Tampilkan postingan dengan label EDUKASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDUKASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

KUPAS TUNTAS LAGU SESAT SYI'AH "YAA THAYYBAH"



Rupanya nasyid Ya Thayybah yang selama ini didendangkan oleh umat Islam di Malaysia & Indonesia sebenarnya lagu nasyid yang diambil dari nasyid syiah !
Mulai Hari ini dan Seterusnya...

Jangan lagi Umat Islam ikut menyanyikan Nasyid ini..!
Selain Musik itu di larang, Lirik Lagu ini adalah Lagu Syi'ah !
Pujian 'Ghuluw' (berlebih-lebihan) kepada Manusia (Ali).
Kaum Syi'ah sangat meng-Agungkan dan meng-Kultuskan Ali.

Dibalik lagu "Yaa Thaybah" ini ada kultus dan penuhanan kepada 'Ali bin Abi thalib, dan berlebih-lebihan dalam memuji hasan dan husain maka lagu ini sangat jarang ditemukan terjemahannya, bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sering diputar maknanya, padahal jika difahami dalam kaidah 'arabnya bermakna pemujaan kepada 'Ali, Hasan, dan Husain.

Inilah liriknya, dalam versi 'arab, latin, dan terjemahannya :

يَا طَيْبَة يَا طَيْبَة يَا دَوَالْعيَا نَا
اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَدَانَا، وَالْهَوَى نَدَانَا

يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
عِنْدُكُمْ اَفضَلُل الغِلمَاَنَ اَفضَلُل الغِلمَاَ نَ

اَسْيَادِي الْحَسَنْ وَالحُسيْنِ
اِلَى النَّبِيِ قُرَّ ةْ عَيْنِ
يَا شَبَا بَ الجَنَّتَيْنِ
جَدُّكُمْ صَا حِبُ القُرْ آنَ صَا حِبُ القُرْ آنَ

yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa thaybah, yaa dawal'ayanaa
isytaqnaa lika wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

yaa 'aliy yaa ibna abi thalib
minkum mashdarul mawahib
yaa tura hal ura liy haajib
'indakum afdhalul ghilmana, afdhalul ghilmana

asyadiy alhasan wal husaini
ila annabiy qurrata 'aini
yaa syababal jannataini
jaddukum shahibul qurana, shahibul qurana

Artinya :

Wahai sang penawar, wahai sang penawar, wahai penyejuk mata kami
kami merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
darimulah sumber keutamaan
wahai engkau yang dilihat (maksudnya 'Ali) apakah tirai menjadi pengghalang bagiku (dari melihatmu)
sedang disisimu memiliki dua orang sebaik-baik anak, dua orang sebaik-baik anak

sayyidku Al-Hasan dan Al-Husain
sebagai Cahaya mata nabi
Wahai dua pemuda surga
kakekmu ahli quran,, ahli quran

dimana letak penuhanannya ?
ada pada 3 kalimat berikut :
pertama :

يَا دَوَالْعيَا نَا
اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَادَانَا، وَالْهَوَى نَادَانَا
yaa dawal'ayanaa
wal hawaa nadaana, wal hawa nadaana

artinya :
wahai penyejuk mata kami
kami telah merindukanmu dan hawa itu telah memanggil kami, dan hawa itu telah memanggil kami

kedua pada kalimat ini

يَا عَلِىَّ يَاابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
yaa 'aliy yaa ibna abi thalib
minkum mashdarul mawahib

artinya :
Wahai Ali wahai putera Abi Tholib
darimulah sumber keutamaan

dan ketiga pada kalimat ini

يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
yaa tura hal ura liy haajib

artinya :
wahai engkau yang dilihat (maksudnya 'Ali) apakah tirai menjadi penghalang bagiku (dari melihatmu).

_______________

Sungguh jika dilihat pada tiga kalimat diatas nyatalah mereka kufur kepada Allah, tidak ada kerinduan mereka kepada Allah, mereka tidak ingat kepada Allah ketika mengucapkan kalimat-kalimat itu. Seakan-akan semua hidup dan mati hanya dipersembahkan untuk keluarga 'Ali dengan melupakan Allah.

Bagaimanapun, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Di dalam nyanyian itu sampai disanjung sebegitu, dianggap, dari Ali lah sumber anugerah-anugerah atau bakat-bakat atau keutamaan-keutamaan. Ini sangat berlebih-lebihan alias 'ghuluw.'

Bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri melarang kita Umatnya, agar jangan terlalu berlebihan Memuji dan memuja diri beliau. Pada diri beliau yang Mulia saja terlarang, apalagi pada diri Orang lain. tentu hal itu di Larang Keras ..!

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ (رواه البخاري)

“Janganlah kalian memuji / menyanjung aku secara berlebihan, sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah ‘hamba Allah dan Rasul-Nya”

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Sufyan berkata, aku mendengar Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhua bahwa dia mendengar 'Umar radliallahu 'anhum berkata di atas mimbar, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan 'Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah 'abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya").
(HR. Bukhari)
__________________________

Ini Link Video Lagunya ==> http://www.youtube.com/watch?v=4U3C3k1O5PI

Jangan kaget kalo lagu2 yang mereka bawakan diambil dari lagu2 ajaran Syiah. Seperti lagu berikut ini :

“Ya Thayyibah…ya Thayyibah…”

Contoh (dijamin 100% Syiah):
http://www.youtube.com/watch?v=9h2Wv-24rMc&feature=related

(Ket: Jangan didengarkan dan jangan dinikmati lagunya. Sekedar referensi saja)

Video Sujud di Atas batu Karbala ==> http://www.youtube.com/watch?v=NCSC-P2Yr1Y&feature=youtu.be

______
*Dari berbagai sumber



Selasa, 23 September 2014

Profesor Ahli Antariksa MEMBELA GURU: 4 x 6 Berbeda dengan 6 x 4

Urusan pekerjaan rumah (PR) seorang siswa menjadi perdebatan menarik di media sosial belakangan ini, satu sisi hanya mengkritik kinerja guru tanpa memahami konteks pembelajaran dan hakikat ilmu. Padahal imu pengetahuan itu tidaklah semata berorientasi hasil, misalnya 4+4+4+4+4+4, bila dinyatakan dalam perkalian, 6 x 4 atau 4 x 6?

Banyak yang berpendapat bahwa mengekspresikan 4+4+4+4+4+4 dalam perkalian menjadi 6 x 4 atau 4 x 6 sama saja. Toh hasilnya sama, begitu logikanya. Sebagian menganggapnya sebagai kebebasan bernalar.

Namun, profesor astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan, antara 4 x 6 dan 6 x 4 memang berbeda.

“Samakah 4 x 6 dan 6 x 4? Hasilnya sama, 24, tetapi logikanya berbeda. Itu adalah model matematis yang kasusnya berbeda. Konsekuensinya bisa berbeda juga,” urai Thomas dalam akun Facebook-nya, Senin (22/9/2014).

Thomas menerangkan perbedaan 6 x 4 dengan 4 x 6 lewat sebuah soal cerita.

“Ahmad dan Ali harus memindahkan bata yang jumlahnya sama, 24. Karena Ahmad lebih kuat, ia membawa 6 bata sebanyak 4 kali, secara matematis ditulis 4 x 6. Tetapi, Ali yang badannya lebih kecil, hanya mampu membawa 4 bata sebanyak 6 kali, model matematisnya 6 x 4. Jadi, 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 6 x 4, berbeda konsepnya dengan 6 + 6 + 6 + 6 = 4 x 6, walau hasilnya sama 24,” terang Thomas.

Lewat kasus ini, Thomas mengajak semua kalangan untuk memahami Matematika dengan logika, bukan menjadi generasi “kalkulator” yang sekadar tahu hasil.

“Dengan kemampuan berlogika, suatu kasus bisa dimodelkan dengan rumusan matematis sehingga mudah dipecahkan,” ungkap Thomas. [kompas/fimadani/islamedia]

Kamis, 21 Agustus 2014

MEREKA ADALAH Nenek Moyang ISIS

Dialog Abdullah bin Abbas dengan Khawarij

Di antara sekte atau aliran yang menyimpang yang pertama kali muncul dalam Islam adalah pemikiran Khawarij, sebuah sekte yang berbicara tentang status keislaman seseorang, apakah seseorang tersebut telah keluar dari Islam (kafir), atau masih berada dalam lingkaran keislaman.

Pemikiran ini pertama kali muncul di zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dan sekarang pemikiran ini kembali menyerebak di tengah-tengah umat Islam yang popular dengan istilah terorisme. Banyak orang-orang yang sibuk membicarakan status keislaman orang lain, terutama status keislaman para pemimpin yang berhukum dengan undang-undang buatan manusia.

Mereka adalah sebagian pemuda yang memiliki semangat keislaman, namun mereka tergesa-gesa menghukumi tanpa melakukan pengkajian yang mendalam. Pemikiran ekstrim ini direspon dengan berbagai tindakan, dan salah satu tindakan yang dilakukan untuk memerangi pemikiran teroris ini adalah dengan cara berdialog. Cara ini termasuk cara yang paling efektif untuk memeranginya, karena sebuah pemikiran idealnya dihadapi juga dengan pemikiran.

Berikut ini, kami cuplikkan sebuah kisah tentang ketergesa-gesaan orang-orang Khawarij dalam memvonis hukum kafir dan kedangakalan mereka dalam memahami ayat-ayat Alquran, mudah-mudahan para pemuda yang memiliki semangat dalam berislam bisa mengambil pelajaran dari kisah ini dan terhindar dari pemikiran terorisme yang bermudah-mudahan dalam memvonis kafir seseorang.

Ali bin Abi Thalib mengirim Abdullah bin Abbas kepada orang-orang Khawarij untuk berdialog bersama mereka. Kisah dialog Ibnu Abbas ini dicatat oleh Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitabnya Talbis Iblis sebagai berikut:

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Orang-orang Khawarij memisahkan diri dari Ali radhiallahu ‘anhu, berkumpul di satu daerah untuk memberontak kepada khalifah. Ketika itu, jumlah mereka enam ribu orang.

Semenjak Khawarij berkumpul, setiap orang yang mengunjungi Ali radhiallahu ‘anhu berkata –mengingatkannya–, “Wahai Amirul Mukminin, orang-orang Khawarij telah berkumpul untuk memerangimu.”

Ali menjawab, “Biarkan saja, aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku, dan pasti mereka akan melakukannya.”

Hingga di suatu hari yang terik, saat masuk waktu zuhur aku menjumpai Ali radhiallahu ‘anhu. Aku (Ibnu Abbas) berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tunggulah cuaca dingin untuk shalat zuhur, sepertinya aku akan mendatangi mereka (Khawarij) berdialog.”


Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata, “Wahai Ibnu Abbas, sungguh aku mengkhawatirkanmu!”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, janganlah kau khawatirkan diriku. Aku bukanlah orang yang berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.” Maka Ali pun mengizinkanku.

“Jubah terbaik dari Yaman segera kupakai, kurapikan rambutku, dan kulangkahkan kaki ini hingga masuk di barisan mereka di tengah siang.”

Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma berkata, “Aku benar-benar berada di tengah suatu kaum yang belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh luka bekas sujud, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta (kapalan). Wajah-wajah mereka pucat pasi karena tidak tidur, menghabiskan malam untuk beribadah.”

Kuucapkan salam pada mereka. Serempak mereka menyambutku, “Selamat datang, wahai Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Apa gerangan yang membawamu kemari?”

Aku berkata, “Aku datang pada kalian sebagai perwakilan dari sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, dan juga dari sisi menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (yakni Ali bin Abi Thalib), kepada para sahabat-lah Alquran diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Alquran daripada kalian.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengingatkan tentang kedudukan sahabat Muhajirin dan Anshar dan bagaimana seharusnya prinsip seorang muslim dalam memahami Alquran dan sunnah yaitu mengembalikan kepada pemahaman sahabat yang kepada merekalah Alquran diturunkan, dan merekalah orang yang paling mengerti Alquran dan sunnah. Ibnu Abbas juga menegaskan besarnya kedudukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu di sisi Allah, yaitu menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Begitu mendengar ucapan Ibnu Abbas yang penuh makna dan merupakan prinsip hidup –yang tentunya tidak mereka sukai karena menyelisihi prinsip sesat mereka–,sebagian Khawarij memberi peringatan, “Jangan sekali-kali kalian berdebat dengan seorang Quraisy (yakni Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, pen.). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58)

Ibnul Jauzi kembali melanjutkan kisah ini: Dua atau tiga orang dari mereka berkata, “Biarlah kami yang akan mendebatnya!”.

Ibnu Abbas berkata, “Wahai kaum, beri aku alasan, mengapa kalian membenci menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat Muhajirin dan Anshar, padahal Alquran diturunkan kepada mereka, dan tidak ada seorang sahabat pun yang bersama kalian. Ali adalah orang yang paling mengerti tentang penafsiran Alquran.”

Mereka berkata, “Kami punya tiga alasan.”
Ibnu Abbas mengatakan, “Sebutkan (tiga alasan kalian).”

“Pertama, sungguh Ali telah menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara) dalam urusan Allah, padahal Allah berfirman,
“…Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah …” (Yusuf: 40)

Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan firman Allah Ta’ala. Kata mereka.

Ibnu Abbas menanggapi, “Ini alasan kalian yang pertama. Lalu apa lagi?”

Mereka melanjutkan, “Kedua, sesungguhnya Ali telah berperang dan membunuh, tapi mengapa tidak mau menawan dan mengambil ghanimah? Kalau mereka (orang-orang yang berperang melawan Ali) itu mukmin tentu tidak halal bagi kita memerangi dan membunuh mereka. Tidak halal pula tawanan-tawanannya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bertanya lagi, “Lalu apa alasan kalian yang ketiga?”

Kata mereka, “Ketiga, dia telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya. Kalau dia bukan amirul mukminin (karena menghapus sebutan itu) berarti dia adalah amirul kafirin (pemimpin orang-orang kafir).”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ada alasan selain ini?” Mereka berkata, “Cukup sudah bagi kami tiga perkara ini!”

Bantahan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma atas dangkalnya pemahaman Khawarij

Lihatlah, bagaimana Khawarij mudah memvonis kafir, dan memberontak sekalipun kepada khalifah ar-Rasyid yang penuh keutamaan dan kemuliaan. Alasan-alasan mereka adalah kerancuan yang sangat lemah dan menunjukkan kedangkalan mereka dalam memahami Alquran dan sunnah.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mulai menanggapi, “Ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah menjadikan manusia untuk memutuskan perkara (untuk mendamaikan persengketaan antara kaum muslimin -pen), sebagai jawabannya akan kubacakan ayat yang membatalkan kerancuan kalian. Jika ucapan kalian terbantah, maukah kalian kembali (kepada jalan yang benar)?”

Mereka menjawab, “Ya, tentu kami akan kembali.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyerahkan sebagian hukum-Nya kepada keputusan manusia, seperti dalam menentukan harga kelinci (sebagai tebusan atas kelinci yang dibunuh saat ihram) Allah Subhanahu wa Ta’alal berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan (hukum) dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS. Al-Maidah: 95)

Demikian pula dalam perkara perempuan dan suaminya yang bersengketa, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyerahkan hukumnya kepada hukum (keputusan) manusia untuk mendamaikan antara keduanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.” (QS. An-Nisa: 35)

Demi Allah, jawablah, apakah diutusnya seorang manusia untuk mendamaikan hubungan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara mereka lebih pantas untuk dilakukan, atau hukum manusia perihal darah seekor kelinci dan urusan pernikahan wanita? Menurut kalian manakah yang lebih pantas?”

Mereka katakanlah, “Inilah (yakni mengutus manusia untuk mendamaikan manusia dari pertumpahan darah) yang lebih pantas.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah pertama?” Mereka berkata, “Ya.”

Ibnu Abbas melanjutkan, “Adapun ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah berperang tapi tidak mau mengambil ghanimah dari yang diperangi dan tidak menjadikan mereka sebagai tawanan, sungguh (dalam alasan kedua ini) kalian telah mencerca ibu kalian (yakni Aisyah).

Demi Allah! Kalau kalian katakan bahwa Aisyah bukan ibu kita, kalian telah keluar dari Islam (karena mengingkari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala). Demikian pula kalau kalian menjadikan Aisyah sebagai tawanan perang dan menganggapnya halal sebagaimana tawanan lainnya (sebagaimana layaknya orang-orang kafir), maka kalian pun keluar dari Islam. Sesungguhnya kalian berada di antara dua kesesatan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah ini?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata lagi, “Adapun ucapan kalian bahwasanya Ali telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya, maka (sebagai jawabannya) aku akan kisahkan kepada kalian tentang seorang yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketahuilah, bahwasanya beliau di hari Hudaibiyah (6 H) melakukan shulh (perjanjian damai) dengan orang-orang musyrikin, Abu Sufyan dan Suhail bin Amr. Tahukah kalian apa yang terjadi?

Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ali, “Wahai Ali, tulislah perjanjian untuk mereka.” Ali menulis, “Inilah perjanjian antara Muhammad Rasulullah…”

Orang-orang musyrik berkata, “Demi Allah! Kami tidak tahu kalau engkau rasul Allah. Kalau kami mengakui engkau sebagai utusan Allah tentu kami tidak akan memerangimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah , sungguh engkau mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah. Wahai Ali, tulislah ‘Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdilah…’.” (Rasulullah memerintahkan Ali untukmenghapus sebutan Rasulullah dalam perjanjian, pen.)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia dari Ali, meskipun demikian beliau menghapuskan sebutan rasulullah dalam perjanjian Hudaibiyah…” (Apakah dengan perintah Rasul menghapuskan kata rasulullah dalam perjanjian kemudian kalian mengingkari kerasulan beliau? Sebagaimana kalian ingkari keislaman Ali karena menghapus sebutan Amirul Mukminin?)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Maka kembalilah dua ribu orang dari mereka, sementara lainnya tetap memberontak (dan berada di atas kesesatan), hingga mereka diperangi dalam sebuah peperangan besar (yakni perang Nahrawan).”

Demikian tiga kerancuan pola pikir Khawarij yang mereka jadikan sebagai alasan memberontak dan memerangi Ali radhiallahu ‘anhu. Semua kerancuan tersebut terbantah dalam dialog mereka dengan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Maka selamatlah mereka yang mau mendengar sahabat dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memahami Alquran dan sunnah.

Kemudian dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, Imam Ibnu Katsir melanjutkan kisah ini.

Abdullah bin Abbas membawa mereka ke hadapan Ali bin Abi Thalib di Kufah.

Setelah itu, Ali mengirim utusan kepada orang-orang Khawarij yang tersisa, ia berkata, “Sesungguhnya kalian telah menyaksikan apa yang telah dialami olehku dan orang-orang secara umum. Berbuatlah semau kalian hingga umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersatu. Di antara kita ada sebuah perjanjian, tidak boleh menumpahkan darah yang haram dibunuh, tidak boleh menyabotase jalan dan tidak boleh menzalimi ahli zhimmah. Jika kalian melanggarnya, maka kami akan membalasnya dengan pembalasan yang setimpal. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al-Anfal: 58)

Tidak lama setelah itu, mereka menyabotase jalan, membunuh orang-orang yang tak bersalah, menghalalkan darah ahli zhimmah hingga mereka dikalahkan dalam Perang Nahrawan. Setelah itu mereka membalas dendam dan yang mengakibatkan tewasnya Khalifah ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

(Muhammad Faisal)

Sabtu, 02 Agustus 2014

BEBERKAN PRESTASI, TIFFATUL SEMBIRING DI BULLY "Batak Sinting"

Di akhir-akhir masa jabatan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika RepublikIndonesia periode 2009-2014, Tifatul Sembiring menyampaikan beberapa hal tentang 'jabatan sebagai menteri' dan pencapaian Kemenkominfo yang dipimpinnya.

"Jadi seorang menteri, bagi saya pribadi, bukanlah sebuah kehormatan, melainkan sebuah beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan...," ujarnya lewat akun @tifsembiring, Jumat (1/8/2014)

Soal masa depannya sebagai menteri di periode presiden mendatang, mantan Presiden PKS ini menyatakan tidak akan mengajukan diri.

- Saya tidak akan mengajukan diri jadi menteri. Saya ditugaskan partai dalam KIB ke-2 ini. Saya tidak akan mengemis untuk urusan ini.

- Saya ucapkan Alhamdulillah, jika dibebaskan dari tugas ini. Dan saya ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, saat diberi amanah ini.

- Jadi seorang menteri, bagi saya pribadi, bukanlah sebuah kehormatan, melainkan sebuah beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan...

- Membangun negeri ini tidak harus jadi menteri atau pejabat, banyak hal di luar sana bisa dilakukan untuk negeri tercinta ini.

- Soal nanti ada menteri dari parpol, itu sah2 saja, ini berlaku diseluruh dunia. Tidak ada yang aneh. Ini demokrasi. Tanya Presiden...

- Kami PKS tergabung dalam koalisi Prabowo-Hatta, soal kelanjutannya, tunggu saja. Kalau menang tidak jumawa, kalau kalah mesti diakui.

Menanggapi berbagai kritik (dan hujatan) atas kinerjanya sebagai Menkominfo, berikut jawaban Pak Tif:

- Ttg yang tidak puas dg kinerja saya sebagai Menkominfo, saya ucapkan terimakasih atas segala masuklannya. Saya sendiri juga belum puas..

- Ada kritik yg membangun dan dan bernada menjatuhkan. Saya mengamati ini. Ada yg kebelet sekali jadi menteri. Silakan, bungkus.

- Profesionalitas itu bukan ngaku2, tapi ada prestasi yg bermanfaat, diakui orang lain. Terserah Presiden, sampeyan dipilih atau tidak.

- Menilai keberhasilan seorang menteri bukan oleh orang2 ambisi begini, evaluasi jalanan, semua itu ada ukurannya, tercatat dan terukur.

- Seluruh program2 kementerian itu dalam rangka menjalankan RPJMN, janji-janji kampanye Presiden, program 100 hari, Instruksi2 Presiden..

- ..keputusan2 Presiden, arahan2 Presiden dan Menko2, kerjasama antar kementerian, dan disepakati anggaran dan program kerjanya oleh DPR.

- Bukan asal dikerjakan, ada yang mengawasi dan mengukurnya seperti UKP4, secara administrasi ada pengawasan berjenjang...

- Ada Kementerian PAN dan RB, ada audit BPK, konsultasi dg BPKP, ada penilaian oleh KPK, ada aparat penegak hukum yg mengawasi, ada DPR...

- Jadi bukan asal kerja, ada perencanaan, ada visi misi, kalau ingin mengevaluasi silakan. Bukan keinginan orang perorang, ini negara...

- Banyak yang sudah dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono, banyak yang mensyukuri dan menghargai termasuk lembaga2 dari luar negeri.

- Bahkan Indonesia sekarang masuk dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia, versiWorld Bank. Puas? Tentu belum, masih banyak masalah....

- Untuk Kemenkominfo, sesuai RPJMN, bdg infrastruktur, Alhamdulillah: Hampir seluruh desa di Indonesia sudah masuk telefon(lk 72.000 desa)

- Seluruh kecamatan sudah masuk internet baik 5748 PLIK maupun 1970 MPLIK. Hampir seluruh kota dan kabupaten sudah ada sarana wifi gratis.

- Jaringan fiber optic Palapa Ring, hampir 90% selesai, wilayah coverage hp mencapai 95%, stasiun TVRI dibangun sebanyak 31 stasiun.

- Migrasi sistem televisi dr analog ke digital, PNBP Kemenkominfo naik jadi rp 13,6 Trilyun/thn, anggaran yg dipakai rp 3 trilyun/thn.

- Ajang INAICTA (Indonesia ICT Award) tiap tahun, tlh melahirkan inovator2 baru ICT. Proyek e-learning yg menyambungkan 500 SD, SMP di DIY

- Pembangunan e-health di Sumbar, dimulainya teknologi baru LTE. Open source wajib dipakai di PLIK dan MPLIK, Indonesia OpenSource Award

- ICT pura, Cyber Jawara, ICT Training center UIN, Pusat training TIK Cikarang, ST MMTC di Yogyakarta. Bea siswa S2, S3 IT dan komunikasi.

- Kampanye internet sehat dan aman, kominfo goes to mall, Kartini Next Generation kreatifitas para wanita, PEGI peringkat e-gov Indonesia.

- Soal open BTS, jangan ngaku2 produk sendiri. Ilmuwan itu harus jujur dan ilmiah, ini kreatifitas Harvind Samra dan David Burgess...

- Saya tidak menolak open BTS, tapi karena menggunakan frekuensi, mk harus ada izin spektrum. Ini berlaku bagi semua pihak tanpa kecuali.

- Soal blokir konten, tentu ada mekanismenya. Ada Tim trust positif di bawah Ditjen Aptika, ada aturannya dalam UU dan PP dll.

- Selama ini hal tsb diatur dlm peraturan Dirjen Aptika, lalu dinaikkan jadi PM. Ada aduan masyarakat melalui pengaduan konten negatif.

- Ada lembaga2 yang berwenang meminta pemblokiran, seperti OJK mis?: situs forex yang di black list, LPOM mengenai makanan dan obat2an...

- Dari Kepolisian, dari BNN, ttg hal2 yg membahayakan keamanan negara. Ada mekanismenya, tidak asal blokir, ada sistem yang bekerja.

- Mereka tim trust positif ini mengawasi terus, dan tidak perlu izin menteri untuk memblokir sesuatu yang memang jelas konten negatif.

- Soal situs vimeo memang mengandung banyak konten porno, kita minta kesediaan mrk untuk memblok yg porno2 saja. Belum ada jawaban jelas.

- Soal komik manga, xhamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2...

- Kalau ada yang membuka kembali konten2 internet yg dilarang oleh UU, tentu akan berhadapan dg bagian masyarakat yg anti pornografi.

Di akhir penjelasannya, Pak Tif menghimbau untuk menggunakan social media(socmed) secara positif.

- Terakhir, saya menghimbau seluruh pengguna socmed agar berbicara sopan dan menggunakan sarana ini untuk hal2 yang lebih produktif.

- Banyak manfaat positif spt: untuk penelitian, bisnis, pertemanan, pengumpulan data, promosi daerah dsb. Terimakasih atas atensinya.

Namun sayang, himbauan positif Pak Menteri dari PKS ini langsung dibully dengan kata-kata yang tidak sopan dari akun @radjapea.

"@tifsembiring ni orang menteri PKS atau menteri indonesia sih..batak sinting” tulis akun @radjapea.

"Dihimbau sopan malah begini...," balas Pak Tif.

Astaghfirullah... semoga Pak Tif selalu diberi kesabaran dan pahala yang melimpah atas kinerja dan baktinya untuk negeri tercinta ini.

*by admin @pkspiyungan

BACA JUGA: Patriotisme Tifatul Sembiring Dibalik Satelit BRI

Pantun Tifatul untuk Yang Protes Pemblokiran Situs Porno


Suasana Idul Fitri 1435 H yang penuh kekeluargaan dimanfaatkan Tifatul Sembiring untuk menyapa netizen (pengguna internet) di social media.

Jumat sore kemarin (1/8), Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesiaperiode 2009-2014 ini pun berbagi cerita tentang berbagai hal seputar kinerja kemenkominfo dan hal-hal aktual. Salah satunya yang sering disorot adalah pemblokiran situs-situs porno yang memang sangat gencar dilakukan kemenkominfo era Tifatul Sembiring.

Bagi yang masih protes atas upaya pemblokiran situs porno sebagai upaya menjaga moralitas anak bangsa, bapak 7 anak kelahiran Bukittinggi ini menghadiahi pantun:

Berfoto di tepi kuala kapuas
Bergaya mirip si putri raja
Porno diblokir merasa tak puas
Sila pergi ke laut sahaja...:D

Terkait atas sorotan atas kinerjanya memimpin Kementerian Komunikasi dan Informatika, berikut twit mantan Presiden PKS ini:

- Ttg yang tidak puas dg kinerja saya sebagai Menkominfo, saya ucapkan terimakasih atas segala masuklannya. Saya sendiri juga belum puas..

- Ada kritik yg membangun dan dan bernada menjatuhkan. Saya mengamati ini. Ada yg kebelet sekali jadi menteri. Silakan, bungkus.

- Profesionalitas itu bukan ngaku2, tapi ada prestasi yg bermanfaat, diakui orang lain. Terserah Presiden, sampeyan dipilih atau tidak.

- Menilai keberhasilan seorang menteri bukan oleh orang2 ambisi begini, evaluasi jalanan, semua itu ada ukurannya, tercatat dan terukur.

- Seluruh program2 kementerian itu dalam rangka menjalankan RPJMN, janji-janji kampanye Presiden, program 100 hari, Instruksi2 Presiden..

- ..keputusan2 Presiden, arahan2 Presiden dan Menko2, kerjasama antar kementerian, dan disepakati anggaran dan program kerjanya oleh DPR.

- Bukan asal dikerjakan, ada yang mengawasi dan mengukurnya seperti UKP4, secara administrasi ada pengawasan berjenjang...

- Ada Kementerian PAN dan RB, ada audit BPK, konsultasi dg BPKP, ada penilaian oleh KPK, ada aparat penegak hukum yg mengawasi, ada DPR...

- Jadi bukan asal kerja, ada perencanaan, ada visi misi, kalau ingin mengevaluasi silakan. Bukan keinginan orang perorang, ini negara...

- Banyak yang sudah dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono, banyak yang mensyukuri dan menghargai termasuk lembaga2 dari luar negeri.

- Bahkan Indonesia sekarang masuk dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia, versiWorld Bank. Puas? Tentu belum, masih banyak masalah....

- Untuk Kemenkominfo, sesuai RPJMN, bdg infrastruktur, Alhamdulillah: Hampir seluruh desa di Indonesia sudah masuk telefon(lk 72.000 desa)

- Seluruh kecamatan sudah masuk internet baik 5748 PLIK maupun 1970 MPLIK. Hampir seluruh kota dan kabupaten sudah ada sarana wifi gratis.

- Jaringan fiber optic Palapa Ring, hampir 90% selesai, wilayah coverage hp mencapai 95%, stasiun TVRI dibangun sebanyak 31 stasiun.

- Migrasi sistem televisi dr analog ke digital, PNBP Kemenkominfo naik jadi rp 13,6 Trilyun/thn, anggaran yg dipakai rp 3 trilyun/thn.

- Ajang INAICTA (Indonesia ICT Award) tiap tahun, tlh melahirkan inovator2 baru ICT. Proyek e-learning yg menyambungkan 500 SD, SMP di DIY

- Pembangunan e-health di Sumbar, dimulainya teknologi baru LTE. Open source wajib dipakai di PLIK dan MPLIK, Indonesia OpenSource Award

- ICT pura, Cyber Jawara, ICT Training center UIN, Pusat training TIK Cikarang, ST MMTC di Yogyakarta. Bea siswa S2, S3 IT dan komunikasi.

- Kampanye internet sehat dan aman, kominfo goes to mall, Kartini Next Generation kreatifitas para wanita, PEGI peringkat e-gov Indonesia.

- Soal open BTS, jangan ngaku2 produk sendiri. Ilmuwan itu harus jujur dan ilmiah, ini kreatifitas Harvind Samra dan David Burgess...

- Saya tidak menolak open BTS, tapi karena menggunakan frekuensi, mk harus ada izin spektrum. Ini berlaku bagi semua pihak tanpa kecuali.

- Soal blokir konten, tentu ada mekanismenya. Ada Tim trust positif di bawah Ditjen Aptika, ada aturannya dalam UU dan PP dll.

- Selama ini hal tsb diatur dlm peraturan Dirjen Aptika, lalu dinaikkan jadi PM. Ada aduan masyarakat melalui pengaduan konten negatif.

- Ada lembaga2 yang berwenang meminta pemblokiran, seperti OJK mis?: situs forexyang di black list, LPOM mengenai makanan dan obat2an...

- Dari Kepolisian, dari BNN, ttg hal2 yg membahayakan keamanan negara. Ada mekanismenya, tidak asal blokir, ada sistem yang bekerja.

- Mereka tim trust positif ini mengawasi terus, dan tidak perlu izin menteri untuk memblokir sesuatu yang memang jelas konten negatif.

- Soal situs vimeo memang mengandung banyak konten porno, kita minta kesediaan mrk untuk memblok yg porno2 saja. Belum ada jawaban jelas.

- Soal komik manga, xhamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2...

- Kalau ada yang membuka kembali konten2 internet yg dilarang oleh UU, tentu akan berhadapan dg bagian masyarakat yg anti pornografi.

by: Piyungan

Sabtu, 05 Juli 2014

HASIL PENELITIAN: SUAMI ISTRI ITU MEMILIKI GEN DNA YANG MIRIP


Sebutan “belahan jiwa” untuk pasangan suami atau istri memang tepat. Salah satu penelitian telah membuktikan, pasangan menikah memiliki DNA yang mirip satu sama lain. Padahal, sulit menemukan DNA yang begitu mirip bukan?

Peneliti dari University of Carolina membandingkan DNA lebih dari 800 pasangan menikah dengan pasangan acak. Daripada orang yang sama-sama asing, pasangan menikah lebih punya kesamaan DNA.

Salah satu peneliti, Ben Domingue tak bisa menjelaskan secara pasti bagaimana seseorang bisa menemukan orang lain dengan DNA yang sama persis dengannya dari miliaran manusia di dunia.

“Mungkin alasannya sederhana. Gen yang sama akan menghasilkan hobi atau selera yang juga sama,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mail. Hobi dan selera sama itulah yang mempersatukan keduanya.

Singkat kata, seseorang akan mencari pasangan yang seakan menjadi cermin bagi dirinya sendiri.

Dalam Al-Qur'an Allah sudah sangat jelas menginformasikan bahwa dua insan manusia yang berjodoh kemudian menikah itu mempunyai kesamaan-kesamaan secara kepribadian yang akhirnya menjadi karakter. Sebagaimana dalam Surat An-Nur ayat 26: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)"
[viva/mh]

Sabtu, 10 Mei 2014

TERKAIT SATELIT BRI, PATRIOTISME TIFATUL SEMBIRING TERLALU..!



"Dari Tual terbang ke Bali. Dulu jual sekarang beli." Itulah pantun yang tiba-tiba diucapkan seorang tokoh saat berada di dalam lift kantor pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dialah Tiffatul Sembiring, 
Menkominfo besutan PKS yang berdarah Batak-Karo-Minang.

Penandatanganan kontrak Program Satelit BRI antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Space System/Loral. LLC, dan Arianespace di Jakarta (28/4) akan membuat micro banking terbesar di dunia ini sebagai satu-satunya bank yang memiliki satelit sendiri. Rencananya satelit itu akan diluncurkan di Guyana Perancis pada tahun 2016.

Sejak Indosat dijual oleh pemerintahan Rezim PDI Perjuangan dibawah di masa Presiden Megawati kepada asing di tahun 2002, maka kavling orbit satelitnya yang milik Indonesia juga ikut terjual. Dengan penandatanganan itu maka kavling orbit di slot 150.5 Bujur Timur tempat dulu Satelit Palapa C2 pernah mengorbit dapat kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN dalam Manufacturing Hope-nya mengakui untuk merebut kavling tersebut tidaklah mudah, sulit, dan sangat sulit. “BRI (dan kita semua) sangat berterima kasih kepada Menkominfo Tifatul Sembiring. Beliaulah yang berada di depan untuk berjuang mendapatkan kembali kavling satelit itu. Tentu juga mendapat dukungan penuh Bapak Presiden SBY. Perjuangan satelit ini tidak kalah heroiknya dibanding perjuangan mendapatkan Inalum tahun lalu.”

Perlu diketahui bahwa lokasi BRIsat adalah orbit terbaik. Menurut Dahlan Iskan orbit ini mestinya hanya bisa diisi 360 satelit. Karena mereka harus dideretkan di tiap derajat dari 360 derajat keliling bumi. Orbit ini jadi rebutan semua negara. Saking banyaknya negara yang mengincarnya, sampai-sampai kompromi harus dilakukan. Lokasi yang mestinya diisi 360 satelit itu kini sudah diisi lebih dari 900 satelit! Alangkah padatnya. Alangkah berjejalnya. Betapa penuhnya orbit itu. Satelit dari seluruh dunia. Itulah sebabnya apa yang dilakukan BRI ini sungguh heroik! Terlambat sedikit, lokasi tersebut bisa jatuh ke negara lain.

Sebagaimana diberitakan Merdeka.com (28/2) Tifatul Sembiring sebelum penandatanganan tersebut pernah mengisyaratkan akan mencabut pengelolaan slot satelit 150,5 BT dari Indosat ke BRI. "Kita optimalkan jatah satelit untuk kepentingan 'Merah Putih'. Indosat kan saat ini kepemilikannya mayoritas asing," kata Tifatul.

Tifatul merealisasikan janjinya dengan menerbitkan surat dengan nomor B-297/M.KOMINFO/SP.02.01/03/2014 tertanggal 26 Maret 2014 yang menyatakan hak pemanfaatan filling satelit di slot orbit 150,5 BT untuk Indosat tak diperpanjang. Dengan demikian BRI telah mengantongi izin khusus pengelolaan satelit per tanggal 1 September 2015, lansir IndoTelko.

Menteri yang terpilih sebagai Anggota DPR RI di Pemilu 2014 dari Dapil Sumatera I ini pernah menyarankan kerjasama antara BRI dan Indosat nantinya adalah Indosat cukup menyewa transponder satelit ke BRI.

Ini kerja besar kali kesekian menteri berdarah batak itu dalam mengedepankan kepentingan bangsa. Sebelumnya di tahun 2011 Tifatul pernah dikritik dan diprotes habis ketika mengultimatum Research In Motion (RIM), perusahaan Kanada yang mengeluarkan layanan Blackberry, untuk menutup akses situs porno. Tifatul bergeming. Dalam akun twitternya Tifatul berujar, “Kalau ada nasionalisme di dada kita & ingin jd bangsa berwibawa, pasti sebagian kita akan setuju poin-poin yang saya sampaikan tentang #RIM.”

Saat ini, negeri ini, sejatinya butuh pejabat dengan nasionalisme dan patriotisme yang tinggi agar tidak ada lagi aset-aset yang dijual kepada asing dengan harga murah dan tidak mengedepankan kepentingan rakyat banyak.
Teruslah bekerja dengan Cinta untuk Harmoni Indonesia Raya.

*by @rizaalmanfaluth

Jumat, 09 Mei 2014

WANITA-WANITA YANG DIPERKOSA BUDAYA

Pada suatu hari seorang ustadzah tampil di layar televisi menyampaikan uraian tentang membangun keluarga yang Islami. Setelah beberapa menit berlalu maka presenter mempersilakan para pamirsa untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi tersebut. Setelah beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh kaum hawa maka muncullah suara seorang bapak menyampaikan salam dan bertanya, “Ibu, apa yang harus kulakukan bila aku ingin nambah isteri?” Sambil mengangkat telunjuknya Ibu ustadzah membaca ayat AlQuran yang berbunyi:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ

Kamu tidak akan dapat berlaku adil antar isteri-isterimu walaupun kamu curahkan upayamu untuk melakukannya. Lihatlah surat Annisaa ayat 129!

Mendengar ungkapan ustadzah tadi seorang ibu di rumah langsung menyambutnya dengan semangat sambil berkata: betul, betul, setuju. Sementara di sampingnya ada seorang gadis yang telah berusia lebih dari tiga puluh tahun. Dia menarik nafas panjang sambil mengelus dadanya. Hatinya terasa dicabik-cabik, dan jantungnya terasa disayat-sayat, dan ketika itu pula dia segera pergi meninggalkan tempat tersebut untuk mengambil air wudhu guna menahan emosinya. Lalu ia menghadap kepada Yang Mahaadil sambil merintih,

“Ya Allah Engkau Maha Mengetahui keadaanku, usiaku sudah lanjut. Namun hingga saat ini aku belum mendapat jodoh. Ya tuhanku aku tidak begitu berharap untuk mendapat seorang jejaka, karena aku menyadari, jejaka mana yang bersedia meminangku? Namun untuk mendapatkan jodoh dari orang yang sudah beristeri bukan hal yang mudah, karena ibuku sendiri membenci ajaran poligami, sungguh dia tidak membaca perasaanku, dia tega mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkanku, padahal dia sendiri yang mendorong-dorongku agar segera menikah. Sungguh dia tidak membaca perasaanku. Ya Allah ampunilah ibuku, atas kebodohannya terhadap syari’at-Mu, Ya Allah, Engkau Mahatahu bahwa wanita yang seperti aku ini sungguh banyak. Ya Allah, berikanlah taufiq dan hidayah-Mu kepada ustadzah yang mementingkan diri sendiri itu dan berikanlah kepada ibuku wawasan yang luas tentang Al Quran. Ya Allah Engkau Maha Mengetahui bahwa semua teman priaku semua sudah menikah. Mungkin bila Engkau menciptakanku sebagai pria, tidak akan seperti ini. Ya Allah aku ridho dengan ketetapan-Mu ini, dan aku mohon pada-Mu solusi yang tepat menurut Engkau”.

Ah, daripada merenung terus sendirian tentang hal ini lebih baik aku keluar. Demikian bisikan hatinya. Maka tidak lama gadis tersebut keluar dan bertemulah dengan seorang ibu membawa dua orang anak. Setelah diperhatikan ternyata dia adalah temannya di SMA.

“Eh teteh, mau kemana?” sapa gadis itu panggil saja Lin.

Si ibu segera menyambut, “Al hamdulillah bisa ketemu kamu. Aku ini lagi mencari angin segar bersama anak-anak. Ya beginilah keadaanku, Lin”.

“Kenapa kamu kelihatan seperti habis menangis?” “Ya bagaimana nggak menangis, suamiku sudah dipanggil Yang Mahakuasa. Dan kini aku bersama anak-anak berjalan mengikuti jari kaki, nggak tahu sampai kapan aku begini, masa depanku terasa sungguh masih gelap. Kalau kamu sih masih punya harapan karena kamu masih gadis, sedangkan aku seorang janda yang punya anak begini. Siapa yang mau mendampingi aku. Kalaulah aku menaruh harapan, maka tidak ada yang dapat kuharapakan kecuali orang yang sudah beristeri, tapi hal itu sangat jauh. Sebab budaya kita membenci poligami, sungguh jahat budaya kita itu. Padahal kalau budaya kita tidak membencinya mungkin kita tidak akan menghadapi masalah sesulit ini. Namun budaya ini ternyata terus dipertahankan termasuk oleh orang-orang yang mengerti agama. Aku tidak mengerti mengapa setingkat ibu yang sudah sering ceramah keliling umat, ternyata dia juga termasuk korban budaya yang menyakitkan itu. Bahkan dia memutar balikkan makna ayat Al Quran. Sungguh saya termasuk orang yang sangat simpati kepada ibu itu karena wawasan yang sangat luas, namun ketika dia ditanya tentang masalah poligami kenapa dia tidak menghargai Rasulullah Saw? Aku sangat sedih mendengar pernyataannya karena dia telah mematikan harapanku yang jauh itu. Dan aku lebih sedih lagi ketika anakku bertanya: bu, kemana ayah? Ya Allah dengan siapa kiranya akan Engkau temukan anakku ini, agar anakku punya ayah seperti anak-anak lain?”

Mendengar rintihan sang ibu ini, Lin membisik dalam hatinya, “Oh ternyata ada yang lebih sakit daripadaku dengan ungkapan ustadzah itu. Ya Allah sungguh banyak orang yang sakit hati dengan pernyataannya. ampunilah dia sungguh dengan lidahnya dia telah menyakiti orang banyak.[1]

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan adil terhadap isteri?
Pembahasan:
Ada orang yang berpandangan bahwa adil antarsesama isteri dipandang tidak mungkin, yang akhirnya poligami (poligini) secara mutlak dipandang tidak dibenarkan. Pandangan itu terjadi akibat kurang tepat memahami ayat Al Quran. Allah berfirman:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil antara isteri-isterimu walaupaun sangat ingin berbuat demikian[2].

Mereka mengambil ayat ini hanya sepotong dan mereka tinggalkan sambungan ayat ini. Mereka bagaikan orang mendengar seorang ulama berkata: lakukanlah olehmu shalat! Maka mereka menjawab: Allah telah melarang kami shalat dengan firman-Nya:

لا تَقْرَبُوا الصَّلاةَ

Janganlah kamu lakukan shalat[3]

dan mereka berhenti pada kata ini tanpa dilanjutkan dengan kalimat berikutnya. Begitulah mereka memahami ayat di atas tadi. Padahal ayat tersebut ada lanjutannya, yaitu:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlakku adil di antara siteri-isterimu walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkantung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan pemeliharaan diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Penngampun dan Maha Penyayang (An Nisa: 129).

Ayat ini menjelaskan bahwa seorang suami tidak diwajibkan untuk berlaku adil dalam membagi cinta dan syahwat karena dia tidak akan mampu. Dan Allah tidak memerintahkan hal itu. Akan tetapi Allah mengingatkan dalam peraktek poligami jangan mengikuti kecenderungan dan jangan berlebihan dalam kecenderungan tersebut. Sebab hal ini akan membuat isteri-isteri lainnya terkatung-katung tidak memiliki status yang jelas. Bila kecenderungan itu hanya sedikit maka hal itu merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari.

Dan bila kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun.

Kalimat ini memberi peluang agar melakukan poligami. Artinya wahai para suami jika kamu ingin melakukan poligami maka janganlah kamu takut tidak mampu berlaku adil dalam segala hal sebab hal itu di luar kemampuanmu dan Allah tidak mewajibkan kamu untuk berlaku adil dalam hal yang tidak mampu kamu melakukannya, tetapi berlaku adillah dalam hal yang telah Allah tetapkan padamu.

Makna adil bagi manusia

Yang dimaksud dengan adil di sini adalah yang berhubungan dengan kewajiban suami terhadap isteri terutama dalam hal materi, seperti menyediakan rumah, pakaian, makanan, minuman, bermalam serta hal-hal yang berhubungan dengan pergaulan lainnya yang mungkin dapat diusahakan manusia yang tidak keluar dari kemampunanya. Adapun keadilan rasa cinta dalam hati bukan wewenang manusia dan tidak dapat diupayakan manusia. Akan tetapi, hal itu merupakan aturan Allah yang tidak dapat berubah dengan usaha manusia. Maka kewajiban manusia adalah menjaga diri dari tunduk kepada kecintaan dan menjaga perasaan isteri jangan sampai tersinggung dengan perilaku akibat kecintaan tersebut. Allah berfirman:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cendrung kapada yang kamu cintai, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, maka sesungguhnya Allah Mah Pengampun dan Maha Penyayang.[4]

Kecintaan adalah karunia Allah yang telah ditanamkan ke dalam hati siapa yang Ia kehendaki dan untuk siapa yang Ia kehendaki. Rasulullah saw. sangat mencintai Aisyah r.a. melebihi cintanya kepada selainnya. Itu adalah karunia yang Allah berikan kepada Aisyah melalui Rasul-Nya.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ فَيَعْدِلُ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ هَذَا قَسْمِي فِيمَا أَمْلِكُ فَلاَ تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلاَ أَمْلِكُ [5]

Dari Aisyah berkata, adalah Rasulullah saw. membagikan dengan adil dan beliau bersabda, ‘Ya Allah inilah langkah dalam membagi pada apa yang aku miliki, maka janganlah Engkau cela aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki’. (HR. Addarimi)

Rasulullah mengakui bahwa untuk berlaku adil dalam membagi cinta bukan kemampuan manusia dan bukan pula wewenangnya, maka beliau berdoa memohon agar tidak dicela akibat tidak mampu berbuat adil dalam hal ini, namun beliau telah berupaya untuk berlaku seadil mungkin dalam pembagian harta. Beliau sangat mencintai Aisyah namun kecintaan ini bukan berdasarkan kepada penampilan Aisyah sebagai wanita yang termuda, tetapi karena hal lain yang sangat berguna bagi kepentingan da’wah, yaitu karena Aisyah berperan sebagai penyambung lidah Rasul terutama bagi kaum wanita. Kecintaan tersebut tidak mengalahkan kecintaannya kepada isterinya yang pertama dan lebih tua dari beliau sendiri. Dia adalah wanita berusia lima belas tahun di atas Rasulullah saw., itulah Khadijah r.a.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُكَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ[6]

Dari Aisyah Ra ia berkata: aku tidak merasa iri kepada seorang pun dari isteri Rasul seperti kepada Khadijah. padahal aku tidak pernah melihatnya. Hanya saja Rasulullah sering menyebutnya, terkadang beliau menyembelih seekor kambing lalu memotongnya kemudian beliau kirimkan kepada karabat Khadijah. Terkadang aku berkata kepadanya, ‘Seolah-olah tiada lagi wanita di dunia ini selain Khadijah’. Maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya dia itu adalah anu anu dan dari dia pula aku punya anak’. (HR . Bukhari)

Melalui hadits ini dapat kita baca bagaimana perjalanan rumah tangga Rasulullah saw. dan dapat kita ketahui bahwa:
Isteri-isteri Rasul saw., sebagaimana manusia lainnya, memiliki rasa cemburu;
Kecemburuan isteri Rasul saw. bukan timbul karena urusan dunia;
Aisyah cemburu kepada Khadijah padahal tidak pernah bertemu;
Kecemburuan karena amal akan menjadi motivasi untuk berlomba dalam beramal dengan ikhlas;
Rasulullah mencintai Aisyah di atas yang lainnya karena perannya dalam da’wah;
Sekiranya cinta tersebut muncul karena dia wanita yang termuda tentu kecintaan tersebut akan mengalahkan kecintaannya terhadap Khadijah. Ternyata keheranan Aisyah bahwa Rasul tidak dapat melupakan Khadijah karena peran Khadijah dalam da’wah tidak ada yang dapat menandinginya;
Kelebihan masing-masing tiada lain kecuali karena aturan Allah, dan Dia menanamkan kecintaan ke dalam hati siapa yang Dia kehendaki.

Kehidupan rumah tangga Rasul memberikan motivasi pada semua pihak agar senantisa meningkatkan amal karena dengan meningkatnya amal kerukunan akan tercapai Yang dimaksud dengan meningkatnya amal meliputi gerakan, ungkapan, dan keikhlasan.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ فِي شَيْءٍ فَقَالَتْ صَفِيَّةُ يَا عَائِشَةُ هَلْ لَكِ أَنْ تُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِّي وَلَكِ يَوْمِي قَالَتْ نَعَمْ فَأَخَذَتْ خِمَارًا لَهَا مَصْبُوغًا بِزَعْفَرَانٍ فَرَشَّتْهُ بِالْمَاءِ لِيَفُوحَ رِيحُهُ ثُمَّ قَعَدَتْ إِلَى جَنْبِ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِلَيْكِ عَنِّي إِنَّهُ لَيْسَ يَوْمَكِ فَقَالَتْ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ فَأَخْبَرَتْهُ بِالأَمْرِ فَرَضِيَ عَنْهَا[7]

Dari Aisyah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. mendapat sesuatu pada Shofiyah binti Huyay. Maka Shofiyah berkata, ‘Hai Aisyah engkau bersedia melayani Rasulullah agar beliau senang kepadaku? Silahkan saja engkau ambil giliranku hari ini!’ Aisyah berkata, ‘Baiklah’. Maka aku ambil himarnya yang telah diberi za’faran itu lalu dia percikkan air padanya agar wangi semerbak. Kemuidan dia naik menuju Rasulullah saw. dan aku duduk di sampingnya. Maka Nabi Saw bersabda, ‘Hai Aisyah kenapa engkau mendekatiku padahal hari ini bukan giliranmu?’. Dia (Aisyah) berkata, ‘Itu adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendak’i. Maka aku sampaikan kepadanya masalahnya. Maka beliau menyenanginya (Shofiyah). (HR. Ibnu Majah)

Pelajaran dari hadits:

- Shofiyah menyadari bahwa dalan dirinya terdapat kekurangan yang membuat Rasulullah sedikit kecewa.

- Kekecewaan tersebut tidak membuat Rasul menjauh darinya, tetapi beliau tetap menunggu kedatangannya.

- Shofiyah menjadikan kekurangan tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara lain yaitu iitsaar (mengutamakan orang lain atas dirinya walaupun dia memerlukannya).

- Shofiyah yakin bahwa Aisyah isteri yang paling dicintai Rasulullah dan dia ingin memuaskan Rasulullah agar menyenanginya namun pada waktu itu dia tidak mampu melakukannya. Karena itu dia persilahkan Aisyah untuk melayaninya. Dengan cara ini terbukti Rasulullah merasa puas karena bertemu dengan yang dicintainya, Aisyah merasa bahagia karena mendapat hadiah dari Shofiyah dan Shofiyah merasa senang karena telah memuaskan Rasulullah dengan bantuan Aisyah dan beliau pun menyenangi Shofiyah, karena dia telah memilih Aisyah untuk mendampinginya.

- Mengapa Shofiyah bersikap demikian? Karena dia yakin bahwa dunia tempat beramal tanpa perhitungan dan akhirat tempat perhitungan hasil di dunia tanpa amal.

Ringkasnya bahwa adil yang mesti terwujud dalam kehidupan berpoligami meliputi adil dalam:
Penanaman aqidah Islamiyah yang akan menjadi dasar utama dalam segala perilaku kehidupan sehari-hari baik yang berhubungan dengan Allah, keluarga, tetangga, atau masyarakat luas.
Bimbingan ibadah yang merupakan tugas utama dalam kehidupan sebagai hamba. Seorang suami dituntut untuk memliki wawasan yang sangat luas tentang hukum-hukum dalam Islam agar dapat meluruskan kehidupan semua anggota keluarga dimulai dari isteri-isterinya.
Pembinaan akhlak. Seorang suami harus mampu menjadi teladan bagi semua isterinya dan harus selalu memantau kehidupan mereka serta menggiring mereka untuk menjadi hamba yang memiliki akhlak karimah.

Bagi seorang aktifis da’wah, keadilan tersebut harus dirasakan juga oleh umat, karena seorang dai adalah milik umat. Maka, tidak termasuk adil bila dia berjuang membagi waktu dan harta untuk isterinya demikian baik namun tugas berda’wah terbengkalai karena terlalu sibuk mengurus keluarga. Bagaimanapun sibuknya seorang da’i dari kita, tidak mencapai kesibukan Rasulullah, namun demikian Rasulullah dengan banyaknya isteri bukan berkurang sibuknya dengan da’wah, malah bertambah karena dibantu oleh isteri-isterinya.[8]


[1] ceritera ini disusun berdasarkan beberapa kasus yang ditemukan penulis dari beberapa keluhan kaum wanita, baik gadis atau pun janda.
[2] QS. 4:129

[3] QS. 4:43

[4] النساء : 129

[5] أخرجه الدارمي في سننه ج 2/ص 193/ح 2207أخرجه النسائي في سننه ج7/ص64/ح3943. و ابن حبان في صحيحه ج10/ص6/ح4205. و الترمذي في سننه ج3/ص447/ح1140. و ابن ماجه في سننه ج1/ص634/ح1971. و أبي داود في سننه ج2/ص242/ح2134. و ابن حنبل في مسنده ج6/ص144/ح25154. و الحاكم في مستدركه ج2/ص204/ح2761. و النسائي في سننه الكبرى ج5/ص281/ح8891.

[6] أخرجه البخاري في صحيحه ج 3/ص 1389/ح 3607أخرجه ابن أبي الدنيا في الورع ج1/ص58/ح47. و مسلم في صحيحه ج4/ص1888/ح2435، و البخاري في صحيحه ج3/ص1389/ح3605 و الترمذي في سننه ج4/ص370/ح2017، و ابن ماجه في سننه ج1/ص643/ح1997. و ابن حنبل في مسنده ج6/ص58/ح24355، و الحاكم في مستدركه ج3/ص205/ح4854، و الطبراني في معجمه الكبير ج23/ص11/ح15، و النسائي في سننه الكبرى ج5/ص94/ح8361،

[7] أخرجه ابن ماجه في سننه ج1/ص634/ح1973. و ابن حنبل في مسنده ج6/ص95/ح24684، ج6/ص145/ح25165

[8]Lihat. Saiful Islam Mubarak, Poligami yang Didambakan Wanita, PT Syamil Bandung.

Rabu, 05 Maret 2014

NASIB 'PENGKHIANAT' PKS, YUSUF SUPENDI DITINGGALKAN PENDUKUNGNYA

Fenomena Ustadz Yusuf Supendi beberapa waktu belakangan ini sempat menyita perhatian publik, salah satu deklarator PK ini belakangan keluar dan terlibat pertarungan sengit dengan para petinggi DPP PKS, utamanya karena kerap menyerang mantann presiden PKS dan ketua Majelis Syuro PKS. Meski demikian DPP PKS terkesan menutup diri tentang penyebab dikeluarkannya Yusuf Supendi  ini. Meski ada desas-desus yang juga berkeliaran disebagian kalangan kader. Namun, isu tersebut sengaja ditahan guna menghindari pencemaran nama baik dan agar tidak menjatuhkan wibawa ke ustadzan Yusuf Supendi di mata umat.

Selain desas-desus berkurangnya job ceramahnya akibat keluar dari PKS, Bergabungnya Yusuf Supendi ke Partai Hanura menuai beragam respon. Sejumlah pendukung yang mengatasnamakan murid setia Supendi menyesalkan sikap politik gurunya itu. Mereka pun menolak ajakan Yusuf Supendi untuk masuk Hanura dan bersama-sama membesarkan partai pimpinan Wiranto itu. Akhirnya para Pendukung Yusuf Supendi Kembali ke PKS.

“Lebih baik kembali kepada PKS daripada masuk ke dalam partai bukan Islam seperti Hanura,” kata sebagian pendukung Yusuf Supendi.

Salah seorang pendukung Yusuf Supendi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Yusuf Supendi. Menurutnya, selama ini ia mendukung Yusuf Supendi sebagai solidaritas tanpa menelusuri lebih jauh mengapa ia dipecat.

“Waktu itu kami mendukung beliau, tanpa perlu tahu alasan pemecatanya. Namun dengan masuknya ke Hanura, kami menjadi seakan sadar, pantas saja dahulu Pak Yusuf Supendi dipecat.

”Setelah sempat keluar dari PKS, pendukung Yusuf Supendi itu pun menyatakan akan kembali masuk ke PKS, meskipun harus memulai tahapan kaderisasi dari bawah lagi, sebagai anggota pemula.


Seperti diketahui, PKS merupakan partai Islam yang sangat ketat dalam proses pembinaan (kaderisasi). Anggota terbina PKS memulai pembinaan sebagai kader. Sedangkan untuk menjadi anggota terdaftar (belum kader), setiap warga negara Indonesia (WNI) bisa bergabung ke PKS.

Hal ini sangat wajar, mengingat HANURA adalah partai nasionalis, saat ini telah mengusung capres keturunan China yang non-Muslim, maka sangat wajar mereka menjadi berang. Sudah jadi rahasia umum basis tradisional PKS adalah kelompok ISlam konservatif, sangat tidak masuk akal kalau mereka mengalihkan suara dan dukungannya ke parpol nasionalis, apalagi yang mengusung capres atau cawapres non-Muslim, maupun wanita. Minimal kalaupun tidak golput, mereka hanya akan mengalihkan suara ke partai yang sealiran dengan mereka ke partai Islam lainnya seperti PPP, ataupun PBB yang tetap berazaskan Islam.

Selasa, 18 Februari 2014

KELAKUAN BENGAL ELITE PKS YANG TIDAK TER-EKSPOS MEDIA


PKS adalah satu satunya partai dakwah setahun terakhir banyak tersandung kasus. Jujur saja PKS lebih pantas disebut Partai Keseruduk Sapi, karena memang masalah ini yang membuat mantan presiden PKS terkena vonis penjara !6 tahun lamanya. Anehnya kader PKS masih saja tetap bekerja untuk masyarakat tak perduli apakah itu menjelang pemilu atau pun masih jauh.
Namun tanpa sepengetahuan masyarakat, banyak tindakan bengal' nan ekstrim yang dilakukan oleh para petinggi PKS yang jarang ataupun tak pernah di beritakan media.Maklum aja, bagi media BAD NEWS is A Good News, kalau berita baek mah kagak laku di jual..
Diantara kelakukan bengal, ektrim, jahat dan aneh para elit PKS hampir tidak dilakukan oleh elit parpol lain termasuk manusia bukan dewa seperti Jokowi, kelakukan itu diantaranya adalah:
(1) Aleg PKS DPRD DKI, ustadz Muhammad Subki, Lc tengah mengantar warga yang sedang sakit ke rumah sakit.


2. HNW menerobos banjir untuk memperhatikan kebutuhan korban banjir



 Ustadz Hidayat Nur Wahid, Ketua F-PKS DPR RI, membersihkan Mesjid/musholla yang terkena banjir.



(3) Anis Matta, Presiden PKS, sungguh menumpuk beban amanah di pundaknya di saat partai dakwah ini dalam mihnah (ujian) yang dahsyat. Beliau juga terjun langsung, menyemangati para relawan PKS, turun ke Posko Banjir.

(4) Ir. Tiffatul Sembiring, Menteri dari PKS yang menyeruak banjir, mendatangi rakyat, namun herannya Kenapa Tidak pakai perahu karet...?


***
Beginilah kelakuan para elit-elit PKS. Mereka yang terdepan menjadi teladan.
Semoga Allah selalu menjaga kalian, memberi taufik hidayah, dan meridhoi langkah-langkah kalian.
Semoga Kelakukan bengal, ektrim, jahat dan aneh para elit PKS tidak cepat berlalu.
#AYTKTM


Minggu, 16 Februari 2014

KONSEP 'SESAT' PEMBANGUNAN ala PKS

Pembangunan dilakukan untuk mereduksi dan menanggulangi masalah dan tingkat kemiskinan yang terjadi dalam suatu wilayah atau negara. Untuk itu lahirlah teori-teori pembangunan yang dilengkapi dengan teori model-model pertumbuhan. Antara lain seperti; Teori Pembagian Kerja Secara Internasional (PKSI), Teori W.W. Rostow: Lima Tahap Pembangunan, Teori Harrod – Domar: Tabungan dan Investasi, David McClelland: Dorongan Berprestasi (n-Ach), Teori Max Weber: Etika Protestan, Teori Bert F. Hoselitz: Faktor Non Ekonomi, Teori Alex Inkeles dan David H. Smith: Manusia Sebagai Komponen Penopang Pembangunan, Andre Gundre Frank dan Dos Santos: Teori Ketergantungan (Dependency Theory), dan lain sebagainya.
Teori-teori ini memaparkan realitas, menjawab dan memberi solusi atas kebutuhan dalam memecahkan masalah pertumbuhan dan pembangunan, namun pendapat dan teori-teori yang dihasilkan tersebut terkesan bersifat terlalu khusus, pasial, dan terbatas, padahal permasalahan dan kebutuhan bangsa-bangsa terhadap solusi membutuhkan jawaban yang lebih kompleks, integral, dan menyeluruh.
Menjelang pemilu 2014 ini banyak partai politik senantiasa memaparkan konsep pembangnannya. Dalam Flat Form 2009 yang lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menawarkan solusi yang dapat dilakukan guna menghasilkan pembangunan yang ideal dengan menerapkan tiga karakteristik pembangunan, yaitu:
1.      Bersifat Integral
Pembangunan disatu sektor tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan di sektor lain. Pembangunan ekonomi misalnya, tidak terlepas dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, pembangunan sistem politik yang bersih dari penyimpangan, penegakan hukum berkeadilan, pengembangan iptek yang bertumpu pada kekuatan sendiri (kemandirian) dan pembangunan sosial budaya yang berakhlak. Sehingga tidak ada ruang bagi arogansi sektoral yang hanya menyempitkan pembangunan pada satu sektor saja. Ini mensyaratkan harus adanya koordinasi yang harmonis antar sektor pembangunan. Sebab inti pembangunan adalah manusia baik sebagai pelaku, objek dan sekaligus tujuan pembangunan.
2.      Bersifat Universal
Harus diakui bahwa keberhasilan pembangunan tergantung pada cara pandang bangsa (Indonesia) terhadap berbagai asset yang dimiliki. Baik aset sumber daya alam (SDA), sosial, politik maupun budaya. Pembangunan tidak akan mencapai hasil yang optimal apabila berbagai modal dasar yang ada dipandang hanya untuk satu generasi saja. Untuk itu perlu dikembangkan pandangan universal, yaitu pandangan yang mencakup lintas generasi, lintas teritorial, bahkan lintas kehidupan.
ñ          Pandangan lintas generasi berarti pembangunan harus dijaga agar tetap dapat berlanjut (sustainable) untuk generasi berikutnya.
ñ          Pandangan lintas teritorial, pembangunan di suatu tempat atau pembangunan wilayah Indonesia tidak dilakukan semena-mena dengan mengabaikan pengaruhnya terhadap tempat dan wilayah lain, seperti tatanan sosial, kemanusiaan, dan kerusakan alam.
ñ          Pandangan lintas kehidupan (dalam hal ini akhirat), membuat segala aktivitas dalam pembangunan sebagai bagian dari ekspresi religiusitas mereka. Bahkan, bangsa Indonesia akan diakui dunia sebagai bangsa yang membawa rahmat bagi seluruh alam karena pandangan yang universal tersebut. Karena religiusitas bertujuan membawa manusia dalam interaksi kemanusiaan yang berkedamaian.
 
3.      Partisipasi Total
Pembangunan merupakan hak sekaligus kewajiban masyarakat, bukan hanya negara. Karenanya pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan politis maupun ekonomis akan mengantarkan rakyat pada posisi sejajar sebagai mitra pemerintah, yang duduk bersama-sama untuk merumuskan kepentingan bersama. Partisipasi total dari masyarakat – pengusaha – pemerintah, serta kerjasama internasional, yang merupakan lintas komponen dan lintas aktor adalah keniscayaan dalam mengelola pembangunan dengan pandangan yang bersifat integral, global dan universal menuju keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
Dalam hal ini, aktor pembangunan nasional ada tiga komponen, yaitu: pemerintah – dunia usaha – masyarakat. Ketiga komponen ini harus bekerjasama secara egaliter tanpa ada upaya untuk saling mendominasi, memonopoli, dan mereduksi peran masing-masing. Dalam bingkai ini pemerintah hendaknya sedapat mungkin mengambil fungsi minimalis menjadi fasilitator dan administrator melalui berbagai regulasi penting dan strategis.


Kiranya konsep ini akan melahirkan hasil pembangunan dan pertumbuhan yang lebih bermartabat, terhindar dari intrik pertentangan kelas, dan upaya saling mendominasi peran, maupun mereduksi peran sebagian yang lain. Sehingga pembangunan yang dihasilkan lebih merata, berkesinambungan, serta menyeluruh.
Inilah konsep pembangunan yang PKS tawarkan, itu masih pengantarnya, belum lagi isinya. Silahkan bedah dan diuji, karena  mayoritas pakar merespon positif bahkan ada yang memberikan nilai 100.

Senin, 03 Februari 2014

LUMPUR LAPINDO BENCANA YANG MENJADI ANUGERAH, ANALISIS FRAMING MEDIA BUAT ABU RIZAL BAKRIE

Menurut Sobur (2006: 164) analisis framing adalah suatu pendekatan analisis untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh media, realitas yang disajikan secara menonjol atau menarik mempunyai peluang besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami realitas. Karena itu dalam praktiknya, framing dijalankan oleh media dengan menyeleksi isu tertentu dan mengabaikan isu lain, serta menonjolkan aspek isu tertentu dengan menggunakan berbagai strategi wacana.
Gamson dan Modiglani (dalam Pawito, 2009: 52-56) mendefinisikan media framing sebagai suatu pokok pengorganisasian gagasan atau pemberitaan yang memberikan makna terhadap serangkaian peristiwa. Framing berkaitan dengan memberikan isyarat kepada khalayak mengenai kontroversi apa yang ada serta apa yang menjadi pokok dari isu yang diberitakan.
Media framing pada dasarnya adalah framing berita yang mencerminkan produk media sekaligus produk dari para wartawannya ketika harus mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan kemudian menyampaikan informasi dan opini kepada khalayak. Denga kata lain, media framing pada hakikatnya merupakan konstruksi atau pendefinisian oleh media mengenai realitas atau peristiwa – peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, media framing mempengaruhi secara sistematik bagaimana khalayak memahami peristiwa-peristiwa, atau untuk lebih meluaskannya sebuah realitas.
 
Contoh Kasus dan Analisa
1.    Kasus Lapindo Untuk Kepentingan Politik Abu Rizal Bakrie (ARB)
Abu Rizal Bakrie (ARB) Melalui Group Viva yang membawahi ANTv, TV One dan Portal Berita Viva News, pemberitaan tentang Kasus Lapindo diarahkan ke hal-hal yang menguntungkan Aburizal Bakrie dan meminimalisir dampak negatifnya.ada kecenderungan Media digunakan sebagai alat propaganda untuk tujuan politik menuju pemilihan presiden 2014. Dalam kasus pemberitaan Lapindo, media-media milik Aburizal Bakrie dengan cara yang sistematis mencoba mengubah persepsi publik tentang kasus lumpur Lapindo. Ada upaya mengalihkan isu bahwa Lumpur Lapindo bukanlah kesalahan pengeboran, tetapi akibat dari gempa bumi Jogja. Dalam upaya “cuci tangan” media milik Bakrie tidak mau menggunakan istilah Lumpur Lapindo tetapi Lumpur Sidoharjo.
Sementara di sisi lain, serangan terhadap Aburizal Bakrie juga dilakukan oleh media massa. Media yang paling getol memberitakan kasus Lapindo adalah Media Group yang membawahi Media Indonesia dan Metro Tv. Media ini adalah milik Surya Paloh yang merupakan rival Aburizal Bakrie ketika memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar tahun 2009 lalu.
Pertarungan kepentingan politik dalam kasus Lapindo dengan memanfaatkan media ini sangat nampak. Terlebih, Aburizal Bakrie adalah tokoh politik yang mempunyai kans besar untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden pada pemilu 2014. Banyak pihak yang tidak suka terhadap Abu Rizal Bakrie menyerang dengan Kasus Lumpur Lapindo. Abu Rizal Bakrie yang memiliki media berusaha mengcounter dan memoles citranya agar terlihat baik dalam kasus Lapindo.
2.    Pencitraan ARB menuju RI-1
TV One dan ANTV merupakan televisi swasta nasional yang paling banyak melakukan pencitraan terhadap ARB. Beberapa bentuk pencitraan untuk ARB ini antara lain seperti pengulangan dan framing yang terlalu intens terhadap kegiatan/acara sosial ARB, termasuk pemberian Bakrie Award terhadap tokoh-tokoh baru di Indonesia. Selain itu, iklan-iklan terkait pencapresan ARB, kegiatan jalan –jalan/blusukan ARB ke daerah,  juga sangat mendominasi di TVone.
 

Melalui Group Viva yang menguasai berbagai media televisi seperti ANTV dan TVOne, Bakrie dapat mengarahkan agar dilakukan pengontrolan terhadap framing pemberitaan di kedua media tersebut. Apalagi Bakrie juga merupakan politisi partai Golkar yang akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2014. Maka, berita – berita yang dikeluarkan oleh media – media yang dikuasainya cenderung positif sebagai media pencitraan dirinya.