Jumat, 20 Juni 2014

Wimar Witoelar Caci Maki Sejajarkan Prabowo Dengan Teroris

Wimar Caci Maki Tokoh dan Ormas Islam, CIIA : Gayanya Seperti Orang Komunis..Fungsionaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman: Bertobatlah Sebelum Ajal Menjemput

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, mengecam tindakan bodoh pendukung Jokowi-JK Wimar Witoelar yang mengunggah gambar sejumlah tokoh Islam dan logos ormas Islam yang diberi judul "Gallery of Rogues, Kebangkitan Bad Guys". Gaya itu, menurut Abu Ulya, mirip seorang komunis.

Abu Ulya menilai, Wimar tidak dewasa dalam bersikap, bahkan cenderung ngawur. Bahkan, kalau melihat foto-foto yang dipajang, Wimar dinilainya cenderung buta peta pergerakan.

"Misalkan, tidak mungkin HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) berada di belakang barisan Prabowo-Hatta. Begitu juga JAT (Jamaah Anshorut Tauhid) yang direpresentasikan oleh Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, saya berani taruhan leher saya untuk ini," kata Abu Ulya seperti dikutip Inilah.com, Kamis (19/6/2014).

Menurut Abu Ulya, Wimar melakukan generalisasi sebagai wujud kekalutan dirinya. Apalagi ketika melihat komponen umat Islam cukup respek kepada pasangan Prabowo-Hatta. "Dan sekaligus menampakkan sikap paranoid dan kebenciannya terhadap kekuatan politik Islam," katanya.

Meski Wimar tidak mengeluarkan statemen tertulis bahwa orang-orang yang di pajang itu identik dengan teroris, tapi kata dia, kalau cermat melihat gambar yang diunggah, akan mudah ambil kesimpulan.

Menurut dia, persepsi awal dari gambar itu bahwa mereka adalah sama halnya para teroris. "Buat apa dipampang latar belakang dengan foto Amrozi, Imam Samudra dan lain-lain, kalau bukan untuk membangun dan mengerucutkan persepsi teroris kepada yang lain," kata dia.

Menurut Abu Ulya, Wimar terlalu bodoh dalam hal teroris dan terorisme. Katanya, Wimar tidak layak bersikap bodoh seperti itu.

"Gaya-gaya seorang Wimar Witoelar tidak ubahnya seperti orang komunis masa lalu di Indonesia. Segala caci maki, hujatan dan hinaan kepada simbol Islam dan para tokohnya begitu mudah di umbar dari mulutnya," kata Harits.

Menurut dia, tindakan Wimar akan berbuah 'manis' untuk dirinya sendiri. Dia menghimbau, masyarakat harus hati-hati dengan gaya seperti Wimar ini.

"Perlu waspada ancaman model politik komunis pada saat ini, mereka menghalalkan segala cara untuk bisa bangkit kembali," katanya.

Dalam sebuah foto yang diunggah Wimar di akun facebook pribadinya, terlihat Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa. Berderet sejumlah elit partai pendukung pasangan keduanya, seperti AA Gym, Anis Matta, ARB, SDA, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, Abubakar Baasyir, dan Habib Rizieq.

Pada bagian bawah, terpampang logo partai-partai pendukung Prabowo-Hatta. Ada juga logo ormas Islam seperti Muhammadiyah, HTI, Majelis Mujahidin, MUI dan FPI. Itu semua dianggapnya sebagai pendukung Prabowo-Hatta.

Di backround gambar itu, terpampang foto sejumlah terpidana teroris seperti Mukhlas, Imam Samudra, dan Amrozi. Ketiga dijejerkan dengan Usamah bin Ladin dan tepat di tengahnya ditaruh mantan Presiden Soeharto.

Nasehat FPI untuk Wimar : Bertobatlah Sebelum Ajal Menjemput

Wimar Witoelar, pendukung pasangan Jokowi-JK, melakukan penghinaan hebat kepada tokoh-tokoh Islam dan sejumlah ormas Islam. Wimar menyebut tokoh-tokoh Islam, seperti Ustaz Abu Bakar Baasyir Habib Rizieq Syihab, Aa Gym, Anis Matta, Tifatul Sembiring dan lainnya dengan sebutan "Gallery of Rogues...Kebangkitan Bad Guys" atau Galeri Para Bajingan...Kebangkitan Orang-orang Jahat.

Bukan hanya tokoh Islam, dalam foto yang diunggah ke dalam akun facebooknya itu, juga dicantumkan logo sejumlah ormas Islam seperti Majelis Mujahidin, FPI, HTI, Muhammadiyah dan bahkan MUI.

Fungsionaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman menasehati bekas Jubir Gus Dur itu suapa cepat bertaubat.

"Saya kasih nasehat ke Wimar, dia kan udah sakit-sakitan, nafas aja udah susah, udah bengek dan udah di kursi roda, bertobatlah sebelum ajal menjemput," nasehat Munarman kepada Wimar Witoelar dalam pernyataannya yang diterima SI Online, di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

"Karena nanti yang ditanya waktu mati bukan anda pendukung siapa, tapi akidah anda, salat anda dan amal saleh lainnya. Nggak ada ditanya pendukung capres siapa. Jadi kalau dukung capres jangan membabi buta begitu," sarannya.

FPI sendiri, kata Munarman, tidak akan membawa kasus penghinaan ini ke jalur hukum. Alasannya FPI tak terkait dengan urusan pencapresan sekarang. Justru, lanjutnya, yang dirugikan dari aksi bodoh Wimar ini adalah kubu capres Prabowo Subianto.

"Kalau tim advokasi Prabowo mau lapor ya silahkan aja. Kalau kami diminta jadi saksi ya kami akan bersaksi," tutupnya.

Sumber:SI
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar