Kamis, 02 Januari 2014

TRIK JOKO-MANIA LENGSERKAN MEGA

13838347702099367650
Awal tahun 2014 ini diprediksi akan menjadi moment bagi pencalonan atau tidaknya Gubernur Jakarta Jokowidodo. Tarik ulur kepentingan mulai nampak, masing-masing pihak pro dan kontra pencalonan jokowi mulai memainkan jurusnya. Namun demikian gerilyawan jokomania, terlihat makin kuat denyutnya di sosial media seperti;  https://www.facebook.com/groups/Jokowi.Indonesiabaru/https://www.facebook.com/groups/Jokowi.Indonesiabaru/ dan https://www.facebook.com/groups/jokowipresiden7/?fref=ts meski terkesan orang yang menanggapinya adalah itu itu saja (satu orang punya beberapa akun).

Namun, Masihkah ingat Rakernas PDIP yang lalu 6-8 Septermber lalu?? Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (SIGMA), Said Salahuddin yang bisa dibilang mewakili para akademisi menolak percepatan pencalonan Jokowi. Statemen ini tentunya menjadi angin segar bagi kubu bani Soekarno dengan jaringan politiknya guna menghadang opinisasi urgensi pencalonan jokowi. Tak pelak akhirnya pencalonan jokowi terganjal, dengan bahasa diplomasi Megawati bahwa pengumuman menunggu saat yang tepat. Ingat saat yang tepat, padahal logikanya lebih cepat lebih baik.
Sangat wajar dimaklumi keengganan sebagian kader senior PDIP akan pencapresan Jokowi ini, mengingat beliau masih terlalu junior dan terkesan belum berpengalaman meski banyak mendapat dukungan ‘konstruksi’ pemberitaan positif media. LAgi pula PDIP itu kalau bukan diasosiasikan dengan Soekarno gak bakalan ada pemilihnya dan akan sulit bersatu, bahkan cenderung akan pecah berantakan.

TErakhir yang paling nampak adalah penolakan dan manuver politik Guruh Soekarnoputra, yang juga adik kandung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kenapa mas? “Menurut saya, Pak Jokowi tidak untuk tahun ini lah, jadi untuk Pilpres untuk mendatang saja,” kata Guruh kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013). Guruh tak menjelaskan lebih lanjut alasannya apakah penolakannya terkait urusan pribadi atau hal lainnya. Namun menurutnya sampai saat ini capres PDIP belum diputuskan (http://news.detik.com/read/2013/10/24/171940/2394760/10/guruh-soekarno-tolak-pencapresan-jokowi).
Melihat intensnya gerilya tim media Jokowi, terkesan penolakan Guruh ini seperti angin lalu, padahal sangat layak menjadi headline. Sudah dimaklumi, kesan korporasi, konglomerasi dan komersialisasi berita/media sangat nampak akhir-akhir ini. Indikasi benarnya penuturan #triomacan bahwa ada dana khusus yang disiapkan para taipan pembobol BLBI untuk mendanai Jokowi.

Gerilya Tim media dan Jokomania ini bukan hal baru, baik itu di media massa apalagi di sosial media. Group facebook https://www.facebook.com/groups/Jokowi.Indonesiabaru/ ini menjadi saksi,bahwa setiap kritik apalagi black campaign terhadap Jokowi akan di opinikan sebagai anti perubahan.
Pembully-an akan terjadi sebagaimana pembully-an, makian dan ancaman banyak muncul sebelum Rakernas PDIP yang lalu. Namun happy ending pasca kalimat politis megawati keluar. Kubu Mega terkesan melunak, walau bani Soekarno lainnya melakukan manuver.

Memandang itu semua, maka tidak menutup kemungkinan serangan akan semakin gencar terhadap DPP PDIP untuk memaksa pencapresan JOKowi sebelum pemilu 9 April nanti, mengingat jokomania senantiasa mengopinikan PDIP akan gagal menang pemilu jika tidak mencalonkan Jokowi sejak awal. Baca http://politik.kompasiana.com/2013/09/13/kudeta-merangkak-jokowi-pada-pdip-592328.html
Meski terkesan janggal dan sulit, AKANKAH dengan dukungan finansial pengusaha dan para Taipan dibelakang Jokowi dapat mengubah rencana Rakernas tahun 2014 nanti menjadi Munaslub yang dapat melengserkan Megawati?? Semua bisa saja, andai Bani Soekarno dan DPP PDIP tidak mengagendakan Munas ataupun Rakernas maka siap-siap aja kecewa.

Bani Soekarno adalah ganjalan terbesar buat Jokowi…. INgat salah satu pentolan bani Soekarno sudah mulai bersuara. PDIP memang bukan milik Bani Soekarno, tapi tanpa Bani Soekarno PDIP tak kan jadi apa-apa.

This is not the end, it’s only begin… i like this Game.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar