lah sumber anugerah-anugerah atau bakat-bakat atau keutamaan-keutamaan. Ini sangat berlebih-lebihan alias 'ghuluw.'

Bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri melarang kita Umatnya, agar jangan terlalu berlebihan Memuji dan memuja diri beliau. Pada diri beliau yang Mulia saja terlarang, apalagi pada diri Orang lain. tentu hal itu di Larang Keras ..!

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ (رواه البخاري)

“Janganlah kalian memuji / menyanjung aku secara berlebihan, sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah ‘hamba Allah dan Rasul-Nya”

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Sufyan berkata, aku mendengar Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhua bahwa dia mendengar 'Umar radliallahu 'anhum berkata di atas mimbar, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan 'Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah 'abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya").
(HR. Bukhari)
__________________________

Ini Link Video Lagunya ==> http://www.youtube.com/watch?v=4U3C3k1O5PI

Jangan kaget kalo lagu2 yang mereka bawakan diambil dari lagu2 ajaran Syiah. Seperti lagu berikut ini :

“Ya Thayyibah…ya Thayyibah…”

Contoh (dijamin 100% Syiah):
http://www.youtube.com/watch?v=9h2Wv-24rMc&feature=related

(Ket: Jangan didengarkan dan jangan dinikmati lagunya. Sekedar referensi saja)

Video Sujud di Atas batu Karbala ==> http://www.youtube.com/watch?v=NCSC-P2Yr1Y&feature=youtu.be

______
*Dari berbagai sumber



3 HAL YANG HARUS DILAKUKAN SUAMI USAI BERCINTA


“Bercinta” adalah salah satu nikmat dalam pernikahan. Terpenuhinya kebutuhan biologis suami istri adalah nikmat yang perlu disyukuri. Namun, seorang suami perlu mengerti bahwa ia tidak boleh berhenti hanya di situ kemudian langsung tertidur meninggalkan istri.

Untuk lebih membahagiakan istri, sebaiknya para suami memperhatikan 3 hal berikut ini setelah “bercinta” dengan istri.

1. Tahanlah kantuk anda, sempatkan bicara atau bermesraan

Secara umum, wajar seorang suami cepat mengantuk setelah “bercinta” dengan istrinya. Pada saat mencapai puncak, seorang laki-laki memang mengeluarkan hormon yang menimbulkan rasa letih. Hal inilah yang menyebabkannya mengantuk.

Namun, suami disarankan untuk tidak langsung tidur. Hendaklah ia menahan kantuknya dan menemani istrinya dengan bicara atau bermesraan. Pendinginan, istilahnya. Hal ini tampak sepele, tetapi membawa kebahagiaan tersendiri bagi seorang istri.

2. Saling berpelukan, bukan saling memunggungi

Syaikh Fuad Shalih menjelaskan bahwa dalam kehidupan pernikahan, ada kenikmatan spiritual di atas kenikmatan biologis. Dan ini bisa didapatkan jika suami memahami bahwa bagi seorang wanita, perhatian, kasih sayang dan hubungan jiwa dibutuhkan lebih banyak dan lebih besar daripada hubungan badan.

“Suami istri yang saling mencintai takkan merasa ingin saling menjauhi setelah berhubungan. Keduanya justru berhasrat untuk terus berpelukan, sampai seluruh hasrat yang menggelora menjadi tenang, digantikan oleh kelembutan, kasih sayang dan kehangatan,” terangnya dalam buku Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah.

Maka, berbaringlah dalam kondisi saling berpelukan. Terlebih jika kantuk tak bisa lagi ditahan.

3. Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada istri

Wanita adalah makhluk yang paling berperasaan. Ia merasakan bahasa tubuh dan kata-kata jauh lebih besar daripada seorang laki-laki. Dan ia juga membutuhkan “konfirmasi” apakah apa yang ia lakukan untuk suami telah sesuai dengan harapan cintanya, sementara pada saat yang sama seorang istri malu bertanya. Maka ucapan suami “terima kasih sayang, atas cintamu”, "terima kasih sayang, atas malam ini", dan sejenisnya, membuat ia merasa sangat dihargai dan dicintai. Hal-hal ini pula yang membuat seorang istri berusaha bertumbuh lebih baik dalam membersamai suami, sebab ia telah mendapatkan konfirmasi bahwa apa yang ia berikan telah diterima dengan baik oleh suami.

Tentunya, selain tiga hal ini, ada hal lain yang tak boleh dilupakan khususnya terkait fiqih. Diantaranya kewajiban mandi junub, atau mencukupkan diri dengan berwudhu dan menunda mandi hingga bangun kembali. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

WANITA, "Makhluk Dari Mars"...?

Gambar: diperagakan oleh aleg sexy DPR RI
Benar sih.. kalau ada yang bilang wanita itu makhluk yang unik. Setidaknya beberapa adegan cerita di bawah ini sedikit banyak pernah kita alami. Dan sedikit banyaknya menggambarkan keunikan wanita, sehingga sering dibilang sebagai "Makhluk Dari Mars".


Wanita : bajunya bagus yah?
Pria : beli
Wanita : tapi mahal
Pria : demi istri
Wanita : lagi banyak keperluan bulan ini
Pria : ya udah ga usah
Wanita : Ok, mau deh
Pria : .....*nyinggg..
--
Wanita : aku bagus ga pake ini?
Pria : Bagus
Wanita : tapi kayaknya aku keliatan
gemuk kalo pake ini
Pria : ya udah pake yang lain
Wanita : tuh kaan...AKU GEMUK!
Pria : ' *tepok jidat
--
Pria : baju barunya bikin kamu makin
cantik
Wanita : ooo...jadi kalo pake baju lain
aku jelek?
Pria : *kejang2*
--
Pria : Aku anter ya
Wanita : Ga usah, aku bisa sendiri
Pria : Yaa deh
Wanita : kamu tega aku pulang
sendirian?
Pria : *gigit sepatu*
--
Pria : maafin aku ya...kamu gpp kan?
Wanita : Aku gpp
Pria : Oke, good
Wanita : KAMU GAK SENSITIF!
Pria : *mimisan*
--
Wanita : Aku dong, beli sepatu ini
150rb, murah ya?
Pria : Di toko sana 145rb
Wanita : APAAA...!?!?!
Pria : *selisih goceng doang*
--


Wanita : jangan hub aku lagi!
Pria : kenapa?
Wanita : males sama kamu
Pria : Iya
*esoknya*
Wanita : Kamu kebangetan ya,
bukanya baikin aku, malah ngilang!!!
--
Wanita : cantik mana aku sama dia?
Pria : kamu
Wanita : bohong!
Pria : ya udah, cantik dia
Wanita : kamu jahat! kita putus!
--
Pria : Tasnya 500 ribu
Wanita : Mahal, ga usah
Pria : kalo yang ini 1,2jt disc 50%
Wanita : wow! harus dibeli ni, jarang"
ada diskon 50%
Pria : *sama aja boong*
--
Wanita : baju merah/hitam?
Pria : yang merah OK
Wanita : hitam juga bagus kan?
Pria : iya sih
*ujung2nya pake yang krem*
--
Wanita : BBM-an yuk
Pria : lagi kerja
Wanita : Kamu jahat!
Pria : Oke Oke, ada apa?
Wanita : bentar-bentar... ada PING!
Pria : *Ngelus-ngelus dada
--
Pria : Mau makan apa?
Wanita : terserah
Pria : ayam?
Wanita : berminyak
Pria : ikan?
Wanita : nggak ah, amis
Pria : trus makan apa?
Wanita : terserah!
Pria : *stroke*
--
Wanita : Eh dia cantik yah?
Pria : iya, cantik
Wanita : cantik mana sama aku?
Pria : ...(trauma)
Wanita : CANTIK MANAAA...!!
Pria : Cantikan kamu-lah
Wanita : bohong!!!
Kalau dari cerita ini, kira-kira kamu pernah merasakan hal ini tidak..?!

Like n share...

Minggu, 26 April 2015

'Koalisi Indonesia Hebat' Hambat Kinerja Dewan

Rapat paripurna DPR mengenai pembahasan nama-nama anggota di komisi dan alat kelengkapan dewan kembali menemui jalan buntu. Lima fraksi di DPR yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) belum mau menyetor nama-nama anggotanya.


Politisi Partai Golkar Tantowi Yahya menilai, belum disetorkannya nama-nama untuk anggota komisi itu menghambat kinerja DPR. Banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan belum bisa terlaksana karena belum terbentuknya komisi di DPR.


"Kalau seperti ini suasananya jadi tidak produktif, rakyat bisa lihat siapa yang menghambat," katanya di komplek parlemen, Kamis (23/10).


Seperti dilansir dari laman Republika, Tantowi mengatakan, lobi fraksi yang diminta oleh fraksi-fraksi dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah dilakukan. Namun, dalam proses tersebut memang tidak tercapai mufakat. Cara voting, kata dia, merupakan jalan yang harus ditempuh setelah lobi dilakukan dan tidak menemui titik temu.


"Harusnya legowo. Kita ambil cara praktis, kita voting saja. Memang ada menang dan kalah," ujarnya.


Seperti diketahui, lima fraksi yang belum menyerahkan nama-nama anggotanya adalah fraksi PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, PPP. Sementara lima fraksi lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) yakni Gerindra, Golkar, PAN, PKS dan Demokrat telah menyetor.


Sementara, politisi fraksi PDIP Aria Bima mengatakan, PDIP bukan tidak mau menyetor nama-nama untuk anggota komisi. Tetapi, dia meminta untuk dilakukan lobi antar pemimpin fraksi terlebih dahulu sebelum dibawa ke paripurna.


Hal itu untuk mendapatkan titik temu terkait komposisi pimpinan baik di komisi maupun badan melalui musyawarah mufakat. "Kita tidak mau dikadalin, setelah setor nama kemudian dia (KMP) buka rapat komisi di masing-masing alat kelengkapan dewan untuk melegitimasi pimpinan," katanya. [gie/islamedia/rol]