Selasa, 11 Maret 2014

TERNYATA.... KAMPANYE PUN MELIBATKAN SPG, TERLALU


Thia Livia (24), memakai kaus ketat berwarna putih. Ada gambar karikatur seorang mantan menteri yang mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat di kaus ketatnya.

Kaus ketat Thia dilapisi kemeja yang sengaja tak dikancing. Ada tulisan nama mantan menteri itu di kantung kemeja sempitnya.

Thia membiarkan seluruh kancing bajunya terbuka. Kemudian dua sisi bagian bawah kemeja itu diikatnya. Lalu dia mengenakan hot pants berbahan jins. Sepatu hak hitam menambah tinggi Thia yang sebenarnya sudah 169 cm.

Rambut panjang Thia berwarna kemerahan dibiarkan tergerai ke depan sampai se-dada. Penampilan Thia dan empat rekannya ini jadi pusat perhatian saat Konvensi Capres Partai Demokrat di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, 5 Februari lalu. Thia dan rekan-rekannya berjalan mondar-mandir di ruangan. Sesekali ada anggota partai yang mengajak keempatnya berfoto.

Di Jakarta, sebagian calon anggota legislatif (caleg) menyosialisasikan juga dirinya meng­guna­kan jasa SPG. Salah seorang caleg dari sebuah partai menggunakan jasa relawan dengan konsep sales promotion girl (SPG). Para perempuan cantik ini didandani dengan seksi kemudian disebar ke kompleks-kompleks perumahan untuk melakukan door to door menemui warga.

Warga yang ditemui di warung, di jalan, atau di rumah diberi alat peraga kampanye seperti kartu nama dan poster caleg oleh para SPG itu. Menariknya lagi, caleg itu memberikan imbalan ke setiap SPG sebesar Rp 500.000/hari.

"Kami dikontrak selama empat bulan hanya untuk membagi-bagikan alat peraga kampanye. Setiap hari kami mendapatkan honor Rp 500.000," ucap Nova, salah seorang SPG ketika ditemui Warta Kota saat membagi-bagikan alat peraga kampanye di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Jika caleg atau parpol ingin memanfaatkan model untuk mensosialisasikan diri, tarifnya lebih mahal yakni Rp 3 juta per hari. (Warta Kota Cetak)
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar