Kamis, 20 Februari 2014

SURVEY: MASYARAKAT TIDAK PERCAYA PARPOL, KESEMPATAN EMAS CALEG PKS MENYALIB..!?


Pemilihan Umum (Pemilu) akan digelar pada April mendatang, kepercayaan publik terhadap partai politik masih minim. Persoalan korupsi dan kasus hukum yang menjerat kader parpol menjadi penyebab redupnya kepercayaan publik.

"Hanya 9,4 persen responden yang masih percaya pada partai politik," kata Kadek Dwita Apriani, Direktur Riset Cirus Surveyors Group dalam pemaparan "Missing Point dalam Penyerapan Aspirasi Rakyat" di Jakarta, Minggu (5/1/2014).

Hasil itu berdasarkan survei yang dilakukan 20 November hingga 30 Desember 2013 lalu. Responden yang disurvei sebanyak 2.200 orang di 220 desa atau kelurahan di 33 provinsi seluruh Indonesia. Metode survei dengan wawancara.

Pertanyaan yang diajukan saat wawancara tatap muka tentang kepercayaan publik terhadap partai politik. Hasil survei menunjukkan, 40 persen tidak percaya partai politik dan 39,2 persen responden lainnya menyatakan kurang percaya pada parpol.


Survei Cirus Surveyors Group menyebutkan 75,4 persen responden menilai partai politik tidak memberikan edukasi demokrasi, pemerintahan, dan pemilu. Hasil wawancara lainnya, sebanyak 75,1 persen menyatakan partai politik gagal melaksanakan programnya. Sedangkan 80,9 persen responden juga menyatakan parpol gagal merekrut kader yang berkualitas.


Kalau udah gini namanya bukan pertarungan PARTAI tapi MURNI pertarungan CALEG. BUKANKAH Inilah SALAH SATU bentuk pertolongan Allah kepada para Aktivis Dakwah, bagi yang mau berfikir. Jika bukan sekarang kapan lagi. Jangan terlalu lama lihat spion.! Nanti nabrak.

Asumsi dasarnya adalah caleg dan kader PKS adalah orang-orang yang memang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat, kapasitas dan integritasnya sudah dikenal, rajin menolong dan tabah, disiplin, berani, dan setia, patriot dan dapat dipercaya, berbeda dengan parpol lain. So jangan pernah menyerah, Tulang... (kata orang batak)..?!


Kampanye golput kadang kala juga bisa jadi keuntungan... berhitunglah.

Rabu, 19 Februari 2014

KASAR DAN GEMBOSI PDIP, MEGAWATI AKAN TINDAK TEGAS PRO JOKOWI (PROJO)

Permainan Politik Kasar Dan Gembosi PDIP Serta Megawati, Pro Jokowi Akan Ditindak: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan bertindak tegas kepada Pro Jokowi (Projo).

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarok, di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Menurut dia, permainan politik Projo sudah kasar dengan mengancam akan menggembosi PDIP dan Megawati.

"Dugaan saya Ibu Mega akan bersikap tegas terhadap Projo. Ini (Projo) sudah tidak membesarkan PDIP. Sangat mungkin nanti akan terjadi konfrontasi antara PDIP dan Projo," tegas Zaki.

Sebab, kata Zaki, keberadaan Projo menjadi parasit. Kalau Projo semakin agresif dan merusak citra Megawati dan PDIP, maka putri Bung Karno itu akan bertindak tegas.

"Persoalan Projo ini di luar struktur PDIP. Seharusnya dia tidak memaksakan PDIP, kan bisa melakukan gerakan ke partai lain," tambahnya.

Sumber: inilah http://dlvr.it/4yYrgZ

Belakangan ini kesan bahwa Projo melakukan penggembosan juga sangat tinggi, utamanya sebelum Rakernas September 2013 lalu, mereka berharap bulan Februari atau Maret 2014 ini PDIP dalam hal ini Megawati SP akan mengumumkan pencapresan Jokowi, namun indikasi kuat bahwa Megawati enggan memenuhi syahwat Projo alias Jasmev yang sebenarnya bukan dari internal PDIP. Juga mengingat sosok Jokowi yang belum menyelesaikan amanat dalam mengatasi permasalahan Jakarta.
Beranikah Megawati melewati ancaman pem-bully-an yang akan dilakukan terhadap DPP PDIP dan dirinya...?
Megawati is the real woman fighter, bravo mbak Mega.

MARS PKS DINYANYIKAN PADUAN SUARA GEREJA SPIRITUS SANTOS NTT, MARS PARTAI ISLAM MENGGUNCANG INDONESIA TIMUR



PKS ingin buktikan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, Lagu "Mars PKS" dibawakan oleh Paduan Suara Gereja Spiritus Santos mengawali acara "Dialog Kebangsaan" yang digelar pada Sabtu (15/2), di Ruang Kalimutu, Grand Wisata Hotel, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta pun dibuat takjub.

"Lagu Mars PKS dibawakan dengan sangat indah oleh saudara-saudara kita dari kelompok paduan suara ini. Saya telah beberapa kali mendengar lagu ini dibawakan, tapi malam ini saya mendengar versi yang jauh lebih merdu dari yang pernah saya dengar sebelumnya,” Anis mengapresiasi.

Adapun lirik dari Mars PKS yang heroik dengan semangat Jihad itu adalah:

"MARS PKS"

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
agar negri ini berkeadilan
Indonesia maju bukan hanya mimpi
Reff:
Partai keadilan sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah
Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun indonesia penuh berkah

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Lahirkan pemimpin adil sejati
Yang cinta rakyat dan negri ini
Kembali ke Reff:



Video "Mars PKS" yang dibawakan Paduan Suara Spiritus Santos dapat dilihat disini:


Akankah ini menjadi tanda-tanda Islam akan berjaya di Timur mengingat, mars Ini sejatinya dibuat dan mengandung unsur semangat jihad yang tinggi, waktu yang akan membuktikannya.

Selasa, 18 Februari 2014

PERANG TERBUKA PKS CYBERNET vs JASMEV BIN PROJO (PRO JOKOWI)..?


Di sosial media kita akan menyaksikan pemberitaan yang senantiasa intens jadi pembicaraan. Pemberitaan itu antara lain tentang Gubernur DKI Joko Widodo yang ingin men-capreskan diri pada pilpres 2014 ini. Munculnya Jasmev bin Projo yang konon merupakan terdiri dari para wartawan yang diperkerjakan untuk membuat opini melambungkan Jokowi.

Aksi aksi para jasmev bin projo yang dianggap lebay oleh sebagian pengguna sosial media. Mereka terganggu dengan publikasi yang dilakukan namun akan melakukan pem-bully-an bila dilakukan kritik. Para jasmev/projo ini terbilang kasar dan kerap menggunakan kata-kata kotor dengan memaki para pengkritik jokowi.
Namun anehnya para pendukung bayaran Jokowi alias jasmev bin projo ini kerap melakukan pembully-an terhadap para tokoh pengkritik kinerja jokowi dan beberapa partai politik tanpa dasar yang jelas, utamanya adalah: PKS, Demokrat, dan Golkar. Dua parpol terakhir memang tidak dikenal memiliki pendukung fanatik, sehingga tidak akan ada perlawanan dan cenderung diam dan terkesan kalah. Namun semua akan jadi berbeda dengan PKS, PKS dengan para kader yang terbilang melek teknologi akan kita temui banyak melakukan publikasi terkait pencitraan PKS. Sedikit banyak perlahan tapi pasti akan melakukan gerakan perlawanan.

Meski pada awal-awal kasus suap daging sapi, PKS menjadi sasaran empuk pembully-an dan cenderung bersikap bertahan, namun PKS lovers sebutan buat pendukung PKS lama kelamaan kelamaan tentunya akan membuat perhitungan dengan setiap pembully-an yang disematkan pada PKS. Apalagi indikasi bahwa pelakunya adalah sangat terstruktur dari kalangan tertentu, yaitu: Jasmev bin Projo. Momen gagalnya pemerintahan JOkowi dalam mengelola Jakarta yang dibuktikan dengan gagalnya penanganan banjir Jakarta membuat, kelompok-kelompok yang sebelumnya mengalami kekalahan malah balik menyerang.

Kalau biasanya dalam politik, suatu kelompok akan memperkecil musuh, maka berbeda dengan Jasmev, mereka cenderung memperbanyak musuh. Bahkan mereka mendeklare bahwa penghalang Jokowi adalah Islam fanatik, kelompok nasi bungkus, dan para koruptor yang disebut sebagai anti perubahan. Jasmev bin Projo juga banyak menyerang tokoh Islam dan gerakan ISlam, ini mungkin karena pendukung Jokowi banyak kelompok Islam abangan, kristen dan China. Untuk kelompok Islam yang umumnya juga melek teknologi, penyamaan kelompok koruptor dengan Islamis, tentunya akan menimbulkan resistansi yang tinggi, bahkan upaya menjadikan Jasmev dan Jokowi sebagai musuh bersama, tentunya ini adalah langkah mundur, mengingat kelompok Islam merupakan entitas yang makin diperhitungkan.
Kalau PKS mereka sebut dengan kelompok nasi bungkus, maka sebaliknya Jasmev mendapat sebutan Kelompok nasi kotak bin Jasmev, mereka kerap berkata:
Pokoke yg jelek2 ttg jokowi adalah fitnah, pesanan, rekayasa lawan politik, survey bayaran, dan tindakan anti perubahan yang dimotori oleh koruptor, Islam fanatik dan kelompok nasi bungkus.
Manuver tiap-tiap kelompok masih terus berlangsung, siapa yang menang, KOTAK SUARA AKAN MEMBUKTIKAN.

KELAKUAN BENGAL ELITE PKS YANG TIDAK TER-EKSPOS MEDIA


PKS adalah satu satunya partai dakwah setahun terakhir banyak tersandung kasus. Jujur saja PKS lebih pantas disebut Partai Keseruduk Sapi, karena memang masalah ini yang membuat mantan presiden PKS terkena vonis penjara !6 tahun lamanya. Anehnya kader PKS masih saja tetap bekerja untuk masyarakat tak perduli apakah itu menjelang pemilu atau pun masih jauh.
Namun tanpa sepengetahuan masyarakat, banyak tindakan bengal' nan ekstrim yang dilakukan oleh para petinggi PKS yang jarang ataupun tak pernah di beritakan media.Maklum aja, bagi media BAD NEWS is A Good News, kalau berita baek mah kagak laku di jual..
Diantara kelakukan bengal, ektrim, jahat dan aneh para elit PKS hampir tidak dilakukan oleh elit parpol lain termasuk manusia bukan dewa seperti Jokowi, kelakukan itu diantaranya adalah:
(1) Aleg PKS DPRD DKI, ustadz Muhammad Subki, Lc tengah mengantar warga yang sedang sakit ke rumah sakit.


2. HNW menerobos banjir untuk memperhatikan kebutuhan korban banjir



 Ustadz Hidayat Nur Wahid, Ketua F-PKS DPR RI, membersihkan Mesjid/musholla yang terkena banjir.



(3) Anis Matta, Presiden PKS, sungguh menumpuk beban amanah di pundaknya di saat partai dakwah ini dalam mihnah (ujian) yang dahsyat. Beliau juga terjun langsung, menyemangati para relawan PKS, turun ke Posko Banjir.

(4) Ir. Tiffatul Sembiring, Menteri dari PKS yang menyeruak banjir, mendatangi rakyat, namun herannya Kenapa Tidak pakai perahu karet...?


***
Beginilah kelakuan para elit-elit PKS. Mereka yang terdepan menjadi teladan.
Semoga Allah selalu menjaga kalian, memberi taufik hidayah, dan meridhoi langkah-langkah kalian.
Semoga Kelakukan bengal, ektrim, jahat dan aneh para elit PKS tidak cepat berlalu.
#AYTKTM


Minggu, 16 Februari 2014

KONSEP 'SESAT' PEMBANGUNAN ala PKS

Pembangunan dilakukan untuk mereduksi dan menanggulangi masalah dan tingkat kemiskinan yang terjadi dalam suatu wilayah atau negara. Untuk itu lahirlah teori-teori pembangunan yang dilengkapi dengan teori model-model pertumbuhan. Antara lain seperti; Teori Pembagian Kerja Secara Internasional (PKSI), Teori W.W. Rostow: Lima Tahap Pembangunan, Teori Harrod – Domar: Tabungan dan Investasi, David McClelland: Dorongan Berprestasi (n-Ach), Teori Max Weber: Etika Protestan, Teori Bert F. Hoselitz: Faktor Non Ekonomi, Teori Alex Inkeles dan David H. Smith: Manusia Sebagai Komponen Penopang Pembangunan, Andre Gundre Frank dan Dos Santos: Teori Ketergantungan (Dependency Theory), dan lain sebagainya.
Teori-teori ini memaparkan realitas, menjawab dan memberi solusi atas kebutuhan dalam memecahkan masalah pertumbuhan dan pembangunan, namun pendapat dan teori-teori yang dihasilkan tersebut terkesan bersifat terlalu khusus, pasial, dan terbatas, padahal permasalahan dan kebutuhan bangsa-bangsa terhadap solusi membutuhkan jawaban yang lebih kompleks, integral, dan menyeluruh.
Menjelang pemilu 2014 ini banyak partai politik senantiasa memaparkan konsep pembangnannya. Dalam Flat Form 2009 yang lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menawarkan solusi yang dapat dilakukan guna menghasilkan pembangunan yang ideal dengan menerapkan tiga karakteristik pembangunan, yaitu:
1.      Bersifat Integral
Pembangunan disatu sektor tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan di sektor lain. Pembangunan ekonomi misalnya, tidak terlepas dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, pembangunan sistem politik yang bersih dari penyimpangan, penegakan hukum berkeadilan, pengembangan iptek yang bertumpu pada kekuatan sendiri (kemandirian) dan pembangunan sosial budaya yang berakhlak. Sehingga tidak ada ruang bagi arogansi sektoral yang hanya menyempitkan pembangunan pada satu sektor saja. Ini mensyaratkan harus adanya koordinasi yang harmonis antar sektor pembangunan. Sebab inti pembangunan adalah manusia baik sebagai pelaku, objek dan sekaligus tujuan pembangunan.
2.      Bersifat Universal
Harus diakui bahwa keberhasilan pembangunan tergantung pada cara pandang bangsa (Indonesia) terhadap berbagai asset yang dimiliki. Baik aset sumber daya alam (SDA), sosial, politik maupun budaya. Pembangunan tidak akan mencapai hasil yang optimal apabila berbagai modal dasar yang ada dipandang hanya untuk satu generasi saja. Untuk itu perlu dikembangkan pandangan universal, yaitu pandangan yang mencakup lintas generasi, lintas teritorial, bahkan lintas kehidupan.
ñ          Pandangan lintas generasi berarti pembangunan harus dijaga agar tetap dapat berlanjut (sustainable) untuk generasi berikutnya.
ñ          Pandangan lintas teritorial, pembangunan di suatu tempat atau pembangunan wilayah Indonesia tidak dilakukan semena-mena dengan mengabaikan pengaruhnya terhadap tempat dan wilayah lain, seperti tatanan sosial, kemanusiaan, dan kerusakan alam.
ñ          Pandangan lintas kehidupan (dalam hal ini akhirat), membuat segala aktivitas dalam pembangunan sebagai bagian dari ekspresi religiusitas mereka. Bahkan, bangsa Indonesia akan diakui dunia sebagai bangsa yang membawa rahmat bagi seluruh alam karena pandangan yang universal tersebut. Karena religiusitas bertujuan membawa manusia dalam interaksi kemanusiaan yang berkedamaian.
 
3.      Partisipasi Total
Pembangunan merupakan hak sekaligus kewajiban masyarakat, bukan hanya negara. Karenanya pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan politis maupun ekonomis akan mengantarkan rakyat pada posisi sejajar sebagai mitra pemerintah, yang duduk bersama-sama untuk merumuskan kepentingan bersama. Partisipasi total dari masyarakat – pengusaha – pemerintah, serta kerjasama internasional, yang merupakan lintas komponen dan lintas aktor adalah keniscayaan dalam mengelola pembangunan dengan pandangan yang bersifat integral, global dan universal menuju keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
Dalam hal ini, aktor pembangunan nasional ada tiga komponen, yaitu: pemerintah – dunia usaha – masyarakat. Ketiga komponen ini harus bekerjasama secara egaliter tanpa ada upaya untuk saling mendominasi, memonopoli, dan mereduksi peran masing-masing. Dalam bingkai ini pemerintah hendaknya sedapat mungkin mengambil fungsi minimalis menjadi fasilitator dan administrator melalui berbagai regulasi penting dan strategis.


Kiranya konsep ini akan melahirkan hasil pembangunan dan pertumbuhan yang lebih bermartabat, terhindar dari intrik pertentangan kelas, dan upaya saling mendominasi peran, maupun mereduksi peran sebagian yang lain. Sehingga pembangunan yang dihasilkan lebih merata, berkesinambungan, serta menyeluruh.
Inilah konsep pembangunan yang PKS tawarkan, itu masih pengantarnya, belum lagi isinya. Silahkan bedah dan diuji, karena  mayoritas pakar merespon positif bahkan ada yang memberikan nilai 100.