Tampilkan postingan dengan label ISLAMANIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMANIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

3 HAL YANG HARUS DILAKUKAN SUAMI USAI BERCINTA


“Bercinta” adalah salah satu nikmat dalam pernikahan. Terpenuhinya kebutuhan biologis suami istri adalah nikmat yang perlu disyukuri. Namun, seorang suami perlu mengerti bahwa ia tidak boleh berhenti hanya di situ kemudian langsung tertidur meninggalkan istri.

Untuk lebih membahagiakan istri, sebaiknya para suami memperhatikan 3 hal berikut ini setelah “bercinta” dengan istri.

1. Tahanlah kantuk anda, sempatkan bicara atau bermesraan

Secara umum, wajar seorang suami cepat mengantuk setelah “bercinta” dengan istrinya. Pada saat mencapai puncak, seorang laki-laki memang mengeluarkan hormon yang menimbulkan rasa letih. Hal inilah yang menyebabkannya mengantuk.

Namun, suami disarankan untuk tidak langsung tidur. Hendaklah ia menahan kantuknya dan menemani istrinya dengan bicara atau bermesraan. Pendinginan, istilahnya. Hal ini tampak sepele, tetapi membawa kebahagiaan tersendiri bagi seorang istri.

2. Saling berpelukan, bukan saling memunggungi

Syaikh Fuad Shalih menjelaskan bahwa dalam kehidupan pernikahan, ada kenikmatan spiritual di atas kenikmatan biologis. Dan ini bisa didapatkan jika suami memahami bahwa bagi seorang wanita, perhatian, kasih sayang dan hubungan jiwa dibutuhkan lebih banyak dan lebih besar daripada hubungan badan.

“Suami istri yang saling mencintai takkan merasa ingin saling menjauhi setelah berhubungan. Keduanya justru berhasrat untuk terus berpelukan, sampai seluruh hasrat yang menggelora menjadi tenang, digantikan oleh kelembutan, kasih sayang dan kehangatan,” terangnya dalam buku Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah.

Maka, berbaringlah dalam kondisi saling berpelukan. Terlebih jika kantuk tak bisa lagi ditahan.

3. Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada istri

Wanita adalah makhluk yang paling berperasaan. Ia merasakan bahasa tubuh dan kata-kata jauh lebih besar daripada seorang laki-laki. Dan ia juga membutuhkan “konfirmasi” apakah apa yang ia lakukan untuk suami telah sesuai dengan harapan cintanya, sementara pada saat yang sama seorang istri malu bertanya. Maka ucapan suami “terima kasih sayang, atas cintamu”, "terima kasih sayang, atas malam ini", dan sejenisnya, membuat ia merasa sangat dihargai dan dicintai. Hal-hal ini pula yang membuat seorang istri berusaha bertumbuh lebih baik dalam membersamai suami, sebab ia telah mendapatkan konfirmasi bahwa apa yang ia berikan telah diterima dengan baik oleh suami.

Tentunya, selain tiga hal ini, ada hal lain yang tak boleh dilupakan khususnya terkait fiqih. Diantaranya kewajiban mandi junub, atau mencukupkan diri dengan berwudhu dan menunda mandi hingga bangun kembali. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Selasa, 09 September 2014

PBNU Tak Setuju Pernikahan Beda Agama

Katib Aam Syuriah PBNU, KH Malik Madani, mengatakan Undang-undang No.1 tahun 1974 mengenai perkawinan dinilainya sudah cukup baik. Menurutnya, semua umat beragama dilindung oleh pasal dalam undang-undang tersebut.

Ia mengatakan, PBNU juga tidak menyetujui dengan pernikahan beda agama tersebut. Pada dasarnya, ujar dia, semua agama menghendaki pernikahan antara dua insan yang memiliki keyakinan yang sama.

Hal itu agar stabilitas kehidupan rumah tangga terjamin. Pernikahan menurutnya, bukan sekedar hubungan fisik.

Namun juga ikatan sakral menyangkut peraturan dalam agama. Karenanya, pernikahan yang merupakan ikatan lahir batin memerlukan adanya kecocokan termasuk dalam hal keyakinan agama. Dan itu tidak hanya dalam Islam, menurutnya semua agama menghendaki pernikahan dengan yang satu keyakinan.

Dalam Islam, memang ada ketentuan yang memperbolehkan laki-lakiMuslim menikahi perempuan non-Muslim. Namun perempuan tersebut adalah dari kalangan ahli kitab Yahudi dan Nasrani.

Akan tetapi, sebaliknya perempuan Muslim tidak boleh menikah dengan laki-laki non-Muslim.

Namun demikian, sebagian ulama mempersyaratkan bahwa perempuan ahli kitab boleh dinikahi, jika nanti dalam hal pendidikan anak suami bisa lebih dominan.

"Jika peran suami lemah dan istri dominan, maka tidak boleh menikah", ujar nya seperti dikutip dari ROL, Selasa (9/9/2014).[ROL/Islamedia/YL]

Kamis, 21 Agustus 2014

MEREKA ADALAH Nenek Moyang ISIS

Dialog Abdullah bin Abbas dengan Khawarij

Di antara sekte atau aliran yang menyimpang yang pertama kali muncul dalam Islam adalah pemikiran Khawarij, sebuah sekte yang berbicara tentang status keislaman seseorang, apakah seseorang tersebut telah keluar dari Islam (kafir), atau masih berada dalam lingkaran keislaman.

Pemikiran ini pertama kali muncul di zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dan sekarang pemikiran ini kembali menyerebak di tengah-tengah umat Islam yang popular dengan istilah terorisme. Banyak orang-orang yang sibuk membicarakan status keislaman orang lain, terutama status keislaman para pemimpin yang berhukum dengan undang-undang buatan manusia.

Mereka adalah sebagian pemuda yang memiliki semangat keislaman, namun mereka tergesa-gesa menghukumi tanpa melakukan pengkajian yang mendalam. Pemikiran ekstrim ini direspon dengan berbagai tindakan, dan salah satu tindakan yang dilakukan untuk memerangi pemikiran teroris ini adalah dengan cara berdialog. Cara ini termasuk cara yang paling efektif untuk memeranginya, karena sebuah pemikiran idealnya dihadapi juga dengan pemikiran.

Berikut ini, kami cuplikkan sebuah kisah tentang ketergesa-gesaan orang-orang Khawarij dalam memvonis hukum kafir dan kedangakalan mereka dalam memahami ayat-ayat Alquran, mudah-mudahan para pemuda yang memiliki semangat dalam berislam bisa mengambil pelajaran dari kisah ini dan terhindar dari pemikiran terorisme yang bermudah-mudahan dalam memvonis kafir seseorang.

Ali bin Abi Thalib mengirim Abdullah bin Abbas kepada orang-orang Khawarij untuk berdialog bersama mereka. Kisah dialog Ibnu Abbas ini dicatat oleh Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitabnya Talbis Iblis sebagai berikut:

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Orang-orang Khawarij memisahkan diri dari Ali radhiallahu ‘anhu, berkumpul di satu daerah untuk memberontak kepada khalifah. Ketika itu, jumlah mereka enam ribu orang.

Semenjak Khawarij berkumpul, setiap orang yang mengunjungi Ali radhiallahu ‘anhu berkata –mengingatkannya–, “Wahai Amirul Mukminin, orang-orang Khawarij telah berkumpul untuk memerangimu.”

Ali menjawab, “Biarkan saja, aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku, dan pasti mereka akan melakukannya.”

Hingga di suatu hari yang terik, saat masuk waktu zuhur aku menjumpai Ali radhiallahu ‘anhu. Aku (Ibnu Abbas) berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tunggulah cuaca dingin untuk shalat zuhur, sepertinya aku akan mendatangi mereka (Khawarij) berdialog.”


Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata, “Wahai Ibnu Abbas, sungguh aku mengkhawatirkanmu!”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, janganlah kau khawatirkan diriku. Aku bukanlah orang yang berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.” Maka Ali pun mengizinkanku.

“Jubah terbaik dari Yaman segera kupakai, kurapikan rambutku, dan kulangkahkan kaki ini hingga masuk di barisan mereka di tengah siang.”

Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma berkata, “Aku benar-benar berada di tengah suatu kaum yang belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh luka bekas sujud, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta (kapalan). Wajah-wajah mereka pucat pasi karena tidak tidur, menghabiskan malam untuk beribadah.”

Kuucapkan salam pada mereka. Serempak mereka menyambutku, “Selamat datang, wahai Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Apa gerangan yang membawamu kemari?”

Aku berkata, “Aku datang pada kalian sebagai perwakilan dari sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, dan juga dari sisi menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (yakni Ali bin Abi Thalib), kepada para sahabat-lah Alquran diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Alquran daripada kalian.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengingatkan tentang kedudukan sahabat Muhajirin dan Anshar dan bagaimana seharusnya prinsip seorang muslim dalam memahami Alquran dan sunnah yaitu mengembalikan kepada pemahaman sahabat yang kepada merekalah Alquran diturunkan, dan merekalah orang yang paling mengerti Alquran dan sunnah. Ibnu Abbas juga menegaskan besarnya kedudukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu di sisi Allah, yaitu menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Begitu mendengar ucapan Ibnu Abbas yang penuh makna dan merupakan prinsip hidup –yang tentunya tidak mereka sukai karena menyelisihi prinsip sesat mereka–,sebagian Khawarij memberi peringatan, “Jangan sekali-kali kalian berdebat dengan seorang Quraisy (yakni Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, pen.). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58)

Ibnul Jauzi kembali melanjutkan kisah ini: Dua atau tiga orang dari mereka berkata, “Biarlah kami yang akan mendebatnya!”.

Ibnu Abbas berkata, “Wahai kaum, beri aku alasan, mengapa kalian membenci menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat Muhajirin dan Anshar, padahal Alquran diturunkan kepada mereka, dan tidak ada seorang sahabat pun yang bersama kalian. Ali adalah orang yang paling mengerti tentang penafsiran Alquran.”

Mereka berkata, “Kami punya tiga alasan.”
Ibnu Abbas mengatakan, “Sebutkan (tiga alasan kalian).”

“Pertama, sungguh Ali telah menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara) dalam urusan Allah, padahal Allah berfirman,
“…Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah …” (Yusuf: 40)

Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan firman Allah Ta’ala. Kata mereka.

Ibnu Abbas menanggapi, “Ini alasan kalian yang pertama. Lalu apa lagi?”

Mereka melanjutkan, “Kedua, sesungguhnya Ali telah berperang dan membunuh, tapi mengapa tidak mau menawan dan mengambil ghanimah? Kalau mereka (orang-orang yang berperang melawan Ali) itu mukmin tentu tidak halal bagi kita memerangi dan membunuh mereka. Tidak halal pula tawanan-tawanannya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bertanya lagi, “Lalu apa alasan kalian yang ketiga?”

Kata mereka, “Ketiga, dia telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya. Kalau dia bukan amirul mukminin (karena menghapus sebutan itu) berarti dia adalah amirul kafirin (pemimpin orang-orang kafir).”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ada alasan selain ini?” Mereka berkata, “Cukup sudah bagi kami tiga perkara ini!”

Bantahan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma atas dangkalnya pemahaman Khawarij

Lihatlah, bagaimana Khawarij mudah memvonis kafir, dan memberontak sekalipun kepada khalifah ar-Rasyid yang penuh keutamaan dan kemuliaan. Alasan-alasan mereka adalah kerancuan yang sangat lemah dan menunjukkan kedangkalan mereka dalam memahami Alquran dan sunnah.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mulai menanggapi, “Ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah menjadikan manusia untuk memutuskan perkara (untuk mendamaikan persengketaan antara kaum muslimin -pen), sebagai jawabannya akan kubacakan ayat yang membatalkan kerancuan kalian. Jika ucapan kalian terbantah, maukah kalian kembali (kepada jalan yang benar)?”

Mereka menjawab, “Ya, tentu kami akan kembali.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyerahkan sebagian hukum-Nya kepada keputusan manusia, seperti dalam menentukan harga kelinci (sebagai tebusan atas kelinci yang dibunuh saat ihram) Allah Subhanahu wa Ta’alal berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan (hukum) dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS. Al-Maidah: 95)

Demikian pula dalam perkara perempuan dan suaminya yang bersengketa, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyerahkan hukumnya kepada hukum (keputusan) manusia untuk mendamaikan antara keduanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.” (QS. An-Nisa: 35)

Demi Allah, jawablah, apakah diutusnya seorang manusia untuk mendamaikan hubungan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara mereka lebih pantas untuk dilakukan, atau hukum manusia perihal darah seekor kelinci dan urusan pernikahan wanita? Menurut kalian manakah yang lebih pantas?”

Mereka katakanlah, “Inilah (yakni mengutus manusia untuk mendamaikan manusia dari pertumpahan darah) yang lebih pantas.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah pertama?” Mereka berkata, “Ya.”

Ibnu Abbas melanjutkan, “Adapun ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu ‘anhu telah berperang tapi tidak mau mengambil ghanimah dari yang diperangi dan tidak menjadikan mereka sebagai tawanan, sungguh (dalam alasan kedua ini) kalian telah mencerca ibu kalian (yakni Aisyah).

Demi Allah! Kalau kalian katakan bahwa Aisyah bukan ibu kita, kalian telah keluar dari Islam (karena mengingkari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala). Demikian pula kalau kalian menjadikan Aisyah sebagai tawanan perang dan menganggapnya halal sebagaimana tawanan lainnya (sebagaimana layaknya orang-orang kafir), maka kalian pun keluar dari Islam. Sesungguhnya kalian berada di antara dua kesesatan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah ini?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata lagi, “Adapun ucapan kalian bahwasanya Ali telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya, maka (sebagai jawabannya) aku akan kisahkan kepada kalian tentang seorang yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketahuilah, bahwasanya beliau di hari Hudaibiyah (6 H) melakukan shulh (perjanjian damai) dengan orang-orang musyrikin, Abu Sufyan dan Suhail bin Amr. Tahukah kalian apa yang terjadi?

Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ali, “Wahai Ali, tulislah perjanjian untuk mereka.” Ali menulis, “Inilah perjanjian antara Muhammad Rasulullah…”

Orang-orang musyrik berkata, “Demi Allah! Kami tidak tahu kalau engkau rasul Allah. Kalau kami mengakui engkau sebagai utusan Allah tentu kami tidak akan memerangimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah , sungguh engkau mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah. Wahai Ali, tulislah ‘Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdilah…’.” (Rasulullah memerintahkan Ali untukmenghapus sebutan Rasulullah dalam perjanjian, pen.)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia dari Ali, meskipun demikian beliau menghapuskan sebutan rasulullah dalam perjanjian Hudaibiyah…” (Apakah dengan perintah Rasul menghapuskan kata rasulullah dalam perjanjian kemudian kalian mengingkari kerasulan beliau? Sebagaimana kalian ingkari keislaman Ali karena menghapus sebutan Amirul Mukminin?)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Maka kembalilah dua ribu orang dari mereka, sementara lainnya tetap memberontak (dan berada di atas kesesatan), hingga mereka diperangi dalam sebuah peperangan besar (yakni perang Nahrawan).”

Demikian tiga kerancuan pola pikir Khawarij yang mereka jadikan sebagai alasan memberontak dan memerangi Ali radhiallahu ‘anhu. Semua kerancuan tersebut terbantah dalam dialog mereka dengan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma. Maka selamatlah mereka yang mau mendengar sahabat dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memahami Alquran dan sunnah.

Kemudian dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, Imam Ibnu Katsir melanjutkan kisah ini.

Abdullah bin Abbas membawa mereka ke hadapan Ali bin Abi Thalib di Kufah.

Setelah itu, Ali mengirim utusan kepada orang-orang Khawarij yang tersisa, ia berkata, “Sesungguhnya kalian telah menyaksikan apa yang telah dialami olehku dan orang-orang secara umum. Berbuatlah semau kalian hingga umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersatu. Di antara kita ada sebuah perjanjian, tidak boleh menumpahkan darah yang haram dibunuh, tidak boleh menyabotase jalan dan tidak boleh menzalimi ahli zhimmah. Jika kalian melanggarnya, maka kami akan membalasnya dengan pembalasan yang setimpal. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al-Anfal: 58)

Tidak lama setelah itu, mereka menyabotase jalan, membunuh orang-orang yang tak bersalah, menghalalkan darah ahli zhimmah hingga mereka dikalahkan dalam Perang Nahrawan. Setelah itu mereka membalas dendam dan yang mengakibatkan tewasnya Khalifah ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

(Muhammad Faisal)

Sabtu, 05 Juli 2014

HASIL PENELITIAN: SUAMI ISTRI ITU MEMILIKI GEN DNA YANG MIRIP


Sebutan “belahan jiwa” untuk pasangan suami atau istri memang tepat. Salah satu penelitian telah membuktikan, pasangan menikah memiliki DNA yang mirip satu sama lain. Padahal, sulit menemukan DNA yang begitu mirip bukan?

Peneliti dari University of Carolina membandingkan DNA lebih dari 800 pasangan menikah dengan pasangan acak. Daripada orang yang sama-sama asing, pasangan menikah lebih punya kesamaan DNA.

Salah satu peneliti, Ben Domingue tak bisa menjelaskan secara pasti bagaimana seseorang bisa menemukan orang lain dengan DNA yang sama persis dengannya dari miliaran manusia di dunia.

“Mungkin alasannya sederhana. Gen yang sama akan menghasilkan hobi atau selera yang juga sama,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mail. Hobi dan selera sama itulah yang mempersatukan keduanya.

Singkat kata, seseorang akan mencari pasangan yang seakan menjadi cermin bagi dirinya sendiri.

Dalam Al-Qur'an Allah sudah sangat jelas menginformasikan bahwa dua insan manusia yang berjodoh kemudian menikah itu mempunyai kesamaan-kesamaan secara kepribadian yang akhirnya menjadi karakter. Sebagaimana dalam Surat An-Nur ayat 26: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)"
[viva/mh]

Selasa, 27 Mei 2014

PASUKAN HANTU GEMPARKAN ISRAEL

Bukti nyata kebesaran ALLAH Subhanahu Wata'ala di Jalur Gaza Palestina.. Ditengah perang yang berkecampuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, muncul berita-berita yang sulit dinalar logika..

Perang yang tak seimbang dimana tank baja di lawan dengan lemparan batu menimbulkan korban yang tidak sedikit. Keprihatinan terus berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Sudah lama Israel bernafsu menguasai wilayah ini..

Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu,Aksi israel merupakan buntut dari adanya pandangan tentang tanah yang dijanjikan Tuhan bagi kaum mereka. Tanah itu adalah Palestina..

ALLAH tidaklah tidur,ALLAH menjawab permintaan hamba-NYA, berbagai macam keajaban terus bermunculan, Berikut kejadian-kejadian yang susah dinalar dalam peperangan tiada henti sampai akhir zaman ini..

Sudah banyak cara dilakukan Israel untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini..

Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat..

Akhirnya Israel melakukan serangan habis-habisan ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009,bahkan hingga sekarang..

Mereka Mengguyurkan ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya..

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia..

Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton bom canggih buatan Amerika Serikat..

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini tak berdaya di hadapan kegigihan rakyat palestina..

Pasukan "Hantu Berseragam Putih" di Gaza..
Ada Pasukan lain membantu para mujahidin Palestina..
Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu..
Dalam invasi ke daerah tepi barat israel dibuat kocar kacir oleh sekelompok pasukan berjubah putih..

Bagaimana tidak kalang kabut setiap dikejar sekelompok pasukan ini hilang seperti hantu dan tidak lama kemudian pasukan ini sudah ada disisi berlainan..

Cerita lain yang disampaikan pasukan palestina juga menyebutkan adanya Pasukan Lain yang tidak dikenal..

Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel..
Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah..??

Sopir malang itu menjawab : Saya bukan kelompok mana-mana,Saya cuma sopir ambulan..
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya : Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana..??

Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya..
Saya tidak tahu : jawaban satu-satunya yang ia miliki..


SUARA TAK BERSUMBER..

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut..

Saya telah menanam sebuah ranjau..

Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau : kata pejuang tadi..

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal..

Maklum, jumlah musuh amat banyak..

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara : Utsbut, tsabatkallah..

Yang maknanya kurang lebih : tetaplah di tempat maka ALLAH menguatkanmu..!!

Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali..

Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya..

Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya : ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib..

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi..

Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang ajaib terjadi..

Ranjau itu justru meledak amat dahsyat..

Tank yang berada di dekatnya langsung hancur..

Banyak serdadu Israel Mati seketika..

Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter..

Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat : kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib..

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs Alraesryoon,com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya..

Abu Mujahid,salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan : Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar..

Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir..

Cerita mengenai “Pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel..

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis..

Kenapa kalian menangis..?? tanyanya..

Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh..

Kami menangis karena bukan kami yang bertempur..

Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,”

ISRAEL MENGAKUI PRAJURIT PUTIH..

Cerita tentang “ Serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza..

Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa..

Situs Al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta..

Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta : kata anggota pasukan ini..

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”..

Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya..

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan : Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati..

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa..

Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu..??

SUDAH MELEDAK RANJAU MASIH UTUH..

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan..

Sebuah kejadian “Aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah..

Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau..

Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu..

Untunglah para mujahidin selamat,Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus..

Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas..

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam..

Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu..

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa..

Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau..

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu..

Sebagian yang lain berdoa, Allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum..

Yang maknanya : Ya ALLAH, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa..

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban..

Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi..

Masih dari wilayah Al Maghraqah, Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali..

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa : Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-MU..

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam..

ALLAHU AKBAR..
Para Mujahidin menangis terharu karena mereka merasa ALLAH Subhanuhu Wata’ala telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera..

Maha Suci ALLAH, Segala Puji Bagi ALLAH Tuhan Semesta Alam..

ALLAHU AKBAR,Semoga ALLAH Subhanahu Wata'ala senantiasa mencurahkan keselamatan & kemenangan kepada pejuang2 Islam khusus di Palestina umum nya di seluruh Dunia,Aamiin..

Yuk,Bagikan Artikel bermanfaat ini,semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin..

Yaa ALLAH..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..

Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini..

Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..

-»» Islamic Motivation

Anda Islam Wajib Like.
===============================