Minggu, 15 Juni 2014

ANEH.. PDIP BUAT PENGAJIAN AKBAR MENOLAK PENUTUPAN LOKALISASI PELACURAN DOLLY

Para pendukung PDIP mengadakan 'Pengajian' untuk Menolak Penutupan Lokalisasi Pelacuran DOLLY Surabaya. Acara Pengajian untuk Melegalkan Pelacuran...!!! Astagafirullahal Adzim. Pelecehan terhadap Agama !

Inilah contoh kerusakan cara berpikir umat kita, sehingga kemaksiatan diperjuangkan seolah kebaikan..
PELACURAN hendak dibela lewat forum PENGAJIAN, na'uudzubillaahi min dzaalik..
Semoga semua yang terlibat dalam acara ini diberi kesempatan untuk bertaubat sebelum terlambat...

memiLIH JOKOWI - JK SAMA SAJA MENDUKUNG PDIP BERKUASA TERHADAP KEMAKSIATAN.

Jangan salah pilih dan SELAMATKAN INDONESIA...

Aksi penolakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak terus bergulir. Pasalnya, pekerja seks komersial (PSK), warga serta mucikari disana mengaku bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak pernah melakukan sosialisasi ataupun dialog dengan mereka.

Namun, Risma membantah hal itu. Karena ia tak ingin menutup bisnis bordir terbesar se-Asia Tenggara itu dengan tindakan paksa atau kekerasan. Menurutnya, perlu sosialisasi dan pendekatan secara personal.

"Aku bolak balik ngomong sama mereka. Terus gimana?! Pas ada pengajian Cak Nun hadir disana aku juga ngomong, warganya juga banyak. Aku punya rekamannya. Aku ada di pengajian itu," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sayangnya, seorang PSK Dolly Icha (34) membantah hal itu. Wanita berkulit putih nan ramah yang sudah bekerja selama delapan tahun di Dolly ini mengatakan, Pemkot Surabaya memberikan pendampingan serta sosialisasi penutupan itu hanya sebagai dalih belaka.

Justru menurutnya, sejak muncul isu penutupan Dolly dan Jarak, Pemkot Surabaya hanya menganggap mereka (PSK dan mucikari) sebagai terdakwa.

"Dulu Bu Risma selalu datang tiap ada pengajian sambut bulan suci ramadhan disini. Bahkan duduk sebelahan sama saya. Tapi sejak ada isu penutupan ini Bu Risma gak pernah datang. Buktinya pengajian malam ini, orangnya juga gak datang," jawabnya.

Sejumlah PSK, mucikari dan para pekerja lokalisasi Dolly dan Jarak malam ini, Kamis (12/6/2014), mengelar pengajian akbar pro rakyat menyambut bulan suci ramadhan dan menolak penutupan lokalisasi. Pengajian tersebut dihadiri pembicara Gus Gendheng disertai iringan gamelan religi.

Mereka mendirikan panggung besar di pertigaan Dolly-Jarak. Ribuan PSK, mucikari dan beberapa warga turut serta mengikuti pengajian. Hampir semua PSK mengenakan pakaian muslim dan jilbab. Semua wisma dan toko-toko kecil yang membuka lapaknya di sekitar lokalisasi dalam sehari ini tidak beroperasi. Begitupula, akses jalan menuju ke lokalisasi Dolly tutup total. Terlihat pula satuan polisi Polsek Sawahan mengamankan sekitar Girilaya dan Putat Jaya.[faf/ted]
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar