Rabu, 09 Juli 2014

Quick Count PILPRES MIRIP PILGUB BALI, IRC Terbukti Lebih Tepat KETIMBANG SMRC-LSI

Usai pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 terjadi perbedaan hasil quick count antar beberapa lembaga survei. Saling klaim kemenangan pun tak terelakkan dari kedua kubu capres.

Yang paling pertama meng-klaim menang adalah kubu Jokowi-JK dengan berdasar data dari hasil quick count SMRC-LSI yang menunjukan Jokowi-JK menang dengan perolehan 52,91% sedang Prabowo-Hatta 47,09%.

Selang tak berapa lama, kubu Prabowo-Hatta juga mendeklarasikan kemenangan berdasar hasil quick count IRC (Indonesia Reseach Centre) dengan data masuk 100% Prabowo-Hatta menang 51,11% sementara Jokowi-JK 48.89%.

Siapa yang paling tepat diantara hasil quick count ini? Tentu nanti akan dibuktikan dari hasil real count KPU yang akan dilakukan 22 Juli.

Namun ada beberapa catatan menarik:

- Berdasar pengalaman dari Pilgub Bali 2013 lalu, yang juga diikuti dua pasangan (PAS dan Pastikerta), hasil quick count dari lembaga survei berbeda. Quick count SMRC hasilnya PAS yang didukung PDIP menang dengan memperoleh 50,31 persen suara, sementara Pastikerta 49,69 persen. Sedang IRC sebaliknya, Pastikerta yang menang dengan memperoleh suara 50,01 persen, sementara PAS meraih 49,99 persen.

(baca sumbernya:http://lipsus.kompas.com/aff2012/read/2013/05/15/15565288/hitung.cepat.smrc.unggulkan.pas.irc.menangkan.pastikerta)

Dan ternyata hasil real count KPU: Pastikerta yang menang dengan perolehan 50,02% sedang PAS meraih suara 49,98 %. Hasil ini hampir persis dengan hasil quick count IRC.

(baca sumbernya: http://www.suarapembaruan.com/home/pasti-kerta-menang-tipis-pilgub-bali/36004)

Dari sini kita bisa melihat mana lembaga survei yang lebih tepat hasil quick countnya.

- Catatan kedua, dalam Pilpres 2014 ini nyata-nyata SMRC (Saiful Mujani Reseach Center) bukan lembaga survei independen, tapi merupakan timsesnya Jokowi-JK. Tentu independensi hasil QC nya juga patut dipertanyakan.

(Baca: Saiful Mujani Benarkan Bagi-bagi Uang Usai Kampanye untuk Jokowihttp://nasional.kompas.com/read/2014/06/11/2016450/Saiful.Mujani.Benarkan.Bagi-bagi.Uang.Usai.Kampanye.untuk.Jokowi)
- Catatan ketiga, dalam berbagai survey LSI pernah melakukan kesalahan misalnya menjelang pilgub DKI Jakarta dengan memenang Fauzi Bowo, namun kenyataannya yang menang pada akhirnya adalah Jokowidodo.

Itu hanya sekedar catatan kecil untuk melihat perbedaan hasil quick count di Pilpres 2014 yang berbeda antara satu lembaga survei dengan lembaga survei yang lain. Tentu hasil paling valid dan sah adalah hasil real count KPU nanti, dan semua pihak harus menghormati apapun hasilnya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar