Kamis, 01 Mei 2014

FATWA PASTOR SESAT: JOKOWI MIRIP YESUS..?


Romo Aloys Budi Purnomo

Harian Sinar Harapan tanggal 17 April 2014 lalu memuat sebuah artikel yang cukup bombastis. Artikel tersebut diberi judul "Jesus, Jokowi dan Keselamatan Rakyat." Tak tanggung-tanggung, penulisnya adalah seorang pendeta bernama Romo Aloys Budi Purnomo. Dalam artikel tersebut dituliskan beberapa persamaan dan perbedaan antara Jesus (Tuhannya orang Kristen) dan Jokowi (Gubenur DKI Jakarta). 

Persamaan yang pertama adalah nama keduanya yang dimulai dengan huruf J,
Kedua karena antara Jesus dan Jokowi sama-sama anak tukang kayu.
Ketiga, keduanya sama-sama mencintai rakyat kecil.
Keempat, sama seperti Jesus, Jokowi suka blusukan.
Yang paling lucu adalah poin persamaan kelima, keduanya dikatakan sama-sama berasal dari Jawa Tengah. 
Namun perbedaannya, meskipun sama-sama berasal dari Jawa Tengah, Jokowi adalah orang Solo, sedangkan Jesus orang “Kudus”. 

Entahlah, apa motivasi Sang Romo membuat tulisan seperti itu. Pada satu sisi ia mengangkat manusia bak seorang Tuhan, namun disisi lain ia menjatuhkan sang Tuhan bak seorang capres partai politik. Apakah artikel dibuat untuk pencitraan Jokowi? Ataukah sekedar khutbah seorang pendeta pada umatnya? Anda yang bisa menilai. Tapi jgn lupa point yg paling penting adalah menjawab pertanyan pada diri anda sendiri .. "APAKAH ANDA BERSAMA MEREKA??? "" !!!!!!!!! 
JESUS, JOKOWI, DAN KESELAMATAN RAKYAT

Guyonan itu hemat saya merupakan harapan. Kami umat Kristiani, terutama saya sebagai orang Katolik yang notabene juga seorang pastor, tidak merasa tersinggung dengan guyonan itu. Tidak masalah Jokowi disandingkan dengan Jesus. Itu bukan pelecehan, juga bukan penghinaan! Pastinya, Jesus akan tersenyum simpul membaca atau mendengar guyonan tersebut. Dipastikan pula Ia tidak marah.

Jangankan disamakan dengan Jokowi yang menjadi tokoh fenomenal dan kerinduan masyarakat kecil menjadikannya pemimpin masa depan, Jesus bahkan menyamakan diri dengan mereka yang lapar, haus, yang telanjang, terpenjara, sakit, dan orang asing (Matius 25:30). Jesus berkata, “Apa pun yang kamu lakukan untuk salah satu dari saudaraku yang paling hina itu, kamu lakukan untuk Aku!”

Teologi “Blusukan”

Jauh hari–ribuan tahun silam–sebelum Jokowi, Jesus memang punya hobi blusukan. Kehadiran-Nya di dunia sebagai “Sang Sabda yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita” (Yohanes 1:14) sudah merupakan blusukan perdana. Blusukan itulah yang disebut penjelmaan Sang Sabda menjadi manusia. Itulah teologi inkarnasi.

Dalam perspektif iman Kristiani, Jesus disebut “Putra Allah yang Mahatinggi”, yang sejak awal mula bersama-sama dengan Alah dalam kesatuan kasih mesra. Namun karena begitu besar kasih Allah terhadap dunia, Allah berkenan mengutus Putra yang tunggal ke dunia agar setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal (bandingkan Yohanes 3:16). Percaya kepada-Nya tentu saja tidak boleh dipahami saklek harus menjadi Kristiani dan dibaptis formal.

Karl Rahner berterminologi yang disebut baptis batin, yakni semua orang yang menerima keberadaan-Nya dan percaya Dialah Sang Juruselamat, mewujudkan sikap itu dalam setiap tindakan baik, benar, dan suci. Konsili Vatikan II, melalui dokumen Lumen Gentium (LG) dan Nostra Aetate (NA) menegaskan, Katolik tidak menolak apa pun yang serbabenar, baik, dan suci, yang ada dalam setiap agama dan kebudayaan sebagai hal yang tidak berlawanan dengan Jesus Kristus (bandingkan LG 16 dan NA 2).

Jesus Kristus itu unik sekaligus universal. Tak heran tokoh Hindu dan pemimpin India bernama Mahatma Gandhi sangat mengagumi Jesus dan mengasihi-Nya, terutama dengan ajaran ahimsa, mengasihi musuh. Tokoh politis India tersebut sangat menghayati sabda bahagia yang menjadi bagian dari khotbah di bukit yang disampaikan Jesus dan dicatat dalam Injil.

Itulah teologi blusukan Putra Allah yang Mahatinggi, yang menjadi manusia dalam diri Jesus, yang dikandung dan dilahirkan perawan Maria, yang wafat disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Namun, ia bangkit dari maut pada hari ketiga dan menjadi tokoh sentral dalam kristianitas.

Blusukan-Nya mendatangkan keselamatan universal bagi semua orang, yang mengimani Dia, maupun yang tidak mengimani-Nya, bahkan yang memusuhi-Nya. Itu karena Ia pun berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya agar diampuni Allah, yang disebut-Nya Bapa, sebab mereka tidak tahu yang mereka perbuat (Lukas 23:34 dan paralelnya).

Pastoral “Blusukan”

Bagi Jesus, blusukan bukan sekadar pencitraan, melainkan misi pastoral. Sejak awal penampilan-Nya di publik, Jesus selalu dekat dengan rakyat kecil, utamanya mereka yang dicap pendosa. Orang-orang miskin dan tertindas adalah orientasi hidup-Nya.

Jesus memerhatikan orang-orang yang dalam Injil disebut dengan berbagai istilah, namun menunjuk pada realitas yang sama, rakyat. Mereka adalah orang miskin, buta, lumpuh, kusta, lapar, sengsara, yang menangis, pendosa, pelacur, pemungut cukai, kerasukan setan, teraniaya, terinjak, terpenjara, yang bebannya terlalu berat, rakyat jembel yang tidak tahu hukum, orang kebanyakan, orang kecil, yang terkecil, yang terakhir, dan anak-anak, bahkan, yang laksana domba-domba tersesat dan hilang.

Termasuk dalam kelompok ini adalah para janda dan yatim, buruh yang tidak mempunyai keahlian, para petani yang tidak mempunyai tanah alias buruh tani, dan para budak. Keempat Injil menyembut mereka semua. Merekalah yang menjadi subjek kehadiran Jesus. Jesus membela mereka, bukan membeli mereka dengan politik uang.

Jesus menjadi tokoh ideal yang berpraksis bela rasa dan solider kepada korban, bukan kepada penguasa dan pemilik modal. Itulah buah teologi blusukan dan praksis dari pastoral blusukan Jesus.

Akibatnya, Jesus dijatuhi hukuman mati, bahkan dianggap pemberontak. Tanda-tanda mukjizat dan buah-buah pastoral blusukan-Nya tidak dianggap. Dia justru dituduh menggunakan ilmu sihir dan menyesatkan rakyat. Begitulah, para pemuka agama dan politikus busuk yang memusuhi-Nya kemudian bersekongkol dengan prokurator Romawi bernama Pontius Pilatus. Jesus dijatuhi hukuman mati.

Justru dengan cara itu, Jesus menghadirkan otentisitas visi-misi kepemimpinan sejati. Seorang pemimpin bukan hanya berkata-kata dan membualkan janji, melainkan mewujudkan setiap kalimat dengan tindakan. Satunya kata dan perbuatan diwujudkan dalam ketulusan, keikhlasan, dan kerendahan hati.

Kalaupun Jokowi disandingkan dengan Jesus dalam guyonan politik, semoga itu tidak menjadikannya jemawa. Justru itu menjadi inspirasi agar Jokowo kian berani berpihak kepada rakyat.

Semoga pencalonannya sebagai presiden pun bukan karena haus kekuasaan, melainkan karena lapar dan haus kebenaran untuk mewujudkan keadilan, kerukunan, dan kesejahteraan bagi rakyat. Bila memang begitu, tentu kita yang berpikiran waras tetap ikhlas mendukung tekadnya membangun bangsa yang damai dan sejahtera.

Tentu kita berharap, semakin banyaklah di antara kita yang menjadikan kehidupan Jesus sebagai inspirasi untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, kerukunan, kesejahteraan, dan keselamatan, apa pun iman dan agamanya. Selamat Paskah kepada umat kristiani. Tuhan memberkati bangsa ini dengan damai dan sejahtera.

*Penulis adalah rohaniwan, budayawan interreligius, dan Wakil Ketua FKUB Jawa Tengah.

Artikel ini telah diterbitkan di situs Sinar Harapan pada 17 April 2014.

Selasa, 29 April 2014

CARA GILA BUAT KOMENTAR DI FACEBOOK DAN SOSIAL MEDIA LAINNYA

Setelah saya baca, saya fahami, dan saya hayati, kata kata di wall anda, maka..saya dapat menyimpulkan ba
hwa, kata kata di status anda begitu kondusif,clear dari sifat yang negatif, sehingga bisa dimengerti oleh sebagian pihak,sahabat,teman dan guru bahasa indonesia. Terkecuali oleh orang yang memang tidak bisa membaca. 
Status anda memang sungguh sangat relevan, singkat, padat, bermakna, dan status anda bisa dicernah sehingga kata katanya bisa dimengerti. Status anda sangat orisinil,jauh dari kata kata yang menyimpang, karena.. memang tak ada persimpangan. 
Kata kata yang anda buat memang sangat akurat, singkat, padat dan mantap. Didalam status anda ini, saya tak akan mengomentari secara panjang lebar, karena komentar yang sangat panjang dan lebar itu bisa bikin saya capek, pusing, bingung dan menyita waktu untuk mengetiknya. Anda juga akan lelah, karena sampai detik ini anda belum juga selesai untuk membacanya. Tapi walaupun begitu menurut saya.. pekerjaan yang dilakukan setengah setengah, bisa menimbulkan rasa penasaran, dan membuat pikiran jadi tak menentu, begitu juga dengan saya, walau jemari ini terasa letih, namun dengan masih tetap ingin mengomentari, status anda yang begitu sangat bearti. 
Sebelum komentar ini saya sudahi ada baiknya saya ingin katakan sepata kata lagi bahwa status yang telah anda buat ini adalah status yang dominan, begitu sopan dan menyenangkan. Begitu banyak status yang telah saya baca dan saya komentari tapi baru kali ini, saya akui bahwa status anda bukan seperti status palsu yang ada didalam album lagu. Perlu anda ketahui, untuk apa sih sebenarnya kita bikin status palsu kalau itu tak ada untungnya sama sekali memang di zaman sekarang ini, orang jujur itu terlalu sulit didapati dan dicari, ada juga yang bilang; kalau jujur tak makan.. padahal, kejujuran itu adalah kunci kehidupan. Soal makan tak makan itu kan kita sendiri yang rasakan. Percuma TUHAN memberi kita akal dan pikiran serta tenaga kalau itu tak akan kita manfaatkan. Oleh karena itu marilah kita bersama sama, saling ingat mengingatkan, bahwasannya hidup di DUNIA ini adalah untuk sementara. 

Loh!! kenapa saya jadi kasih ceramah dan tausyah tapi ya sudahlah, mudah mudahan segala ini dapat berguna bagi saya, anda dan kita semua. Menindak lanjuti dengan status anda ini, maka dengan kesadaran diri, dan tanpa dipaksa oleh pihak manapun. Maka, dengan kesungguhan niat dan tanpa mengada ada, neko neko, serta nyeleneh atau dalam bahasa apapun yang sifatnya dapat merugikan, provokator dan kotor seperti koruptor sehingga dapat merugikan bangsa, negara dan orang orang yang tak BERDOSA. Karena,sesungguhnya koruptor itu tak jauh berbeda dari orang yang korupsi dari kalangan orang yang bermobil mewah hingga rakyat jelata. 

Sebagai warga negara yang berpedoman pada PANCASILA, apakah pantas korupsi dan koruptor itu tinggal di bumi NUSANTARA ini.? Sebelum saya akhiri komentar saya ini, skali lagi saya tegaskan, 
bahwa saya sangat [M¯_E¯_N¯_Y¯_U¯_K¯_A¯_I¯_] [S¯_T¯_A¯_T¯_U¯_S¯_] [A¯_N¯_D¯_A¯_] maafkan kalau komentar saya yang begitu sangat singkat ini kurang berkenan dihati anda, karena gold lebih mantap dari silver adalah manusia biasa yang tak mempunyai daya upaya dan tak pandai dalam mengukir kata kata. akan tetapi,walaupun saya tak bisa berkata yang indah indah, namun bagi saya itu wajar. Percuma kalau saya berkomentar panjang lebar hasilnya dapat menimbulkan kata kata yang berlebihan (LEBAY). Akhirnya setelah saya menyimpulkan, dengan kesungguhan hati, dengan ini saya putuskan bahwa sesungguhnya;
[S¯_A¯_Y¯_A¯_] [S¯_A¯_N¯_G¯_A¯_T¯_] [M¯_E¯_N¯_Y¯_U¯_K¯_A¯_I¯_] [S¯_T¯_A¯_T¯_U¯_S¯_] [A¯_N¯_D¯_A¯_] [!¯_!¯_!¯_] kalo ada yaktu [M¯_A¯_M¯_P¯_I¯_R¯_] [D¯_I¯_] [S¯_T¯_A¯_T¯_U¯_S¯_K¯_U¯_]  [Y¯_A¯_K¯_] [!.....

ALASAN KENAPA AS TAKUT SERANG NKRI

Amerika Serikat akan berpikir beribu-ribu kali jika yang di hadapi adalah indonesia. kenapa?

Ini alasannya :

Sebenarnya habis Irak, Indonesia mau jadi sasaran berikutnya. Tapi Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus dipikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

Begitu memasuki perairan daratan Indonesia, mereka akan dihadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang Damai", coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.

Kemudian mereka mendirikan Base camp militer, bisa ditebak di sekitar base camp pasti akan dikelilingi tukang Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp.10000/3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule), berapa yang harus dibayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan.

Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Pak Ogah yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan, mereka harus menyiapkan recehan untuk para Pak Ogah.

Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan.

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya busettt, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan dikunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini, tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak dilalui "Rudal Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying helicopter" alias wc terapung di atas sungai.

Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau didempul dan cat ulang bisa dijual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, Badan Pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.

Peralatan telekomunikasi mereka juga harus dijaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk base camp kepada para pemilik tanah. Di samping itu, mereka juga harus minta izin kepada RT/RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus dilalui dan berapa banyak dana yang harus disiapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini.

Para komandan pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.

Membayangkan ini semua, akhirnya Bush dan Rumsfeld memutuskan untuk mundur. Jangan kan mereka, saya juga takut untuk membayangkannya.

LOL ! whahahahahahahah .
Dipersilahkan untuk komentar sob ..
:-)

Sumber : http://www.kaskus.co.id