Jumat, 13 Juni 2014

REKAYASA SUMBANGAN DANA CAPRES JOKOWI - JK: DIBERI 50 Rb DISURUH TRANSFER 20 Rb, UNTUNG 30 Rb

Pengamat politik Lembaga Kajian dan Study Politik Nusantara Irvan Hakim Nasution meragukan sumbangan untuk pasangan Jokowi-JK murni sepenuhnya dari masyarakat. Ia menduga, sumbangan yang terkumpul lebih banyak dari tim suksesnya.

Menurutnya, kesadaran politik masyarakat saat ini masih rendah. Ia menganalogikan, apakah tukang becak, petani yang tiap hari menjemur diri dan bersusah payah rela menyisihkan pendapatnya untuk pasangan nomor urut dua ini.

"Buat makan mereka sendiri saja susah. Jadi sangat kecil kemungkinan mereka menyumbang," kata Irvan, saat dihubungi Warta Kota, Kamis (12/6/2014).

Irvan menduga, penyumbang terbanyak dan terbesar ke rekening dana kampanye Jokowi-JK berasal dari tim sukses mereka sendiri dengan cara menyetor sendiri atau disetorkan melalui warga dengan berbagai cara.

Dalam terminologi politik, sambung Irvan, apa yang dilakukan warga jika memang benar-benar secara sadar menyumbangkan dananya untuk Jokowi-JK, akan masuk dalam budaya politik partisipan. Tapi sangat kecil terjadi di Indonesia.

Pengamat ini Sangsi Sumbangan Jokowi-JK Murni dari Masyarakat
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Relawan muda yang diinisiasi oleh Garda Bangsa PKB bernama Jokowi-JK Bangkit untuk Perubahan (JJ Bangkit) melakukan Gerakan 1.000 Rupiah Jokowi-JK Untuk Perubahan Indonesia di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (25/5/2014). Gerakan yang dilakukan dengan cara meminta sumbangan kepada pengendara yang lewat ini bertujuan menggalakkan semangat gotong royong membantu pemenangan pasangan Jokowi-JK dalam kontestasi Pilpres 2014 mendatang. Rencananya, penggalangan dana ini akan dilakukan di berbagai kota-kota besar selama 2 minggu. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

"Yang peduli pada capres itu bukan warga kampung, atau petani, tukang becak atau tukang tambal ban. Tapi kalangan kelas menengah ke atas, itu pun masih mikir kalau enggak punya kepentingan," terangnya.

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Hanif Dhakiri, membantah jika sumbangan warga dalam rekening itu direkayasa.
"Sumbangan itu tidak dibuat-buat. Semuanya murni dari warga," tegas Hanif.

Hanif menjelaskan banyak relawan yang ketika memungut sumbangan dari warga mendapat antusias masyarakat. "Para petani, pemulung, rela menyumbangkan Rp 1000 untuk kampanye Jokowi-JK. Ini nyata dan fakta di lapangan," katanya.



Dalam beberapa penberitaan di TV One, juga sempat tertangkap kamera dan testimoni beberapa masyarakat yang mengaku diberi uang oleh korlap sumbangan untuk kemudian dimasukkan lagi ke dalam kotak sumbangan.

Apakah ini strategi pencucian uang..? Mengingat tidak diketahui pasti dari mana sumber dana yang diberikan kepada masyarakat ini. Kalau ini benar, kacau kali bahh...

Belum lagi pengakuan seorang pengguna facebook dan penyebaran fotonya, bahwa sekelompok orang dimobilisasi dan beri 50 ribu, lalu suruh transfer 20 ribu, lumayan khan untung 30 ribu...
Mulqin Oke's photo.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar