Senin, 06 Januari 2014

JOKOWI TIDAK BESARKAN PDIP, MENGAPA?

Terkadang menjadi pertanyaan, mengapa Jokowi dengan kekuatan pasukan (baca: pendukung, relawan dan simpatisan) yang dimiliki baik di dunia nyata apalagi di dunia maya cenderung hanya membesarkan Jokowi dan mengabaikan untuk membesarkan PDIP sebagai parpol pengusung yang membesarkannya?

Banyak analisa dan dugaan yang bisa kita tarik dari realita yang kita temukan ini. Antara lain:
  1. Ada ketakutan bahwa kubu Jokowi akan dikhianati oleh kubu Bani Soekarno dalam hal ini Megawati, Cs. Dalam politik kita mengenal, tidak ada musuh  dan teman abadi politik, yang ada hanyalah kepentingan abdi.
  2. Dengan membesarkan PDIP dalam sekian banyak tag nya tentu hanya akan memperbesar posisi tawar politik Megawati Cs sebagai 'pemilik' kendaraan partai. Tidak ada jaminan dari Megawati Cs bahwa PDIP akan memberikan dukungan penuh dalam pencapresan Jokowi karena dukungan dana dan mesin pergerakan yang akan dikeluarkan. Apapun ceritanya Bani Soekarno tetap ingin mempertahankan status quo dalam mendominasi kekuatan partai.
  3. Dengan hanya membesarkan dirinya sendiri, Jokowi memiliki posisi tawar yang tinggi, baik di PDIP maupun di eksternal partai. Peluang Jokowi untuk tukar perahu masih terbuka lebar melalui parpol-parpol menengah hasil pemilu 2014 yang bersikap oportunis dan ingin mengembalikan 'modal' atau bahkan cari keuntungan dari ambisi Jokowi dan kroni-kroninya.
Poin ke-3 ini sepertinya merupakan hal terbesar, masuk akal, dan langkah paling aman untuk dilakukan oleh kubu Jokowi yang tentunya memiliki kekuatan finansial dan pasukan yang sampai saat ini belum terukur banyak pihak baik kekekuatan realnya maupun jumlahnya.

Jokowi tentunya masih terus wait and see, menunggu sambil terus menjalankan pion-pion pasukannya, sambil terus melihat peluang dari perahu mana yang akan membawa dirinya dalam pertarungan pilpres 2014.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar