Kamis, 29 Mei 2014

LOGIKA HUKUM GILA KPK (JOHAN BUDI), ANTARA WAWAN DAN LHI

Ada yang ikuti; kemarin wawan alias TCW alias tubagus chaeri wardana dituntut 10 tahun penjara (itu baru tuntutan, vonis biasanya kebih rendah sedikit). Dengan bukti tangkap tangan 3 milyar rupiah serta puluhan mobil; tuntutan 10 tahun penjara seperti semakin membuktikan tipikor kita seperti tipikor permainan hukum

TENGOKLAH kasus LHI yang mendapat tuntutan 18 tahun dan akhirnya di vonis 16 tahun, Sementara LHI tidak terbukti sampai detik ini menerima uang 1 milyar tersebut; uang tersebut diterima fathanah langsung

Lihat lah betapa waktu itu KPK begitu massif nya membuat kasus LHI ibarat kisah sinetron kejar tayang disertai bumbu bumbu infotainment

Sekarang tengok nasib seorang wawan, bukankah ini mencerdai cara pandang kita tentang penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi.

Saya teringat ucapan serta logika hukum seorang johan budi..."biarkan pengadilan yang membuktikan dan membuka fakta fakta"..

Kasus wawan itu kasus melek mata; publik di negeri ini juga tahu berapa banyak bukti yang didapat KPK dan kasus yang menyertai tokoh wawan

(http://m.liputan6.com/news/read/835075/wawan-pangeran-banten-bergelimang-mobil-dan-wanita)

Tapi lihat tuntutan JPU nya yang hanya 10 tahun

Berbanding terbalik dengan kasus LHI; dimana fakta persidangan tidak bisa membuktikan LHI menerima uang 1 milyar tersebut

(http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/12/05/mxazn6-pengacara-uang-indoguna-tak-pernah-sampai-ke-lhi )

( http://m.kaskus.co.id/thread/53605af8af07e791178b4572/maria-elizabeth-ustaz-luthfi-tidak-pernah-terima-uang/1)

Sekarang tanyakan logika hukum seorang johan budi dan perlakuan nya pada kasus wawan dan LHI

Pengadilan apa yang kalian (johan budi dan KPK) ingin ciptakan!!
Pengadilan sesat

-bang dw-

komunitas pohon kersen spesial
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar