Selasa, 18 Februari 2014

PERANG TERBUKA PKS CYBERNET vs JASMEV BIN PROJO (PRO JOKOWI)..?


Di sosial media kita akan menyaksikan pemberitaan yang senantiasa intens jadi pembicaraan. Pemberitaan itu antara lain tentang Gubernur DKI Joko Widodo yang ingin men-capreskan diri pada pilpres 2014 ini. Munculnya Jasmev bin Projo yang konon merupakan terdiri dari para wartawan yang diperkerjakan untuk membuat opini melambungkan Jokowi.

Aksi aksi para jasmev bin projo yang dianggap lebay oleh sebagian pengguna sosial media. Mereka terganggu dengan publikasi yang dilakukan namun akan melakukan pem-bully-an bila dilakukan kritik. Para jasmev/projo ini terbilang kasar dan kerap menggunakan kata-kata kotor dengan memaki para pengkritik jokowi.
Namun anehnya para pendukung bayaran Jokowi alias jasmev bin projo ini kerap melakukan pembully-an terhadap para tokoh pengkritik kinerja jokowi dan beberapa partai politik tanpa dasar yang jelas, utamanya adalah: PKS, Demokrat, dan Golkar. Dua parpol terakhir memang tidak dikenal memiliki pendukung fanatik, sehingga tidak akan ada perlawanan dan cenderung diam dan terkesan kalah. Namun semua akan jadi berbeda dengan PKS, PKS dengan para kader yang terbilang melek teknologi akan kita temui banyak melakukan publikasi terkait pencitraan PKS. Sedikit banyak perlahan tapi pasti akan melakukan gerakan perlawanan.

Meski pada awal-awal kasus suap daging sapi, PKS menjadi sasaran empuk pembully-an dan cenderung bersikap bertahan, namun PKS lovers sebutan buat pendukung PKS lama kelamaan kelamaan tentunya akan membuat perhitungan dengan setiap pembully-an yang disematkan pada PKS. Apalagi indikasi bahwa pelakunya adalah sangat terstruktur dari kalangan tertentu, yaitu: Jasmev bin Projo. Momen gagalnya pemerintahan JOkowi dalam mengelola Jakarta yang dibuktikan dengan gagalnya penanganan banjir Jakarta membuat, kelompok-kelompok yang sebelumnya mengalami kekalahan malah balik menyerang.

Kalau biasanya dalam politik, suatu kelompok akan memperkecil musuh, maka berbeda dengan Jasmev, mereka cenderung memperbanyak musuh. Bahkan mereka mendeklare bahwa penghalang Jokowi adalah Islam fanatik, kelompok nasi bungkus, dan para koruptor yang disebut sebagai anti perubahan. Jasmev bin Projo juga banyak menyerang tokoh Islam dan gerakan ISlam, ini mungkin karena pendukung Jokowi banyak kelompok Islam abangan, kristen dan China. Untuk kelompok Islam yang umumnya juga melek teknologi, penyamaan kelompok koruptor dengan Islamis, tentunya akan menimbulkan resistansi yang tinggi, bahkan upaya menjadikan Jasmev dan Jokowi sebagai musuh bersama, tentunya ini adalah langkah mundur, mengingat kelompok Islam merupakan entitas yang makin diperhitungkan.
Kalau PKS mereka sebut dengan kelompok nasi bungkus, maka sebaliknya Jasmev mendapat sebutan Kelompok nasi kotak bin Jasmev, mereka kerap berkata:
Pokoke yg jelek2 ttg jokowi adalah fitnah, pesanan, rekayasa lawan politik, survey bayaran, dan tindakan anti perubahan yang dimotori oleh koruptor, Islam fanatik dan kelompok nasi bungkus.
Manuver tiap-tiap kelompok masih terus berlangsung, siapa yang menang, KOTAK SUARA AKAN MEMBUKTIKAN.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar